Samosir, NINNA.ID-Salah satu prinsip utama Geopark Kaldera Toba adalah menjadikan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan kawasan.
Masyarakat bukan hanya menerima dampak ekonomi dari kedatangan wisatawan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan konservasi, pendidikan, pengembangan wisata, serta berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan geopark.
Pelaksanaan event Trail of The Kings di Kabupaten Samosir menunjukkan sejumlah bentuk keterlibatan masyarakat tersebut.
Masyarakat Menjadi Bagian dari Pengalaman Pelari
Bagi banyak peserta, pengalaman mengikuti Trail of The Kings tidak hanya berasal dari jalur yang mereka lalui, tetapi juga dari interaksi dengan masyarakat setempat.
Sepanjang lintasan, masyarakat memberikan dukungan kepada para pelari. Anak-anak berdiri di pinggir jalur dan menyemangati peserta. Beberapa petani juga menyapa para pelari saat mereka bekerja di lahan pertanian.
Pelari asal Sabah, Malaysia, Adam Jericho Quezon mengatakan salah satu pengalaman yang paling ia ingat adalah sambutan anak-anak dan para petani yang menghentikan aktivitas sejenak hanya untuk melambaikan tangan dan memberikan dukungan kepada para pelari.
Hal-hal sederhana seperti ini menjadi bagian dari interaksi antara pengunjung dengan masyarakat lokal.
Masyarakat Terlibat dalam Pelaksanaan Event
Keterlibatan masyarakat juga terlihat dalam pelaksanaan teknis perlombaan.
Sebagian besar personel lapangan yang bertanggung jawab terhadap jalannya lomba berasal dari masyarakat lokal Samosir dan Sumatera Utara.
Koordinator marshal lapangan dipercayakan kepada Revi dengan pembagian tanggung jawab per segmen, antara lain Rizal Naibaho untuk Pangururan–Ronggur Nihuta, Raimon Canbuek untuk Sitao-tao dan Rumah Hela, Partogi Limbong untuk Kawasan Pusuk Buhit, Jhon Sagala untuk Naisogop, Lorista Limbong untuk Sianjur Mula-mula dan Bukit Burung, serta Parolin untuk Bonan Dolok dan Janji Martogu.

Pengelolaan titik bantuan pelari atau aid station dan water station juga melibatkan komunitas lokal serta dukungan organisasi olahraga daerah, termasuk ALTI Sumatera Utara di beberapa titik lintasan seperti Paraduan, Ronggur Nihuta, dan Huta Tinggi.
Selain itu, para pengusaha lokal di Samosir juga dilibatkan untuk ikut mendirikan stan dan menjual produk UMKM mereka masing-masing.
Keterlibatan ini menunjukkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjalankan bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan.
Event Memberikan Peluang bagi Pelaku Usaha Lokal
Kedatangan peserta dari berbagai daerah dan negara juga memberikan peluang ekonomi bagi sebagian masyarakat.
Sagala Homestay di Pangururan menerima peserta asal Jawa, Aisyah Nur Rahmah, yang menginap selama beberapa hari selama mengikuti kegiatan Trail of The Kings.

Manogu Sinaga, pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Samosir, mendampingi pasangan peserta asal Australia selama perjalanan mereka mengikuti perlombaan.

Samuel Restaurant milik Daniel Manik menerima 24 peserta asal Malaysia makan malam di restoran kecil yang dikelola oleh istri dan pekerjanya.
Manto Sidabutar, pengemudi becak di Tomok, juga mengaku mendapat beberapa kali pesanan dari peserta Trail of The Kings yang berdampak pada tambahan pendapatannya.

Selain itu, sejumlah masyarakat di sekitar Pangururan mengaku kegiatan ini memberikan tambahan pemasukan dan berharap event serupa dapat terus diselenggarakan.
Peserta Menghabiskan Waktu Lebih Lama di Danau Toba
Tidak semua peserta datang hanya untuk berlari lalu langsung kembali.
Beberapa peserta memilih tinggal beberapa hari untuk menikmati kawasan Danau Toba.
Fitri Dwi dari Jakarta memilih melanjutkan kegiatan wisata setelah perlombaan selesai. Pelari asal Malaysia, Adam Jericho Quezon, juga menyatakan akan menikmati beberapa hari di Danau Toba setelah mengikuti event.

Namun, ada juga peserta yang memiliki keterbatasan waktu. Char-Maine Tan dari Singapura bersama suaminya mengatakan mereka hanya dapat mengikuti Trail of The Kings sebagai pengalaman utama selama berada di Danau Toba.
Florent dari Prancis juga menyampaikan harus segera kembali ke aktivitasnya setelah perlombaan selesai.

Perbedaan pola perjalanan peserta ini menunjukkan bahwa event olahraga dapat menjadi alasan utama seseorang datang ke Danau Toba, meskipun lama tinggal setiap peserta berbeda-beda.

Trail of The Kings Sebagai Bagian dari Pengembangan Kawasan Geopark
Dari berbagai contoh tersebut, terlihat bahwa Trail of The Kings tidak hanya melibatkan penyelenggara dan peserta, tetapi juga masyarakat lokal dalam berbagai peran.
Ada masyarakat yang terlibat dalam operasional lomba, menyediakan jasa wisata, akomodasi, transportasi, kuliner, serta memberikan pengalaman sosial kepada para peserta.
Keterlibatan seperti ini sejalan dengan prinsip Geopark Kaldera Toba, yaitu pengembangan kawasan yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pelaku, bukan hanya pihak yang menerima manfaat dari kegiatan pariwisata.
Bagi masyarakat Danau Toba, manfaat terbesar dari event seperti Trail of The Kings bukan hanya jumlah peserta yang datang, tetapi sejauh mana kegiatan tersebut mampu menciptakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan, pengembangan kawasan wisata dan manfaat ekonomi.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga



