Wawancara dengan Grace, Wisatawan Australia yang Datang ke Danau Toba karena Ajang Trail of The Kings

BERSPONSOR

SAMOSIR, NINNA.ID – Bagi Grace, perempuan asal Australia ini, perjalanan menuju Danau Toba bukan sekadar mendampingi suaminya, Logan, mengikuti lomba trail running bertaraf internasional.

Perjalanan ini menjadi momen yang telah lama mereka nantikan sejak pertama kali jatuh cinta pada Pulau Sumatra.

Pasangan yang bertunangan di Kepulauan Banyak pada tahun 2021 itu akhirnya menginjakkan kaki di Danau Toba untuk pertama kalinya.

Berawal dari sebuah ajang lari yang mereka ketahui melalui media sosial dan situs resmi UTMB, Grace justru menemukan lebih dari sekadar kompetisi antara lain panorama alam yang menakjubkan, keramahan masyarakat, rumah-rumah tradisional yang memikat, serta berbagai pengalaman wisata yang ingin ia jelajahi lebih lama.

BERSPONSOR

Di tengah rasa gugup menunggu Logan menaklukkan medan berat lintasan, Ia juga mengalami sisi lain dari sebuah event olahraga yakni perhatian dan kesiapan tim medis ketika suaminya mengalami kelelahan dan muntah akibat kondisi fisik setelah perlombaan.

Dalam wawancara bersama NINNA.ID, Grace berbagi kisah kecintaannya pada Sumatra, dukungannya kepada sang suami, hingga harapannya agar lebih banyak pelari dan wisatawan Australia datang ke Danau Toba.

Bukan hanya untuk berlomba, tetapi untuk tinggal lebih lama dan menikmati segala keindahan yang dimiliki kawasan ini.

NINNA: Saya memperhatikan Anda sejak pertama kali melihat Anda bersama suami. Boleh saya tahu nama Anda?

Grace: Nama saya Grace.

NINNA: Senang bertemu dengan Anda, Grace. Kami dari sebuah Portal Media yang fokus pada promosi pariwisata Danau Toba. Bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan?

Grace: Tentu saja, dengan senang hati.

NINNA: Bagaimana Anda mengetahui tentang acara lomba ini?

- Advertisement -

Grace: Suami saya memang ingin mengikuti lomba trail yang menjadi bagian dari kualifikasi UTMB. Kami juga sangat menyukai Sumatra. Karena kami tinggal di Australia dan lokasinya cukup dekat dengan Indonesia, kami merasa acara ini sangat cocok untuk kami ikuti.

NINNA: Jadi Anda sudah pernah mengenal Sumatra sebelumnya?

Grace: Ya. Bahkan kami bertunangan di Sumatra. Pada tahun 2021 kami menghabiskan waktu sekitar satu bulan menjelajahi Sumatra.

NINNA: Di daerah Sumatra mana Anda bertunangan?

Grace: Di Kepulauan Banyak.

NINNA: Apakah saat itu Anda sudah mengunjungi Danau Toba?

Grace: Belum. Waktu kami tidak cukup untuk mengunjungi semua tempat di Sumatra. Namun, banyak orang mengatakan bahwa kami harus datang ke Danau Toba. Jadi ketika melihat ada perlombaan diadakan di Danau Toba, kami sangat bersemangat.

NINNA: Jadi ini merupakan kunjungan pertama Anda ke Danau Toba?

Grace: Ya, ini pertama kalinya saya datang ke Danau Toba dan alasan utama kami datang adalah karena perlombaan ini.

NINNA: Bagaimana Anda mengetahui informasi tentang acara ini? Apakah melalui media sosial?

Grace: Ya, kami mengetahuinya melalui media sosial dan situs resmi UTMB. Kami memang selalu mengikuti informasi terbaru mengenai lomba-lomba trail.

NINNA: Apa reaksi Anda ketika suami mengatakan ingin mengikuti lomba ini?

Grace: Saya merasa sedikit gugup, tetapi lebih banyak merasa bersemangat. Saya sendiri tidak ikut berlomba, jadi saya bisa menikmati perjalanan ini sebagai pendukungnya.

NINNA: Apakah Anda juga seorang pelari?

Grace: Ya, saya juga berlari, tetapi tidak sejauh dan tidak sekompetitif suami saya. Mungkin tahun depan saya akan kembali dan mengikuti kategori yang lebih pendek.

TERKAIT  Gunung Tertinggi di Indonesia Rerata di Papua

NINNA: Bagaimana Anda mendukung suami selama persiapan menuju lomba ini?

Grace: Dia berlatih dengan sangat serius. Kami tinggal di daerah pegunungan dengan banyak jalur trail, jadi itu sangat membantu latihannya. Saya membantu dengan menyiapkan makanan, mengatur perjalanan, memesan penerbangan, serta mengurus semua kebutuhan agar dia bisa datang dan bertanding di sini.

NINNA: Apakah kondisi alam tempat tinggal Anda mirip dengan medan di Danau Toba?

Grace: Yang paling mirip adalah banyaknya tanjakan. Kami beruntung tinggal di daerah yang memiliki banyak bukit, sehingga kaki suami saya sudah cukup terbiasa dengan pendakian. Namun, ada perbedaan karena kami datang dari musim dingin, sehingga kami datang satu minggu lebih awal agar dia bisa menyesuaikan diri dengan cuaca yang lebih hangat.

NINNA: Apa yang Anda rasakan ketika menunggu suami menyelesaikan perlombaan?

Grace: Saya sangat gugup. Saya tahu betapa pentingnya lomba ini bagi dia dan berapa banyak waktu yang telah dia habiskan untuk berlatih. Saya sempat melihatnya saat berada di garis start dan tentu sangat menunggu momen ketika dia menyelesaikan perlombaan.

NINNA: Selain perlombaan, bagaimana kesan pertama Anda terhadap Danau Toba?

Grace: Kami sangat menyukai Danau Toba. Tempat ini sangat indah, orang-orangnya sangat ramah, rumah-rumah tradisionalnya juga menarik. Setelah perlombaan selesai dan kami tidak perlu merasa tegang lagi, kami ingin benar-benar menikmati waktu kami di sini.

NINNA: Apakah Anda sudah membuat rencana perjalanan selama berada di Danau Toba?

Grace: Ya, saya sudah mencari banyak informasi sebelumnya. Saya ingin mengunjungi air terjun, bermain kayak, berendam di pemandian air panas, dan juga melakukan sedikit lari santai sendiri. Apakah suami saya ikut atau tidak, tergantung bagaimana kondisi tubuhnya setelah lomba.

NINNA: Jadi Anda memang sudah melakukan riset sebelum datang?

Grace: Benar. Saya sangat suka melakukan riset sebelum berkunjung ke suatu tempat.

NINNA: Setelah pengalaman ini, apakah Anda akan merekomendasikan Danau Toba kepada pelari lain dan keluarga mereka?

Grace: Tentu saja. Namun saya akan menyarankan mereka untuk tidak hanya datang saat perlombaan. Tinggallah lebih lama, karena dengan begitu mereka bisa benar-benar menikmati keindahan Danau Toba dan berbagai aktivitas yang ada di sini.

NINNA: Terima kasih banyak, Grace. Saya berharap semakin banyak wisatawan Australia yang datang ke Danau Toba melalui cerita dan pengalaman yang Anda bagikan di media sosial.

Grace: Saya juga berharap demikian. Senang sekali bisa bertemu dengan Anda. Terima kasih.

 

GRACE DAN LOGAN PESERTA TOTK
Grace mendampingi suaminya, Logan, peserta Trail of the Kings (TOTK) asal Australia, yang mengalami kelelahan dan diduga kekurangan cairan saat tiba di Gedung Geopark Sigulati, Sianjur Mulamula. Tim medis yang disiagakan Pemkab Samosir segera memberikan penanganan kepada Logan. (foto ©Damayanti)

Catatan: Saat ini Grace telah kembali ke hotel tempat mereka menginap. Suaminya tidak berhasil menaklukkan lintasan 100K. Suaminya Logan muntah-muntah saat mencapai titik Geopark Sigulati. Tim medis yang telah dipersiapkan Pemkab Samosir telah menangani suaminya dengan baik.

Saat ditanya penyebab turunnya kesehatan suaminya, Grace memprediksi kemungkinan besar suaminya kelelahan dan kekurangan cairan. Mungkin juga pengaruh kumulatif kecapekan akibat perjalanan menyebabkan suaminya muntah-muntah saat tiba di titik Gedung Geopark Sigulati, Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU