spot_img

Wisata Alam Paling Menantang di Sumut Ada di Karo

KARO – Memang belum terkenal dibandingkan dengan Gunung Sibayak yang sudah menjadi langganan para pendaki, tapi gunung ini digadang-gadang menjadi gunung dengan puncak tertinggi di Sumut, Gunung Sibuatan. Gunung yang memesona dengan sejuta cerita.

Ibarat kata orang bijak, “Look deep in to nature and you will understand everything better.” Benar saja, Gunung Sibuatan yang berlokasi di Merek, Kabupaten Karo sanggup memberikan pengalaman luar biasa.

Salah satu pengalaman luar biasanya adalah, memandang kemegahan Danau Toba dari ketinggian 2.457 mdpl.

Gunung Sibuatan 3
Puncak Gunung Sibuatan.(foto:josua)

Sebelum mendaki, bro dan sista akan tiba di pos registrasi. Biasanya, pengelola setempat dari Generasi Muda Pelestari (Gempari). akan memeriksa bahkan mencatat segala barang bawaan pendaki.

“Alasan kami mencatat segala barang bawaan pendaki supaya pada saat turun nanti kami dapat mengestimasi berapa sampah yang akan di bawa turun, sehingga mengurangi pencemaran alam,” ujar Doni Lingga (28), pengelola setempat beberapa waktu lalu.

Saat ini terdapat beberapa syarat mendaki di Gunung Sibuatan. Di antaranya: wajib meninggalkan identitas seperti KTP sebagai bukti, pendaki masih berada di atas. Wajib vaksin minimal dosis 1 dengan menunjukkan sertifikat maupun dari peduli lindungi dan wajib membawa peralatan yang sudah ditentukan oleh pengelola seperti: tenda double layer, logistik yang memadai, pakaian ganti, perlengkapan masak, gas portable, sepatu, matras, sleeping bag, jas hujan dan kompor.

Saat registrasi, setiap pendaki juga akan membayar biaya registrasi. Per orangnya di bandrol harga Rp15.000 sedangkan untuk kendaraan roda dua seharga Rp15.000/unit dan untuk kendaraan roda empat seharga Rp40.000/unit.

Selain dari itu, pengelola juga akan menyampaikan beberapa aturan khusus seperti waktu pendakian terakhir adalah pukul 13.00 WIB dan batas akhir turun dari puncak adalah pukul 13.00 sehingga bisa tiba di pos registrasi pukul 19.00 WIB.

Saat ini Gunung Sibuatan memiliki 5 shelter. Namun shelter rekomendasi untuk mendirikan tenda adalah shelter 5 yang memang dijadikan sebagai area camp. Sangat tidak dianjurkan untuk mendirikan tenda di shelter 3 dan 4, karena areanya dilapisi oleh panggung kayu yang berongga.

TERKAIT  Ruang Terbuka Publik Merubah Wajah Kota Parapat
Gunung Sibuatan 1 Sumatera Utara
Shelter 5 Gunung Sibuatan, lokasi pendirian tenda.(foto:josua)

Salah satu daya tarik dari Gunung Sibuatan ini adalah jalur trekking yang dipenuhi oleh akar pohon yang menjadi rumah dari berbagai flora langka seperti anggrek hutan, kantong semar, jamur dan masih banyak lagi.

Salah satu jalur trekking yang wajib bro dan sista jajaki adalah jalur Nagalingga. Jalur ini merupakan pilihan paling menantang karena akan disuguhi trek lumpur yang memacu semangat saat mendaki. Estimasi waktu trekking lewat jalur ini bisa mencapai 7-8 jam pendakian.

Sesampainya di puncak Gunung Sibuatan, bro dan sista akan disambut oleh samudera awan yang menghiasi pemandangan Danau Toba dan panorama langka ini pastinya akan memanjakan mata.

Setelah lelah mendaki, sempatkan waktu untuk menikmati senja yang kian menghilang dengan seduhan segelas kopi. Setelah itu, mulai mendirikan tenda untuk tempat berteduh dalam semalam. Cuaca ekstrim sudah menjadi tantangan besar saat mendaki di Gunung Sibuatan, pastikan membawa jaket yang tebal supaya terhindar dari hipotermia.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar pendakian aman dan nyaman. Yang pertama, tidak dianjurkan untuk menggunakan sendal gunung karena trek yang berlumpur. Tidak mendirikan tenda di pintu angin karena dikhawatirkan akan merusak tenda karena kuatnya hembusan angin. Dirikanlah tenda di shelter yang sudah ditentukan.

Ingat aturan yang berlaku, khususnya tepat pada waktu yang sudah ditentukan, apalagi terhadap jadwal turun dari gunung dan yang paling harus diperhatikan adalah jangan coba-coba untuk keluar dari jalur yang sudah ditentukan, karena akan mengakibatkan bahaya yang bisa saja datang tanpa aba-aba seperti hewan buas dan tersesat tanpa ada bantuan dari siapa-siapa.

Gunung Sibuatan memang ditakdirkan menjadi rumah bagi semua umat untuk menyaksikan keagungan Pencipta. Pesona Sibuatan ini tidak akan pernah mengecewakan. Maka jangan kecewakan dengan tidak mengunjunginya. Datang, saksikan dan ceritakan kepada dunia kalau Danau Toba juga megah dan gagah dipandang dari puncak Gunung Sibuatan.

 

Penulis    : Josua Siburian
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU