Polres Samosir dan Panitia Trail of The Kings Survei Seluruh Jalur Lomba

BERSPONSOR

SAMOSIR, NINNA.ID– Menjelang pelaksanaan Trail of the Kings (TOTK) – Lake Toba by UTMB 2026, Polres Samosir bersama panitia penyelenggara melakukan survei menyeluruh terhadap seluruh lintasan yang akan dilalui para pelari.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Samosir, Kompol Eduard Tobing, pada Senin 8 Juni 2026 merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan peserta sekaligus kelancaran pelaksanaan event internasional tersebut.

Survei lapangan dilakukan mulai dari area start dan finish di Pangururan hingga ke berbagai desa, perkampungan, perbukitan, lembah, dan jalur teknis yang menjadi bagian dari rute lomba kategori 100K, 60K, dan 28K.

Kompol Eduard Tobing menegaskan bahwa pengamanan TOTK tidak hanya berfokus pada pusat acara, tetapi juga mencakup seluruh lintasan yang dilalui pelari.

BERSPONSOR

“Dalam upaya memastikan keselamatan dan kelancaran kegiatan, Polres Samosir menggelar pengamanan dan pengawalan dalam rangka Trail of The Kings 2026 di Kabupaten Samosir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa personel Polres Samosir bersama jajaran Polsek akan ditempatkan di berbagai titik strategis.

“Personel Polres Samosir dan Polsek jajaran ditugaskan untuk mengawal start dan finish serta mengamankan jalur lintasan rawan di daerah perbukitan, daerah jurang maupun lembah yang dilalui peserta,” katanya.

Melintasi Puluhan Desa di Samosir

Berdasarkan data panitia, lintasan Trail of the Kings 2026 akan melintasi sedikitnya 36 desa, kampung, dan huta yang tersebar di Kabupaten Samosir.

Di antaranya:

  • Pasar Pangururan
  • Sabungan Nihuta
  • Paraduan
  • Ronggur Nihuta
  • Huta Tinggi
  • Lumban Pinggol
  • Hutaparik
  • Simangonding
  • Lumban Butar Butar
  • Tanjung Bunga
  • Naibo
  • Batu Hapur
  • Sitao-tao
  • Limbong Sarimarrihit
  • Singkap
  • Sianjur Mula-mula
  • Hutabalian
  • Ginolat
  • Hobon Pardomuan
  • Huta Gurgur
  • Batu Bolon
  • Janji Martobu
  • Lumban Boga
  • Sepingan
  • Sosor Nabolah
  • Bonan Dolok
  • Sapura
  • Panjaitan
  • Siboro
  • Bukit Burung
  • Jangak
  • Lumban Bulu
  • Daihang
  • Aek Rangat
  • Lumban Sosor
  • Lumban Tonga-tonga

Rute ini membawa para pelari menjelajahi kawasan ikonik Kaldera Toba, mulai dari perkampungan tradisional, kawasan pertanian, jalur perbukitan, hingga panorama alam yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata olahraga di Samosir.

Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan
Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan bersama panitia TOTK pada Jumat 5 Juni 2026 mengadakan survey lokasi lintasan para pelari TOTK (foto: istimewa)

Putra-Putri Lokal

- Advertisement -

Yang menarik, hampir seluruh unsur pelaksana lapangan yang bertanggung jawab langsung terhadap jalannya lomba merupakan masyarakat lokal Samosir dan Sumatera Utara.

Koordinator marshal lapangan dipercayakan kepada Revi, dengan pembagian tanggung jawab per segmen sebagai berikut:

  • Rizal Naibaho – Koordinator Segmen Pangururan–Ronggur Nihuta
  • Raimon Canbuek – Koordinator Segmen Sitao-tao dan Rumah Hela
  • Partogi Limbong – Koordinator Segmen Pusuk Buhit
  • Jhon Sagala – Koordinator Segmen Naisogop
  • Lorista Limbong – Koordinator Segmen Sianjur Mula-mula
  • Parolin – Koordinator Segmen Bonan Dolok dan Janji Martogu
  • Lorista Limbong – Koordinator Segmen Bukit Burung
TERKAIT  Jadwal Semifinal Piala Dunia 2022 Argentina vs Kroasia dan Prancis vs Maroko, Bisa Live di Yalla Shoot TV?

Sementara untuk pengelolaan aid station dan water station, panitia bekerja sama dengan komunitas lokal dan organisasi olahraga daerah, termasuk dukungan dari ALTI Sumut yang mengoordinasikan sejumlah titik pelayanan pelari di Paraduan, Ronggur Nihuta, Huta Tinggi, dan lokasi lainnya.

Event Internasional dengan Sentuhan Lokal

Keberpihakan Trail of the Kings terhadap masyarakat lokal tidak hanya terlihat dari pelibatan tenaga kerja lapangan. Dalam konsep penyelenggaraannya, panitia juga mendorong keterlibatan warga di sepanjang jalur lomba sebagai tuan rumah event.

Dokumen penyelenggaraan TOTK 2026 bahkan menegaskan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar race central maupun di seluruh jalur lomba.

Warga lokal juga akan dilibatkan dalam berbagai pertunjukan budaya, aktivitas penyambutan pelari, hingga penampilan kesenian Batak di setiap titik istirahat pelari (aid station).

Tidak hanya itu, penyelenggara juga memberikan ruang bagi UMKM unggulan Samosir untuk tampil sebagai etalase produk lokal selama event berlangsung, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh peserta lomba, tetapi juga masyarakat setempat.

Kolaborasi untuk Keselamatan dan Dampak Ekonomi

Dengan peserta yang berasal dari puluhan negara dan berbagai provinsi di Indonesia, Trail of the Kings bukan lagi sekadar lomba lari lintas alam.

Event ini telah menjadi ajang kolaborasi besar antara pemerintah, kepolisian, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, UMKM, seniman budaya, hingga masyarakat desa.

Karena itu, survei bersama yang dilakukan Polres Samosir dan panitia menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap pelari dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan di tengah keindahan alam Kaldera Toba.

Lebih dari sekadar event olahraga, Trail of the Kings 2026 menunjukkan bahwa masyarakat lokal bukan hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama yang menggerakkan, menjaga, dan menikmati manfaat dari salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU