SAMOSIR – Pekan Olahraga Provinsi Porprov Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kabupaten Samosir untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Sekretaris KONI Samosir, Rudi Simbolon, menilai persiapan menuju Porprovsu tidak boleh hanya berfokus pada pencarian atlet menjelang pertandingan.
Yang lebih penting adalah membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan agar Samosir memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kalau mau berprestasi, pembinaan tidak bisa instan. Atlet harus dipersiapkan sejak jauh hari, diberi kesempatan berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi,” ujarnya kepada NINNA, Selasa 9 Juni 2026.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebijakan KONI Sumatera Utara yang telah menetapkan 28 cabang olahraga untuk dipertandingkan pada Porprov 2026.
Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 itu tidak hanya menjadi kompetisi antar daerah, tetapi juga sarana penjaringan atlet menuju tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar, menegaskan bahwa Porprov merupakan bagian penting dari proses pembentukan atlet Sumatera Utara yang nantinya dipersiapkan menghadapi Pra-PON, Kejuaraan Nasional, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Mencari dan Membina Atlet Berbakat
Menurut Rudi Simbolon, salah satu pekerjaan besar yang harus dilakukan menjelang Porprov adalah memetakan potensi atlet di setiap cabang olahraga.
Ia menilai masih banyak talenta muda di Samosir yang memiliki kemampuan olahraga, tetapi belum tersentuh pembinaan yang terarah.
Karena itu, koordinasi antara KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting.
“Kita harus mengetahui atlet-atlet potensial yang ada di setiap kecamatan. Jangan sampai ada yang berbakat tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” katanya.
Selain pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi perhatian. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh kualitas program latihan yang diterapkan.
Pentingnya Kompetisi Berjenjang
Rudi menilai atlet membutuhkan lebih banyak kesempatan bertanding untuk meningkatkan kemampuan dan mental kompetitif.
Ia berharap setiap cabang olahraga dapat menyelenggarakan kejuaraan atau mengikuti berbagai event yang sesuai dengan kebutuhan atlet.
Dengan demikian, para atlet tidak hanya berlatih, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.
“Kalau atlet jarang bertanding, kemampuan mereka sulit diukur. Kompetisi menjadi bagian penting dari proses pembinaan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil yang dicapai pada Porprov nantinya akan sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak pengalaman kompetisi yang dimiliki atlet sebelum memasuki arena pertandingan.
Dukungan Semua Pihak
Persiapan Porprov juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Rudi menegaskan bahwa olahraga tidak bisa berkembang jika hanya mengandalkan satu lembaga. Diperlukan kolaborasi yang kuat agar program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ia juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk mulai menyusun program kerja yang terukur dan berorientasi pada prestasi.
“Target kita bukan hanya hadir di Porprov, tetapi bagaimana atlet-atlet Samosir bisa tampil maksimal dan membawa hasil terbaik bagi daerah,” katanya.
Membangun Prestasi Jangka Panjang
Bagi KONI Samosir, Porprov 2026 bukan sekadar agenda pertandingan dua tahunan. Ajang ini harus menjadi titik awal untuk membangun fondasi olahraga yang lebih kuat di masa depan.
Melalui pembinaan yang konsisten, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan berbagai pihak, Samosir diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, KONI Samosir optimistis berbagai cabang olahraga dapat memaksimalkan pembinaan sehingga mampu tampil kompetitif pada Porprov Sumut 2026 mendatang.
“Porprov adalah kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan yang kita lakukan. Karena itu, persiapan harus dimulai dari sekarang dan dilakukan secara serius,” tegas Rudi Simbolon.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga



