NINNA.ID – Jagat maya dijejali unggahan viral video yang menampilkan rakun menari tarian khas hiphop, yang menarik lebih dari 10 juta penonton di TikTok
Melansir Yahoo, video viral tersebut memperlihatkan seekor rakun di kebun binatang melakukan gerakan menari khas hiphop dengan meniru seorang pengunjung.
Gerakan itu tampak sangat sempurna. Video itu dibagikan oleh pengguna Twitter dengan akun Morissa Schwartz pada 19 April 2023 dan sudah ditonton puluhan ribu kali.
“Gerakan yang sangat sempurna,” tulis salah satu komentar.
Akan tetapi, tidak sedikit penonton yang melihat video tersebut dan merasa tidak terhibur sama sekali. Ada yang menilai tarian rakun tersebut sebenarnya karena terdorong oleh kondisi psikologisnya karena terus berada di dalam kandang.
Cool moves!! pic.twitter.com/cVvZv17aGj
— Morissa Schwartz ???? (Dr. Rissy) (@MorissaSchwartz) April 19, 2023
“Gerakan tariannya sangat bagus, namun hewan itu tidak seharusnya berada di kebun binatang. Bagaimana pun, saya menyukainya,” kata seorang pengguna Twitter.
Ada pula pengguna Twitter yang menulis tarian rakun tersebut karena hewan itu fikirannya sudah terpengaruh. Video tersebut pun dianggapnya sama sekali tidak lucu. Pandangan itu diperkuat oleh komentar dari pengguna Twitter lain yang menyebut gerakan berulang yang dilakukan oleh rakun tersebut disebabkan oleh stres dan hal ini sama sekali tidak lucu.
“Ini sama sekali tidak lucu. Ketika hewan merasa terkurung dan ketakutan, mereka akan melakukan gerakan – gerakan seperti itu,” kata seorang pengguna Twitter.
Rakun adalah hewan mamalia dan omnivora yang asalnya dari kawasan Amerika utara. Ukuran rakun biasanya 40 cm sampai 70 cm dengan berat badan bisa sampai 9 kg.
Seperti diketahui, hewan rakun, yang dikenal karena corak wajahnya yang khas serta ekornya yang lebat, merupakan hewan kecil yang berasal dari Amerika Utara. Mereka termasuk dalam keluarga Procyonidae, yang juga mencakup coati dan olingo. Hewan ini memiliki kebiasaan malam, dan dikenal sebagai pemakan segala (omnivora) yang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Meskipun rakun sering dianggap sebagai hewan liar, mereka sering dijinakkan dan dipelihara sebagai hewan peliharaan. Namun, keberadaan mereka di alam liar menjadi bermasalah bagi beberapa orang karena mereka dianggap sebagai hama. Rakun sering memasuki rumah dan mencari makanan, serta dapat merusak properti.
Namun, rakun juga memiliki peran penting dalam ekosistem, mereka membantu mengendalikan populasi hewan kecil seperti serangga, tikus dan hewan pengerat lainnya. Rakun juga berperan sebagai penyebar biji-bijian dan tanaman di hutan.
Sayangnya, populasi rakun di beberapa daerah di Amerika Utara terancam oleh habitat yang semakin berkurang, terutama akibat perluasan perkotaan dan deforestasi. Oleh karena itu, upaya konservasi harus dilakukan untuk memastikan keberlangsungan hidup mereka.
Secara keseluruhan, rakun adalah hewan yang unik dan menarik dengan peran penting dalam ekosistem. Meskipun mereka dapat menjadi hama di lingkungan manusia, keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam.



