spot_img

Wisata Sabah Julu, Bukan Sembarang Persawahan

PAKPAK – Areal persawahan kini tak lagi hanya untuk lokasi bercocok tanam padi saja. Saat ini, di beberapa daerah, sawah juga dibenahi tujuan berlibur dan bersantai. Seperti Wisata Sabah Julu di Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Wisata Sabah Julu atau yang biasa disebut dengan nama WSJ ini berada persis di Desa Kuta Jungak, Kecamatan Siempat Rube.

Berkunjung ke WSJ ini pasti mendapatkan suasana yang menarik. Hamparan sawah yang dipadu dengan panorama alam pegunungan mampu memanjakan mata para wisatawan. Apalagi saat angin berhembus. Udara segar pedesaan memberikan sensasi yang nyaman.

Untuk bersantai di WSJ sudah tersedia beberapa fasilitas mulai dari pondok, toilet serta fasilitas lainnya berupa tempat duduk yang bisa pengunjung gunakan untuk bersantai.

Jika bro dan sista merasa lapar dan haus, jangan khawatir, karena terdapat kafe yang menyajikan berbagai olahan kopi, teh dan nasi goreng serta yang lainnya.

sabah julu 2
Spot foto berbentuk love.(foto:ist)

Dan ini dia yang diburu bagi hobi foto. Di WSJ ini menyediakan beberapa spot dengan background panorama pegunungan dan hamparan persawahan, seperti miniatur Bintang, Love, serta jembatan bambu di atas lahan sawah. Semuanya sangat instagramable.

Ada lagi yang menari di sini. Untuk menghasilkan foto yang unik, di WSJ telah disediakan baju Hanbok (baju tradisional Korea). Cukup membayar Rp10.000 sudah bisa memakai dan berfoto sepuasnya.

Mandang Berutu, seorang pengunjung lokal dari Kecamatan Salak, kepada ninnA mengaku tidak kecewa berkunjung ke WSJ. Menurutnya, WSJ dirasa sangat cocok untuk tempat bersantai. Selain mendapat udara yang sejuk, juga mendapat pemandangan hamparan areal persawahan dan pegunungan.

TERKAIT  Dolok Sigualon Miliki Wahana Selfie Seolah Melayang di Udara

“Mudah dijangkau, jalannya mulus dan lokasinya persis di pinggir jalan besar. Tempatnya memang nyaman untuk bersantai,” kata Mandang.

Mersin Padang warga Desa Kuta Jungak sekaligus pendiri dan pengelola WSJ saat ditemui ninnA menyampaikan, sebelumnya mereka terdorong untuk mendirikan WSJ ini, setelah mengikuti pelatihan-pelatihan pengelolaan tempat wisata di daerah lain.

Destinasi WSJ tersebut, kata dia, mulai didirikan pada tahun 2020 dan mulai beroprasi bulan Januari tahun 2021. Untuk jam operasional WSJ, kata Mersin, mulai buka dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16:00 WIB setiap hari. Namun tutup tergantung banyaknya pengunjung.

sabah julu 3
Wisatawan saat bersantai menikmati makan di pondok WSJ.(foto:istimewa)

Untuk kuliner yang tersedia di WSJ ini, mulai dari nasi goreng, indomie serta menu lainnya, dan untuk minuman diantaranya, kopi, teh gambir serta minuman lainnya. Dan ada juga jajanan produk UMKM Pakpak Bharat.

Jika Bro dan Sista penasaran dan berniat mengunjungi WSJ ini, tidak perlu takut kesasar. Untuk akses jalan juga mulus berkontruksi hotmix. Diperkirakan jika berangkat dari Kota Salak, hanya memakan waktu kurang lebih 15 Menit sudah sampai dilokasi.

 

Penulis    : Lastro Banurea
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU