NINNA.ID – Alex Pereira berhasil mencuri gelar juara kelas menengah UFC setelah mengalahkan Israel Adesanya. Pertarungan puncak UFC 281 itu digelar itu digelar di Madison Square Garden, New York, Minggu (13/11/2022) siang.
Di ajang MMA, ini adalah duel pertama antara Pereira vs Adesanya. Namun di gelanggang Kickboxing, mereka pernah bertemu dua kali dengan kemenangan Alex Preira.
Baku hantam di laga UFC 281 itu ditandai dengan tendangan terbang dari Pereira. Keduanya lantas saling jual tendangan. Pertandingan layaknya seperti kickboxing. Arah target tendangan ke kaki dan ke badan, juga kepala.
Walau keduanya sama-sama mengandalkan serangan kaki, tapi sesekali mereka juga saling jual pukulan.
Menghadapi masing-masing tendangan, Pereira dan Adesanya tampak kukuh berdiri. Serangan Pereire akhirnya berhasil di saat jarak rapat, satu menit terakhir.
Lalu terjadi clinch, namun tidak sampai bermain groundfight. Di detik terakhir ronde pertama, Adesanya mendaratkan dua pukulan keras membuat Pereira goyah. Saat genting itu, bel tanda pertarungan berbunyi
Adesanya tampak lebih percaya diri memasuki ronde kedua. Pereira tak terpengaruh dan kemudian melepaskan sebuah tendangan memutar.
Pereira berupaya mendesak Adesanya dalam duel stand fight, namun tidak ada pukulan mematikan dari sang penantang. Adesanya pun membalas dan membuktikan kemampuan dalam adu pukul.
Terjadi saling rangkul antara kedua petarung, tapi tak terjadi upaya takedown. Kekuatan keduanya yang berada dalam stand fight begitu terlihat dalam duel ini. Pereira sempat membuat Adesanya terjatuh sebelum bel akhir ronde kedua berbunyi.
Awal ronde ketiga gaya bertarung masih sama seperti pada dua ronde sebelumnya. Penjajakan stand fight dilakukan sembari mencari celah melepaskan serangan mematikan.
Groundfight akhirnya terjadi juga dalam pertarungan itu. Pereira mencoba bangun sementara Adesanya berusaha melepaskan pukulan sembari menghalangi Pereira bangkit. Pereira tampak kalah poin pada posisi ini.
Ketika Pereira menghadap atas, Adesanya mencoba melakukan ground and pound. Pereira masih mampu bertahan serangan Adesanya hingga akhir ronde ketiga.
Di ronde ke empat, Stand fight kembali jadi pertunjukan utama. Saling tendang dan pukul terjadi lagi..
Adesanya berupaya mencuri kesempatan pada pertengahan ronde ke empat. Dia menjatuhkan Pereira dan memaksa bermain di matras.
Usahanya gagal dan stand fight kembali terjadi. Kegagalan Adesanya memaksa Pereira bermain ground fight membuatnya kesulitan karena sang lawan bisa melepaskan serangan berbahaya menuju akhir ronde keempat.
Kedua petarung tampak bersemangat memasuki ronde terakhir. Pereira kokoh dengan serangan pukulan dan tendangan, sedikit berbeda, Adesanya berupaya melakukan takedown.
Usai melepaskan seranga, Adesanya malah sempat terjatuh. Namun sang juara bertahan itu bisa bangkit cepat.
Pereira kemudian melepaskan tinju-tinju ke arah kepala yang membuat Adesanya tak berdaya dan terpojok hingga wasit menghentikan pertarungan.
Adesanya menjadi juara dunia UFC di kelasnya pada tahun 2019. Dia mengambil gelar itu dari tangan Robert Whittaker.
Sejak itu, Israel Adesanya selalu berhasil mempertahankan gelarnya, hingga harus mengakui keunggulan Pereira.
Editor : Mahadi Sitanggang



