spot_img

UMKM Ramaikan Acara Woman 20 G20 di Danau Toba

NINNA.ID – Guna menyambut dan meramaikan berlangsungnya acara Women 20 G20, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba meluncurkan program yang disebut Promosi Gerak Bersama Ekonomi Kreatif (Progresif) Danau Toba selama 15-24 Juli di Ruang Terbuka Publik Pantai Bebas Parapat, Simalungun.

Melalui program ini, pemerintah melibatkan pelaku UMKM di bawah naungan Dewan Kerajinan Nasional di Daerah (Dekranasda) di Kawasan Danau Toba berpartisipasi dalam event W20 Progresif Danau Toba.

Program ini merupakan kerjasama antara BPODT, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten dan Dekranasda se-Kawasan Danau Toba untuk menyemarakkan W20 Summit.

Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Siantar mengatakan akan menampilkan produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM binaannya.

Program Progresif tidak hanya terdiri dari kegiatan pameran UMKM. Ada juga pameran Dekranasda, panggung musik dan hiburan, karnaval budaya Sumut, fashion show, lomba bercerita anak, pameran stan BUMN, talk show, sosialiasi Bank Indonesia, atraksi seni budaya 8 kabupaten, door prize, kuis berhadiah, kuliner dan pameran anak, pemutaran film “Anak Danau” The Series, Film Karya Sineas Danau Toba dan Vaksinasi Booster.

Acara yang berlangsung selama 10 hari tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan transaksi keuangan dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, acara ini diharapkan berefek ganda yakni menambah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Presidensi G20 Secercah Harapan Selama Pandemi
Presidensi G20 di Danau Toba mendatangkan secercah harapan setelah dua tahun Indonesia menghadapi pandemi. Pelonggaran aturan perjalanan telah mendatangkan angin segar bagi para pelaku UMKM, khususnya di bidang pariwisata.

BPS mencatat pada Mei 2022 jumlah kunjungan wisatawan yang masuk ke Sumut mencapai 3.861 kunjungan, melonjak 2.680,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 dimana hanya ada 50 kunjungan pada Mei 2021.

Presidensi G20 ini diharapkan membuat Indonesia, khususnya Danau Toba semakin dikenal, menarik kunjungan wisatawan, hingga membuka kesempatan investasi. Momen ini pun menjadi kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global.

Dari perspektif regional, Presidensi G20 menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam bidang diplomasi internasional dan ekonomi di regional. Ini nyata karena Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.

Bank Indonesia meyakini presidensi ini membuat Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan. Ini dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia kepada dunia, dan menjadi titik awal pemulihan keyakinan pelaku ekonomi pasca pandemi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pertemuan-pertemuan G20 khususnya W20 di Danau Toba menjadi sarana untuk memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional. Dengan demikian diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia.

Acara W20 di Parapat, Danau Toba, akan dihadiri delegasi dari anggota G20. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea, Rusia, Perancis, China, Turki, dan Uni Eropa.

Women20 G20 Dukung Perempuan Berwirausaha
Dua dari empat isu prioritas W20 yakni mendukung perempuan untuk menjadi pelaku UMKM. Kedua, menghapus diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian.

W20 akan mengangkat studi kasus di beberapa pedesaan di Indonesia yang menunjukkan pengaruh wanita dalam perekonomian. Banyak orang di negara-negara berkembang seperti Indonesia telah sukses dalam menjalankan industri rumah atau usaha kecil-kecilan.

TERKAIT  Ini Lokasi Berburu Oleh-Oleh Khas Danau Toba di KNIA

Usaha yang disebut UMKM ini memungkinkan para wanita dapat bertahan selama masa-masa sulit khususnya selama pandemi Corona melanda bumi.

Selain itu, UMKM diakui sebagai pondasi utama menyumbang produk domestik bruto (PDB) khususnya selama pemulihan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

UMKM juga berkontribusi dalam menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia dan mampu menghimpun hingga 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Peningkatan jumlah pengusaha UMKM merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.

UMKM juga terbukti kuat dalam menghadapi krisis ekonomi, mempunyai perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi domestik dan bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat.

Dalam sebuah talkshow G20 Digital Transformation: Resilient MSMEs for Global Economic Recovery di Jakarta, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, Presidensi G20 Indonesia akan mendorong kemitraan global untuk inklusi keuangan dengan menghadirkan infrastruktur, seperti sistem pembayaran dan peraturan yang kompatibel antar negara.

Ia menambahkan, melalui sejumlah instansi pemerintahan akan mendorong lembaga keuangan dan UMKM untuk memiliki akses permodalan dan pasar yang lebih luas. Pemerintah masih terus bekerja untuk merealisasikan target level inklusi keuangan dalam negeri sebesar 90 persen di 2024.

UMKM menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Karena andil tersebut, pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi yang salah satu misinya adalah mendukung kelangsungan bisnis UMKM serta menyediakan jaring keamanan sosial bagi kelompok rumah tangga rentan. Hal ini sejalan dengan isu prioritas W20.

Para wanita memiliki peran penting dalam komposisi pelaku UMKM di Indonesia. Data Kemenkop UKM menunjukkan sebagian besar pelaku UMKM adalah kaum hawa. Di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan.

Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

Pelaku UMKM Danau Toba Didominasi Perempuan

UMKM G20
Pengurus dan anggota Asosiasi UMKM Kaldera didominasi perempuan.(foto:damayanti)

Hal yang sama didapati di 8 kabupaten Danau Toba. Pelaku UMKM didomininasi para wanita. Para wanita di pedesaan melakukan banyak cara guna menghasilkan pendapatan dengan menjajakan produk maupun jasa.

Misalnya, di banyak tempat terdapat warung makanan dan minuman di pinggiran Danau Toba atau yang biasa disebut Penapatan dijalankan oleh kaum wanita.

Deretan industri rumahan di Danau Toba yang menghasilkan kerajinan tangan, makanan, minuman, fashion dan lainnya juga diusahai oleh wanita.

Data Bank Indonesia menunjukkan pengurus, khususnya anggota UMKM binaannya terdiri dari kaum perempuan. Demikian pula anggota Asosiasi UMKM Kaldera Toba didominansi oleh para wanita.

Program Desa Wisata yang dibentuk oleh Presiden Jokowi beberapa tahun ini turut berkontribusi mendorong partisipasi para wanita di Danau Toba dalam berwirausaha.

Di 8 kabupaten Danau Toba terdapat ratusan desa wisata. Produk-produk UMKM yang dihasilkan oleh desa wisata ini akan ditampilkan selama Acara Progresif 10 hari tersebut. Namun, tidak semua akan ditampilkan. Seleksi dilakukan oleh Dekranasda tiap kabupaten di Danau Toba.

 

Penulis    : Damayanti Sinaga
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU