NINNA.ID – Zulfan Lindan pengurus Partai Nonaktif mengatakan lebih bagus Anies Baswedan kembali jadi Gubernur DKI lagi. Pernyataan itu terkait gagalnya Koalisi Perubahan dideklarasikan dan mencuatnya issu Anies akan menjadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024.
Walau terancam gagal diusung Nasdem-PKS-Demokrat, peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC), Saidiman Ahmad, menilai Anies masih punya potensi untuk maju di Pilpres 2024 tanpa Koalisi Perubahan.
Di kanal YouTube Unpacking Indonesia milik Zulfan Lindan, Saidiman rupanya mencetuskan gagasan agar Anies berduet saja dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
“Ada alternatif lain sebenarnya, Anies bergabung dengan Gerindra, Prabowo Subianto. Prabowo Anies misalnya, atau sebaliknya, itu kan salah satu kemungkinan,” ungkap Saidiman, dikutip pada Selasa (15/11/2022).
Tiak terkejut, Zulfan sendiri rupanya mengamini potensi tersebut. Kemungkinan ini, kata Zulfan, bisa jadi sudah dipertimbangkan Prabowo sebelumnya.
“Kalau dari segi Prabowo, pasti lah, kalau Anies tidak nyapres, saya yakin sekali dia menginginkan betul Anies menjadi cawapres,” ujar Zulfan.
Namun di sisi lain, kata Zulfan, masih maju mundur dengan gagasan tersebut karena terbentur problem yang sama dengan Partai NasDem saat ini.
“Dia koalisi dengan Pak Jokowi, (kemudian) dia ambil Anies sebagai wakil, kan ada jarak dengan Pak Jokowi dan koalisi. Ini kan problem juga, apakah Pak Prabowo mau mengambil posisi itu. Yang kedua, apakah Anies mau menjadi wakilnya Prabowo?” tuturnya.
“Kita dengar-dengar nggak mau kalau jadi wakilnya,” timpal Saidiman langsung, yang ternyata diamini oleh Zulfan.
“Iyalah. Lebih bagus kembali ke Gubernur DKI lagi untuk Anies, saya kira itu pilihan yang tepat untuk jadi gubernur saja lah, dua kali pasti menang kan, insya Allah, populer,” terang Zulfan.
“Untuk (maju) presiden saja populer. Sayangnya partai pengusungnya yang kurang, hanya 9,6%, atau salah satu partai nggak mau,” sambung politikus yang pernah bikin geger lewat pernyataan “Anies antitesa Jokowi” tersebut.
Manuver politik sang mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies di Pilpres 2024 mulai terbuka. Terakhir dan menjadi sorotan, ketika Anies menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (15/11/2022).
Banyak pihak, khususnyua PDIP menilai pertemuan itu diduga sebagai bentuk safari politik Anies demi mendapatkan restu Presiden Joko Widodo.
Petak politik terbaru, setelah Anies dideklarasikan sebagai Capres oleh Nasdem, Partai NasDem mulai dianaktirikan Jokowi.
“Faktanya si pinter ngomong rela ngelakuin apa saja dan menghalalkan segala cara demi mencapai ambisi pribadinya,” cuit akun Twitter @ariefrasyad.
“Strategi menarik. Saya yakin, Anies mau rekonsiliasi dgn Jokowi, krn bagaimanapun, mereka berdua pernah bersama. Tapi, kalau langsung ke beliau, akan sulit krn lingkaran istana yg resisten. Makanya, Anies pilih jalan memutar, dgn menemui Gibran,” imbuhnya.
Editor : Mahadi Sitanggang



