Tingkatkan Minat terhadap Usaha Kopi, Koperindag Samosir Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Barista

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID-Tingkatkan minat masyarakat terhadap usaha kopi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag) Samosir selenggarakan pelatihan dan sertifikasi Barista.

Pelatihan diadakan di JTS Hotel Desa Parbaba, Samosir, pada Kamis-Sabtu 25 hingga 27 April 2024. Sertifikasi diadakan pada Senin 29 April 2024.

Ada 40 peserta yang ikut serta dari berbagai desa diundang oleh Dinas Koperindag Samosir. Para peserta umumnya anak muda berusia antara belasan hingga mendekati usia 40-an.

Mereka dipilih karena ingin mendapatkan keterampilan cara pengolahan dan penyajian kopi.

BERSPONSOR

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperindag Samosir Togar Siboro mengatakan pelatihan ini ditujukan agar semakin banyak kaum muda Samosir yang mampu mengolah, menyajikan serta memperkenalkan kopi dari Samosir.

Pelatihan Barista
Para peserta Pelatihan Barista (foto: Damayanti)

“Kopi kita (Samosir) tidak kalah dari daerah lainnya. Akan tetapi, namanya belum begitu terkenal. Makanya, melalui pelatihan-pelatihan Barista ini, anak muda dapat memperkenalkan Kopi Samosir. Apalagi kita sudah punya indikasi geografis Kopi Samosir,” jelasnya kepada Ninna saat ditemui dalam Acara TikTok di WaterFront City Pangururan belum lama ini.

Kopi Samosir resmi mengantongi sertifikat perlindungan Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM yang difasilitasi oleh Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

TERKAIT  Penjaga Hutan Diupah Rp450.000, Taruhan Nyawa

Salah satu warga Samosir yang masuk dalam 40 peserta pelatihan Barista yakni Manogu Sinaga. Ia menyatakan untuk pertama kalinya mendapat kesempatan pelatihan Barista.

BERSPONSOR

Ia sangat tertarik untuk ikut pelatihan ini karena dia ingin menguasai cerita kopi dari abad ke-15 hingga terkini.

Informasi tentang pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperindag ini ia dapatkan dari salah satu Barista Profesional di Samosir bernama Kinam Manik.

Setelah mendapat pelatihan dan sertifikasi ia berencana untuk membeli peralatan kopi dan menawarkan kopi kepada tamu-tamu yang ia bawa ke Pusuk Buhit.

Pria yang berprofesi sebagai pemandu gunung di Gunung Pusuk Buhit ini lebih memilih menjajakan kopi di alam bebas ketimbang di ruang tertutup.

- Advertisement -

“Saya lebih cenderung ke kopi alam saya sebut Coffee Ranger. Sambil bawa tamu nge-camp misalnya ke Pusuk Buhit dengan alat-alat coffee manual seperti Moka pot and a Vietnamese Drip, AeroPress, Siphon dengan standar ngopi dunia,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai pemain musik akustik tergabung di Samosir Accoustic.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU