spot_img

Tobakara Tempat Nyeruput Kopi dengan Impian Besar

HUMBAHAS – Nama tempat ini Tobakara. Paduan dari kata Toba dan Bakara. Didesain menjadi Coffee Shop di lembah yang sering disebut “Land of The King”. Jadilah tempat ini tongkrongan anak muda yang kreatif sambil menikmati kopi premium, Kopi Lintong. Lho, kenapa Kopi Lintong?

Owner Tobakara, Andro Sinambela kepada ninnA menjelaskan, ternyata kopi petani dari Lembah Bakara dan juga dari Desa Wisata Tipang, punya andil dengan nama besar Kopi Lintong. Jenis kopi arabika yang ditanam petani di Bakara dan Tipang dijual dan diolah di Doloksanggul, jadilah produk Kopi Premium Lintong.

Dari bincang-bincang ninnA dengan Andro, ternyata penamaan Coffee Shop miliknya “Tobakara”, merupakan akronim dari Toba dan Bakara. Nama yang indah di telinga dan gampang diingat. Di luar itu, ternyata ada mimpi besar Andro Sinambela dengan nama itu.

Dia ingin, popularitas Bakara sebagai kampung Raja Sisingamangaraja sepopuler nama Toba.

Wah, impian itu cukup besar dan beralasan. Mungkin efek Kopi Premium Lintong, menjadikan pemuda kreatif ini punya gagasan tersendiri untuk tanah sang raja, Land of The King.

Didirikan pemuda yang kreatif, pasti tempat itu digandrungi orang-orang muda yang kreatif juga. Dari Tobakara ini, lahir ide kreatif para pemuda Baktiraja. Bentuknya pentas seni, yang disebut Gotik Raja. Singkatnya, pentas seni ini merupakan pertunjukan godang dan alat musik akustik, demi menggalang solidaritas dan menyambut daerah super priorias unggulan.

TERKAIT  Secangkir Espresso di Geosite Sipinsur dari Streetcoffee Truck

Baiklah. Andro dengan kopi premiun dan gagasannya, tersimbolkan dalam nama Tobakara. Lalu, apa saja yang disajikan Tobakara, sehingga tempat ini semakin diminati, bukan hanya anak muda setempat tapi juga wisatawan yang datang ke Bakara?

Menyeruput Kopi Premium Lintong, sudah pasti. Namun, Tobakara punya menu andalan lain, seperti Ayam Penyet Tobakara. Spesialnya menu yang  sebenarnya sudah umum ini, ada pada nasi dan sambalnya. Ayam penyet ini disajikan dengan nasi merah khas Bakara dengan sambal khas setempat.

Lalu ada Steambooth. Kalau menu ini masih terbilang belum umum di Bakara bahkan di kawasan Danau Toba. Steambooth Tobakara  sangat kaya dengan sayuran, daging sapi dan seafood.

Selain dua menu utama itu, Tobakara tetap menyediakan nasi goreng dengan aroma khas mengundang selera, bakso dan juga kentang goreng. Menu-menu itu bisa dinikmati dengan aneka jus buah.

Didukung panorama alam yang indah, nama yang penuh makna dan dijadikan ruang berbagi ide kreatif, pantaslah Tobakara menjadi magnet baru di Bakara untuk berkumpul. Yuk bro dan sista, jika sampai di Bakara, sayang sekali melewatkan tempat menarik ini.

Tempat ini berada di Jalan Tanah Lapang, Desa Sinambela, Lembah Bakara, dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Bandara Silangit dan 45 menit dari Doloksanggul.

 

Penulis  : Gomgom Sihombing
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU