spot_img

Ulos Silalahi, Produk Eco Fashion dari Danau Toba

DAIRI – Berbicara mengenai destinasi wisata super prioritas Danau Toba, memang tidak akan pernah menemukan titik akhir. Karena pesona dan kekayaannya pun selalu memberikan cerita yang tak pernah ada habisnya. Kekayaan potensi yang ada di Danau Toba tidak hanya bersumber dari keindahan landscape alam namun juga kearifan lokal yang sangat besar. Salah satunya adalah eksistensi ulos yang kian berimprovisasi.

Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang secara turun-temurun dikembangkan oleh masyarakat lokal dari generasi ke generasi. Pembuatan ulos ini pun masih menggunakan alat tenun tradisional dalam proses manufakturnya. Kini setiap daerah yang ada di Kawasan Danau Toba berlomba-lomba untuk menghasilkan produk ulos unggulan, salah satunya adalah Kampung Tenun Ulos Silalahi III, Kabupaten Dairi.

Ulos Silalahi
Proses pembuatan ulos di Kampung Tenun Ulos Silalahi III Dairi.(foto:josua siburian)

Aktivitas menenun ulos dilakukan oleh para partonun yang mayoritasnya adalah perempuan di Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan. Kampung ini sudah menjadi desa wisata ulos dan menjadi daya tarik setiap pengunjung yang datang ke Silalahi. Ulos yang diproduksi di kampung ulos ini mengangkat konsep eco fashion.

Ulos khas Silalahi ini menggunakan natural colorants (pewarna alam) sebagai bahan dasar pewarnaannya.

Misalnya warna pink didapatkan dari kulit bawang Silalahi, warna hitam dari daun ketapang dan hijau dari daun pisang. Selain dari pada itu, ulos khas Silalahi ini juga berbahan dasar katun sehingga menghasilkan ulos yang lebih halus dan pastinya nyaman di pakai.

TERKAIT  Taman Anggrek Tiga Dolok yang Menyenangkan Hati

Ulos tenunan ini biasa diolah menjadi produk EKRAF seperti pakaian, sepatu, tas dan dompet. Jika bro dan sista membelinya tidak akan pernah menyesal dan selalu terkagum-kagum. Jadi, di saat bro dan sista ninnA datang berkunjung ke Silalahi, jangan lewatkan kampung ini dan beli produk kreatif Danau Toba yang ramah lingkungan dan berkualitas tinggi.

 

Penulis    : Ananda Joshua Pangaribuan
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU