Di Samosir Panen Padi Tak Lagi Marsiadapari, Odong-Odong Jadi Pilihan

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID-20 tahun yang silam biasanya panen padi dilakukan bersama-sama atau bergotong royong yang biasa disebut Marsiadapari. Kini Budaya Marsiadapari memanen padi tidak hanya digeser dengan Manangkap Gaji. Juga digeser oleh odong-odong.

Mesin-mesin telah mengubah gaya hidup petani di Kawasan Danau Toba. 20 tahun silam, kerbau-kerbau dimanfaatkan tenaganya guna membajak sawah.

Dalam Bahasa Batak disebut maninggala. Sekarang, tenaga mesin berupa jetor hingga odong-odong menggantikan tenaga kerbau dan manusia.

Para petani harus mempunyai keterampilan untuk menjalankan dan memelihara mesin-mesin yang canggih. Semakin banyak pula petani yang bekerja sendirian.

BERSPONSOR
Odong-Odong Mesin Panen Padi
Mesin panen padi odong-odong yang dikenal juga dengan nama combine harvester (foto: Damayanti)

Odong-Odong Jadi Pilihan

Adanya mesin panen padi odong-odong jadi pilihan bagi masyarakat. Selain karena biayanya lebih hemat karena tidak menggunakan banyak tenaga kerja.

Mesin panen padi odong-odong ini juga lebih praktis dan hemat.

Sebagai gambaran dari salah satu petani yang Ninna tanyakan: Untuk panen padi 6-8 rante hanya berbiaya 400ribu. Dalam waktu 3 jam panen padi tuntas dikerjakan.

BERSPONSOR

Tidak dibutuhkan tambahan biaya di luar 400ribu kepada petugas yang memanen padi atau pemilik mesin padi odong-odong.

“Jauh lebih hematlah pakai odong-odong. Kalau manangkap gaji (baca: menggaji orang), perlu ada 6 orang. Pagi dan siang perlu dikasih makan, sore harus dikasih minum tuak. Pun mereka mau minta uang rokok. Kalau marodong-odong, hanya 1 orang saja kerja bawa odong-odong. Pun tidak ada tuntutan kopi, teh manis, tuak, uang rokok. Hanya air putih saja ku berikan,” jelas boru Sinaga yang tinggal di Sigaol Simbolon, Samosir.

TERKAIT  Pejabat Meksiko Menemukan 129 Migran di Dalam Truk di Tengah Gelombang Panas

Ia mengatakan, mesin panen padi odong-odong ini sudah dua tahun terakhir digunakan oleh masyarakat untuk panen padi. Masyarakat di Desa Sigaol Simbolon sama sekali telah meninggalkan Budaya Marsiadapari atau Manangkap Gaji.

Odong-Odong Mesin Panen Padi
Suasana Desa Simbolon (foto: Damayanti)

Mesin panen padi odong-odong yang dikenal juga dengan nama combine harvester memudahkan petani dalam memanen padinya.

- Advertisement -

Selain itu, membuka lapangan kerja baru bagi pemilik combine harvester.

Hilangnya Budaya Marsiadapari maupun Manangkap Gaji juga dibenarkan boru Simbolon yang tinggal di Simbolon. Akan tetapi, katanya, pemilik mesin panen padi odong-odong lebih memilih lahan sawah padi yang cenderung datar dan tidak terlalu kecil.

Sebab, untuk lahan sawah yang terlalu miring dan sempit tidak memungkinkan bagi mobil odong-odong untuk masuk.

Biasanya, dengan keadaan lahan sawah miring dan sempit, para petani memilih memberdayakan anggota keluarga atau kenalan mereka.

Penulis: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU