Samosir, NINNA.ID-Kabupaten Samosir kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang lari lintas alam internasional Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026.
Dalam konferensi pers yang digelar bersama pemerintah daerah, Event Organizer (EO) Creation menegaskan bahwa event ini tetap menjadi bagian dari kalender World Series UTMB, satu-satunya seri resmi di Indonesia yang menjadi jalur pengumpulan poin menuju final UTMB di Prancis.
Konferensi pers tersebut yang diadakan pada Kamis 21 Mei 2026 di Aula Kantor Bupati Samosir dihadiri oleh EO Creation Rudi dan Ebet, Asisten II Pemkab Samosir Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, serta Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Shanny Nainggolan.
Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa jumlah peserta yang telah mendaftar telah tembus seribu orang dan berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.
“Event ini bukan hanya penting bagi Samosir, tetapi juga menjadi bagian dari World Series UTMB. Para pelari dunia datang ke Danau Toba untuk mengumpulkan poin dan running stone agar bisa tampil di final UTMB di Prancis,” ujarnya.
Data panitia menunjukkan total pendaftar tembus 1000 pelari dari 34 negara. Peserta asing mencapai sekitar 235 orang, sementara peserta domestik sebanyak 765 orang.
Negara peserta antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Nepal, hingga Afrika Selatan.
Rute Baru Lintasi Tiga Kecamatan
EO Ebet menjelaskan, salah satu perubahan utama tahun ini adalah rute kategori ultra yang akan dimulai dari Kawasan Waterfront City Pangururan, berbeda dari tahun sebelumnya yang start dari TukTuk.
Pelari kategori 100 kilometer akan bergerak menuju kawasan hutan di sekitar Danau Sidihoni yang disebut sebagai “garis tengah Pulau Samosir”, kemudian melintasi Tano Ponggol hingga masuk ke kawasan Kecamatan Sianjur Mulamula.
“Peserta akan melewati titik-titik ikonik seperti Pusuk Buhit, Desa Singkam, Desa Sianjur Mulamula, hingga Bonan Dolok. Ada juga segmen yang sangat menantang, termasuk tanjakan menuju Pusuk Buhit dan Kawasan Air Terjun Naisogop,” jelasnya.
Menurut panitia, rute tahun ini dipusatkan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pangururan, Kecamatan Ronggur Nihuta, dan Kecamatan Sianjur Mulamula.
Kategori ultra juga menerapkan sistem kualifikasi ketat. Pelari 100 kilometer diwajibkan pernah menyelesaikan lomba minimal 50 kilometer sebelumnya. Hal serupa berlaku untuk kategori lainnya.
“Jadi peserta yang datang memang pelari yang sudah punya pengalaman dan kualifikasi,” kata Ebet.
Berdasarkan jadwal panitia, kategori 100 kilometer akan start pukul 03.00 WIB, kategori 60 kilometer pukul 06.00 WIB, dan kategori 28 kilometer pukul 07.00 WIB.
Perputaran Ekonomi Rp101 Miliar
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah jurnalis mempertanyakan dampak langsung event terhadap masyarakat dan keterlibatan media lokal dalam promosi.
Menanggapi hal itu, Hotraja Sitanggang menyebut bahwa event ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi besar bagi Samosir dan Kawasan Danau Toba.
“Dari data yang kami dapatkan, perputaran uang selama event tahun 2025 mencapai sekitar Rp101 miliar. Selain itu ada sekitar 400 tenaga kerja yang terlibat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berharap masyarakat ikut menjadi bagian dari promosi daerah.
“Para atlet yang datang nantinya akan menjadi agen promosi Samosir di negara mereka masing-masing. Karena itu kita harus mempersiapkan event ini dengan matang agar mereka pulang membawa kesan baik tentang budaya, alam, dan keramahan masyarakat kita,” katanya.
Media Lokal Minta Dilibatkan
Konferensi pers sempat berlangsung dinamis ketika sejumlah wartawan dan pengelola media lokal mempertanyakan minimnya keterlibatan media lokal dalam promosi dan publikasi event.
Mereka meminta agar media lokal tidak hanya dijadikan penonton, melainkan dilibatkan secara aktif dalam penyebaran informasi dan promosi wisata Samosir.

Menjawab kritik tersebut, pihak EO menyampaikan permohonan maaf dan mengakui koordinasi dengan media lokal perlu diperbaiki.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan media lokal. Justru peliputan dari media sangat penting untuk event seperti ini,” ujar Rudi penasehat perlombaan di event Trail of The Kings ini.
Pemerintah Kabupaten Samosir juga menegaskan akan melakukan evaluasi dan memperkuat koordinasi antara EO, pemerintah, serta media lokal dalam pelaksanaan event nantinya.
Fokus pada Keselamatan dan Standar Internasional
Kabid Promosi Dispar Samosir, Shanny Nainggolan, menjelaskan bahwa TOTK by UTMB telah masuk dalam kalender tahunan Horas Samosir Fiesta dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Samosir.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena event internasional memiliki standar keamanan tinggi.
“Puji Tuhan sampai saat ini belum pernah ada peserta meninggal dunia selama pelaksanaan event. Ini menjadi perhatian serius kami, karena jika terjadi hal fatal maka event seperti ini bisa saja tidak lagi diselenggarakan,” ujarnya.
Menurutnya, UTMB setiap tahun melakukan audit terhadap penyelenggaraan event. Pada tahun sebelumnya, TOTK memperoleh nilai evaluasi sebesar 84 dan ditargetkan meningkat di atas 90 pada tahun 2026.
Panitia juga telah menyiapkan dukungan lintas sektor mulai dari imigrasi, keamanan, kesehatan, pelabuhan, lalu lintas, kebersihan hingga penampilan budaya lokal selama event berlangsung.
Dengan semakin besarnya partisipasi internasional dan masuknya TOTK dalam World Series UTMB, pemerintah daerah berharap event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi pariwisata Danau Toba dan budaya Batak ke tingkat dunia.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga



