NINNA.ID-Tiga besar negara tujuan ekspor Sumatera Utara (Sumut) yakni Tiongkok dengan share 15,12 persen setara US$1.764,4 juta. Kedua, Amerika Serikat 12,11 persen setara US$1.413,0 juta.
Ketiga, India 6,42 persen setara US$749,4 juta. Demikian kutipan dari publikasi ekspor menurut provinsi asal barang yang dirilis pada Kamis 15 Desember 2022.
Di urutan keempat Rusia 5,01 persen setara US$584,7 juta, dan Jepang 4,49 persen setara US$524,3 juta. Dan sisanya 56,84 persen setara US$6.631,8 juta tersebar ke beberapa negara tujuan lainnya.
Produk yang Diekspor
Ekspor dengan negara tujuan utama Tiongkok didominasi oleh komoditas industri makanan, komoditas industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, dan komoditas industri karet yang memiliki share masing-masing 43,67 persen setara US$770,6 juta, 39,13 persen setara US$690,4 juta, dan 5,49 persen setara US$96,86 juta.
Komoditas industri makanan, komoditas industri karet, barang dari karet dan plastik, dan komoditas industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia merupakan komoditas ekspor utama ke Amerika Serikat dengan share masing-masing 38,04 persen setara US$537,4 juta, 35,00 persen setara US$494,5 juta, dan 11,14 persen setara US$157,4 juta.
Sedangkan ekspor ke India didominasi oleh komoditas industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, komoditas industri makanan, dan komoditas industri karet, barang dari karet dan plastik dengan share masing-masing 46,35 persen setara US$347,4 juta, 40,89 persen setara US$306,4 juta, dan 4,85 persen setara US$36,3 juta.
Secara keseluruhan, ekspor asal barang dari Provinsi Sumut pada 2021 didominasi oleh sektor industri pengolahan nonmigas yang peranannya mencapai 95,51 persen setara US$11.144,0 juta, disusul oleh sektor pertanian yang peranannya mencapai 4,48 persen setara US$522,8 juta dari total nilai ekspor.
Pada tahun yang sama secara umum ekspor meningkat 48,41 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan nilai ekspor baik dari kelompok migas maupun nonmigas, masing masing 155,59 persen menjadi US$0,9 juta dan 48,41 persen menjadi US$11.668,8 juta.
Kenaikan nilai ekspor kelompok nonmigas pada 2021, disebabkan oleh terjadinya kenaikan nilai ekspor sektor industri pengolahan 50,81 persen dari US$7.389,4 juta pada 2020 menjadi US$11.144,0 juta.
Komoditas industri makanan naik 61,28 persen menjadi US$6.114,6 juta, komoditas industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 55,96 persen menjadi US$2.451,7 juta, dan komoditas industri karet, barang dari karet dan plastik naik 40,99 persen menjadi US$1.582,8 juta.

Pelabuhan Pengiriman
Hampir seluruh ekspor asal barang Sumut dimuat melalui pelabuhan yang terdapat di dalam provinsi Sumut sendiri, yakni 99,08 persen setara US$11.560,8 juta. Bila dibandingkan dengan tahun 2020 nilai ekspor melalui pelabuhan di dalam provinsi mengalami kenaikan 48,00 persen.
Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan muat utama ekspor asal barang Sumut. Tidak kurang dari US$9.879,8 juta atau 84,68 persen dari total nilai ekspor yang dimuat melalui pelabuhan ini dan pelabuhan Kuala Tanjung US$1.637,9 juta setara 14,04 persen.
Sementara untuk pelabuhan muat diluar Sumut, share terbesar dimuat melalui Bandara Kualanamu US$83,4 juta atau 0,71 persen terhadap total nilai ekspor provinsi Sumut.



