spot_img

Toba Rest Area De Hasiando Ramaikan Layanan Wisata Danau Toba

TOBA – Ada destinasi wisata baru di kawasan Danau Toba, tepatnya di perbatasan Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba.  Tempat yang dinamai Toba Rest Area De Hasiando ini, berupa penggabungan karya alam dengan karya tangan manusia. Hasilnya, cukup mencuri perhatian bagi siapa saja yang melintas dari ruas jalan utama itu.

Toba rest area di kawasan De Hasiando Resort and Village, mulai berbenah dengan menghadirkan beberapa kamar penginapan ala Homestay dan Hotel Resort & Village di beberapa sudut kawasan rest area.

Di dalam lokasi seluas 4 hektar ini juga dibangun joglo-joglo tempat bersantai. Stand jajanan juga hadir melayani pengunjung yang sedang beristirahat. Begitu juga dengan musholah dan toilet, hadir menambah kenyamanan bagi pengunjung yang melepas penat.

Toba Rest area 1
Joglo dalam kawasan Toba rest area de hasiando, bisa dinikmati siapa saja untuk melepas penat.(Foto:ferindra)

Dari pengelola kawasan dan juga tenaga marketing tempat itu, Suhartono, mengatakan De Hasiando Rest Area itu milik seorang putra Batak bermarga Manurung. Tempat itu mengusung desain wisata alam dan agrowisata.

“Lokasi De Hasiando Resort & Village akan dijadikan sebagai salah satu rest area di Toba. Melengkapi tempat ini, ada beberapa wahana dalam dalam proses pembangunan sepertio kolam renang, flying fox, meeting out door dan indoor untuk umum. Joglo-joglo disiapkan untuk bersantai bagian dari fasilitas eduwisata dan agrowisata,” kata Suhartono.

TERKAIT  Sigarantung Air Terjun Keramat di Simanindo Samosir

Di lokasi ini ditanami berbagai jenis tanaman muda layaknya bercocok tanam di kebun, seperti sayuran, buah-buahan di antara deretan penginapan dan joglo, memberi kesan alami saat bersantai.

Lokasi Toba Rest area ini, terbilang sangat strategis dari beberapa destinasi wisata yang sudah lebih dahulu terkenal di sekitarnya. Dari tempat ini hanya membutuhkan waktu tempuh 10 menit berkendara ke Caldera Nomadic Escape dan Bandara Sibisa, dan hanya butuh 15 menit dari Kota Wisata Parapat.

Walau di tempat ini berjajar stand kuliner tradisional dan nasional, tidak ada larangan bagi pengunjung untuk menikmati bekalnya dari luar. Untuk menginap di lokasi ini, tidak perlu terlalu dalam merogoh isi kantong.

rest area 3
Kamar-kamar di rest area de hasiando ada berkonsep homestay juga bangunan permanen dipadu kayu.(Foto:ferindra)

Beberapa kamar yang ada di sini, berkonsep minimalis berbahan kayu berpadu beton. Kamar-kamar di sini dikelilingi hamparan tanaman hijau yang luas.

Bagi bro dan sista ninnA yang sekedar singgah di rest area ini tidak dikenakan tiket masuk, cukup seiklasnya berpartisipasi agar tempat itu senantiasa bersih dan terjaga.

 

Penulis    : Ferindra
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU