spot_img

Air Terjun Naisogop, Kisah Cinta Dendam Dan Kesetiaan

NINNA.ID – SAMOSIR

Namanya, air terjun Naisogop. Air terjun ini terletak di kaki gunung Pusuk Buhit Dusun Huta Urat, Desa Sianjur, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer ke arah Selatan dari pusat Kota Pangururan, pusat pemerintahan Kabupaten Samosir.

Layak menyandang predikat air terjun yang legendaris, karena di samping keindahannya yang mampu membius rasa dan memanjakan mata setiap pengunjung, air terjun Naisogop ternyata memiliki kisah romantika yang menggugah, yakni kisah tentang cinta, dendam dan kesetiaan.

Kisah inilah yang selalu ada di hati setiap pengunjung. Bercampur-aduk dengan indahannya alam sekitar yang tersaji di setiap titik pandang ketika sudah tiba di titik lokasi air terjun Naisogop.

Sebagaimana dituturkan oleh Osden Sinabang, penduduk yang bermukim di Dusun Hutaurat, sekaligus sebagai petugas pariwisata di desa ini. Kisah cinta, dendam dan kesetiaan yang melekat pada air terjun Naisogop adalah kisah yang terjadi di antara dua anak manusia desa setempat, yang saling mencintai dan memutuskan menikah, membentuk rumah tangga.

Tidak lama setelah melangsungkan pesta adat pernikahan, sang suami pergi meninggalkan isterinya untuk merantau ke bariba tao (negeri jauh) untuk mengadu nasib, karena di tempat mereka tinggal tidak cukup lagi lahan sawah yang boleh di olah.

Berbulan-bulan lamanya sepeninggalan suami, sang isteri tidak pernah mendapat kabar berita dari sang suami. Namun sang isteri yang hidup sendiri di gubuk terpencil di dekat sebuah sungai, tetap menjaga cinta dan harapannya kepada pria tercinta yang dinikahinya.

Hingga bulan kesembilan, saat bayi yang dikandungnya lahir ke bumi, sang suami tercinta tidak pernah kunjung berkabar. Sang isteripun putus harapan dan sangat kecewa. Dia mengira, bahwa suaminya telah kawin lagi di negeri perantauan. Satu-satunya alasan yang membuat suaminya tidak lagi memperdulikan dirinya.

Hatinya kecewa. Marah. Marah karena merasa dibohongi, dikhianati, dan disia-siakan. Amarahnya menimbulkan dendam membara dalam dirinya, dan dilampiaskan kepada sang anak yang baru dilahirkan.

Sang isteri menjadi membenci serta tidak menerima sang jabang bayi, yang ayahnya adalah pria yang menghianati dan mensia-siakannya. Perempuan yang dilanda amarah ini pun membuang sang jabang bayi ke kandang babi dan mati, tak berbekas.

Air Terjun Naissogop
Tampak seorang pengunjung sedang ingin melompat dari sisi dinding air terjun (Foto/ist)

Tak disangka, beberapa hari setelah bayinya dibuang, tiba-tiba sang suami muncul di depan gubuk. Setelah memeluk erat rindu sang isteri, sang suamipun menyerahkan oleh-oleh istimewa kepada si isteri, yakni berupa popok, pakaian dan perlengkapan bayi.

TERKAIT  Mata Air Raja Sijambang, Bisa Tak Terlihat Walau Suaranya Terdengar

Sembari minta maaf sang suami mengutarakan, semua jenis oleh-oleh tersebut sengaja dipilih, karena menurut perkiraannya, sekarang merupakan masa-masa kelahiran bayi, buah cinta mereka berdua. Dan itulah sebabnya dia memilih untuk pulang.

Mendengar penuturan sang suami, hati sang istri hancur. Perasaan bersalah dan berdosa menyumpal di pikirannya. Dendam terhadap suami yang membuatnya tega membuang anak yang dikandungnya, ternyata salah. Suaminya ternyata laki-laki setia dan bertanggung-jawab.

Tidak tahan menanggung beban rasa bersalah dan berdosa, si isteri memutuskan harus mengakhiri hidupnya. Tak jauh dari gubuk mereka, ada aliran sungai deras dengan air terjun di antara tebing pebukitan yang curam. Lalu diam-diam si isteripun pergi menaiki tebing curam, meloncat kepusaran air terjun dan mati di sana. Nama perempuan ini adalah Naisogop. Itulah mengapa air terjun ini diberi nama dengan air terjun Naisogop.

Kini lokasi air terjun sudah mendapat polesan lumayan baik dari pemerintah Kabupaten Samosir. Di samping toilet, juga terdapat ruang tunggu berdinding kaca, membuat pengunjung nyaman menikmati suasana pinggiran air terjun.

Bagi pengunjung yang ingin menceburkan diri di titik terjunan air setinggi kurang lebih 20 meter ini, sangat menantang dan perlu dicoba. Kolam alami yang terbentuk di sana sudah ditata dengan baik memanfaatkan batu batu alam yang banyak tersedia di sekitar aliran sungai. Sedangkan bagi pengunjung yang hanya ingin mengambil foto-foto yang instagramable, baik yang selfie atau groupie, tentu banyak titik pilihan yang tersedia, dengan pemandangan latar air terjun yang sangat indah.

Bila ingin menyambangi air terjun Naisogop ini, anda cukup merogoh kocek sebesar lima ribu rupiah, ditambah uang parkir sebesar dua ribu rupiah. Dari area parkir para pengunjung ditantang untuk berjalan kaki sejauh 350 meter, melaui jalan rabat beton.

Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan alam yang indah dengan latar lembah sagala yang menakjubkan. Kemudian bila merasa harus butuh rehat sebentar, silahkan istirahat di gazebo yang sengaja dipersiapkan untuk pengunjung.

Setelah pandemi Covid-19 ini berakhir, silahkan rencanakan liburan anda ke Danau Toba. Jelajahi wisata alam Samosir yang selalu menawarkan sesuatu yang menggoda hati anda. Air terjun Naisogop salah satu yang direkomendasi NINNA.

Penulis : Mr.O
Editor : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU