spot_img

UMKM Kaldera Toba, Hasilkan Mango Wine Hingga Glowingkan Kulit

NINNA.ID – Jika selama ini berwisata di kawasan Danau Toba untuk menikmati keindahan alamnya, maka sekarang lebih lengkap lagi. Berwisata ke destinasi super prioritas unggulan ini, sudah dilengkapi cemilan khas, produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat.

Memang, sejak ditetapkan menjadi destinasi super prioritas unggulan oleh pemerintah dan sebagai Global Geopark (Kaldera Toba) oleh UNESCO, kawasan ini semakin menarik saja untuk dikunjungi.  Aneka produk UMKM di kawasan Kaldera Toba, mulai ikut melengkapi pilihan wisatawan yang berkunjung. Yuk kita lihat beberapa produk UMKM di kawasan Kaldera Toba.

Rasakan Sensasi Mango Wine dari Samosir
Melengkapi  panorama indah di Danau Toba tidak lagi sebatas menenteng kantongan plastik berisi mangga. Sekarang, dari mangga Toba atau lebih kesohor disebut mangga Parapat itu, telah lahir produk turunannya.

Mungkin yang terbayang, keripik mangga ya? Bukan. Produk turunan mangga ini merupakan minuman hasil fermentasi, Mango Wine. Produk yang sudah dikemas dalam botol kaca ini, salah satu kreatifitas Ratnauli Gultom. Wine beraroma mangga membuat sensasi rasa tersendiri.

Tidak hanya Mango Wine, di tangan warga Desa Silimalombu Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir ini, bahan alami yang tumbuh di sekitarnya juga dijadikan produk ekonomi yang bernilai tambah.

Buah kemiri yang selama ini sebatas bumbu dapur, dijadikan minyak kemiri, kelapa menjadi minyak kelapa, daun sirsak dijadikan teh, bahkan sampai memproduksi handsanitizer. Semua bahan bakunya merupakan hasil tanaman sendiri atau alami.

Tes Kriyuk Keripik Benjamin Taput
Kreatifitas pelaku UMKM juga terlihat di Tapanuli Utara. Di daerah yang secara administratif merupakan “nenek” dari Kabupaten Samosir, ada aneka Keripik Benjamin, rasa jagung dan ubi jalar. Selain rasanya, kerenyahan keripik ini boleh dites kriyuk. Jauh sebelumnya, sudah lebih terkenal ada Kacang Garing Sihobuk dari Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput.

Cemilan yang sekarang menjadi oleh-oleh khas Tapanuli Utara ini, juga merupakan produk UMKM setempat dan kini sudah tersedia di galeri UMKM Taput.

Andaliman Toba, Lupa Namanya Ingat Rasanya
Produk UMKM dari Kabupaten Toba juga tak kalah menarik untuk dicoba. Kuliner dari kawasan ini, terkenal dengan rasa khas Merica Batak atau andaliman. Tanaman semak yang menjadi rempah yang mulai mendunia ini, ternya tidak lagi sekedar untuk bumbu dapur.

Beberapa cemilan yang dibalut rasa andaliman mulai banyak ditawarkan di Kabupaten Toba. Jika pernah ke Binanga Cafe, Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba, maka di sana bisa dijumpai aneka cemilan seperti keripik pisang, keripik singkong, keripik talas dengan rasa gurih plus pedas andaliman. Walau terkadang wisatawan lupa menyebut nama andaliman, tapi soal rasa selalu teringat.

TERKAIT  Membuka Pasar Ekspor Produk UMKM Kaldera Toba

Tante Buat Kulitmu Glowing di Humbahas
Humbahas, belakangan ini semakin menjadi sorotan di panggung pariwisata kawasan Danau Toba. Terlebih, kampung para raja ini kerap dikunjungi pejabat negara. Terakhir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ngevlog di Sibara-bara di Desa Wisata Tipang. Destinasi Wisata di Humbahas semakin pecah!

Di luar wisata sejarah Raja Sisingamangaraja dan panorama alamnya, ternyata ada produk yang terbilang baru dan menyentak dari Humbahas. Lewat Koperasi Kemilau Emas Pinapan tersedia ”Minyak Nilam Pakkat”.

Minyak nilam ini dipercaya mampu meremajakan dan mengencangkan kulit hingga tampak lebih glowing.

Wah, bisa diserbu tante dan emak-emak sosialita kampung para raja itu, demi membuat kulitnya tampak glowing, terlebih saat update status di medsos.

Beragam Informasi menarik produk UMKM di atas masih merupakan sebagian kecil dari diskusi antara Asosiasi UMKM Kaldera Toba dengan BP TC-UGGp (Badan Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark) yang berlangsung di Atsari Hotel Parapat, Jumat 21 Januari lalu.

Dalam diskusi itu, Ombang Siboro dari BP TC-UGGp mengkampanyekan gerakan akamsi (anak kampung sini). Tujuannya, agar masyarakat lokal tidak boleh menjadi penonton, harus menjadi orang yang ikut bergerak bersama  memacu percepatan, melakukan bersama, dan bersama sama memajukan pariwisata kawasan Danau Toba.

Selain beberapa jenis produk UMKM yang tergolong baru di atas, produk berbahan kopi yang jauh sebelumnya sudah dikenal tetap menjadi perhatian. Terlebih, saat ini semakin banyak berdiri Coffee Shop di kawasan Danau Toba, agar wisatawan tetap menemukan jenis-jenis racikan kopi premium seperti yang selama ini tersedia di perkotaan atau hotel-hotel berbintang’

Liburan ke Danau Toba semakin lengkap saja untuk semua umur dan gender. Kaum muda yang ingin bersantai tidak lagi menggenggam cemilan pabrikan, pria dan kaum bapak yang ingin menikmati espresso atau americano tak perlu membayangkan gerai kopi asal America itu, dan tentunya ibu-ibu yang sudah merasakan serunya bermedsos, saatnya berburu minyak nilam agar tetap tampil glowing saat update status. Yuk buruan ke Danau Toba.

 

Penulis   : Asmon Pardede
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU