Rerata Konsumsi Rumah Tangga untuk Minyak Goreng Tiap Bulan 3,66 Liter

BERSPONSOR

NINNA.ID-Rerata konsumsi rumah tangga untuk minyak goreng tiap bulan 3,66 liter, ungkap sensus secara nasional oleh Badan Pusat Statistik.

Berdasarkan provinsi, diketahui rata-rata konsumsi minyak goreng rumah tangga tertinggi berada di Riau sebesar 4,91 liter per bulan. Konsumsi terendah di Sulawesi Tenggara 2,24 liter per bulan.

Dari 34 provinsi di Indonesia terdapat 17 provinsi dengan nilai ratarata konsumsi minyak goreng rumah tangga sebulannya di atas nasional yaitu Riau, Sumatera Barat, Jambi, Papua Barat, Gorontalo, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Papua, Aceh, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Bali dan Kalimantan Selatan.

Jika dibandingkan dengan konsumsi pada periode tahun sebelumnya (Maret 2021), rata-rata konsumsi minyak ini naik 1,01 persen. Di level provinsi, Sulawesi Tengah mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, yaitu sebesar 19,47 persen.

BERSPONSOR

Bila dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, rata-rata konsumsi minyak goreng sebulan di wilayah perkotaan lebih tinggi dari pada wilayah perdesaan, yaitu masing-masing 3,69 liter untuk perkotaan dan 3,63 untuk perdesaan.

Namun bila berdasarkan provinsi, terdapat 10 provinsi yang rata-rata konsumsi minyak goreng rumah tangga sebulannya di wilayah perdesaan lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaannya. Provinsi tersebut diantaranya adalah Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Sementara pada 23 provinsi lainnya konsumsi minyak goreng rumah tangga sebulan polanya sama dengan nasional yaitu perkotaannya lebih tinggi dari pada di wilayah perdesaanya.

minyak goreng
Rerata konsumsi rumah tangga untuk minyak goreng tiap bulan 3,66 liter, ungkap Sensus secara nasional oleh Badan Pusat Statistik. (foto: istimewa)

Mengutip data dari pusat informasi harga pangan strategis nasional, rata-rata harga minyak goreng di pasar tradisonal di Indonesia mengalami kenaikan harga dari 14.650 rupiah/liter dibulan Maret 2021 menjadi 20.850 rupiah/liter dibulan Maret 2022 atau naik sekitar 42,32 persen.

Berdasarkan data susenas Maret 2022, rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk komoditas minyak goreng secara nasional adalah 71.915 rupiah per bulan.

Pada tingkat provinsi, rumah tangga di Papua merupakan yang tertinggi pengeluarannya untuk komoditas minyak goreng yaitu sebesar 115.300 rupiah perbulan sedangkan yang terendah di provinsi DI Yogyakarta sebesar 55.134 rupiah per bulan.

Walaupun secara rata-rata konsumsi rumah tangga untuk komoditas minyak goreng pada provinsi Papua bukan yang tertinggi, sekitar 4,08 liter per bulan, namun secara biaya pengeluaran minyak goreng rumah tangga sebulannya menjadi yang tertinggi.

Hal ini mungkin disebabkan masih kurangnya akses di provinsi Papua baik dari segi moda transportasi ataupun ketersediaan infrastruktur pendukungnya seperti jalan dan SPBU, sehingga berdampak pada tingginya ongkos distribusi yang menyebabkan harga jual minyak goreng per liternya lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

- Advertisement -
TERKAIT  Korban Gempa Berjatuhan, Dapur Umum Belum Ada

Selain provinsi Papua, secara keseluruhan terdapat 20 provinsi yang pengeluarannya berada di atas angka nasional. Dibandingkan dengan pengeluaran pada periode tahun sebelumnya (Maret 2021) rata-rata pengeluaran minyak goreng rumah tangga sebulan naik sebesar 53,55 persen.

Peningkatan terbesar terjadi di provinsi Sulawesi Tengah yaitu mencapai 75,83 persen dan peningkatan terkecil ada di Provinsi Papua sebesar 32,31 persen.

Meskipun dari sisi konsumsi minyak goreng rumah tangga sebulan tidak semua provinsi mengalami kenaikan, namun pada rata-rata pengeluaran justru disemua provinsi mengalami kenaikan, hal ini mengindikasikan adanya kenaikan harga pada komoditas minyak goreng pada periode Maret 2022 dibandingkan harga pada Maret 2021.

Kebutuhan Minyak Goreng

Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar yang biasanya digunakan untuk menggoreng.

Minyak dan lemak merupakan campuran dari ester-ester asam lemak dengan gliserol yang akan membentuk gliserida, ester-ester tersebut biasa disebut dengan trigliserida.

Minyak goreng salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting untuk kegiatan sehari-hari.

Minyak goreng juga merupakan salah satu barang konsumsi penting yang harga dan persediaannya di atur oleh pemerintah, sesuai dengan perpres nomor 59 tahun 2020.

Komoditas minyak goreng yang dibahas adalah minyak goreng dengan bahan baku kelapa sawit dan bunga matahari. Makanan serba digoreng merupakan jenis makanan yang paling banyak diminati orang Indonesia.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik UNY Prof. Dr. Marwanti, realitas Indonesia sebagai pengguna minyak goreng yang cukup tinggi adalah kebiasaan sejak nenek moyang yang menggunakan minyak kelapa atau minyak kelentik, untuk dijadikan sebagai minyak goreng.

Di Indonesia sendiri minyak goreng yang paling sering digunakan adalah minyak goreng dari kelapa sawit. Kondisi ini disebabkan karena Indonesia menjadi salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO) terbesar di dunia dengan nilai estimasi produksi mencapai 49,7 juta ton pada 2021.

Merujuk pada data Dirjen Perkebunan Kementan RI tahun 2021, terdapat beberapa provinsi yang termasuk daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia seperti Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

 

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU