Ternyata Ini Asal-Usul dan Fakta tentang Fenomena Senja

BERSPONSOR

NINNA.ID – Banyak orang belum mengetahui sejumlah fakta di balik indahnya fenomena senja. Senja yang kerap disebut sunset merupakan momen indah yang banyak disukai oleh orang-orang, dan baru-baru ini menjadi trending pencarian di Google.

Kebanyakan orang menyukai sunset atau matahari terbenam karena suasananya yang indah. Lalu, bagaimana asal usul munculnya dan fakta mengenai fenomena senja adalah menggambarkan waktu terbenamnya matahari?

Jika merujuk Pusat Penelitian Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), senja adalah terjadi hingga langit benar-benar menjadi gelap. Dalam ilmu astronomi, fenomena senja adalah bagian dari aram atau lembayung, atau twilight (dalam bahasa Inggris).

“Aram adalah masa waktu ketika masih ada cahaya alami yang dipancarkan di langit yang langsung menerima sinar Matahari dan memantulkannya sebagian ke permukaan Bumi pada waktu senja dan fajar sedangkan Matahari sudah atau masih berada di bawah pandangan cakrawala atau ufuk,” demikian penjelasan LAPAN.

BERSPONSOR

Berdasarkan penjelasan LAPAN, terdapat tiga fenomena pembagian senja yang perlu diketahui. Mulai dari senja ugahari (sipil), senja bahari (nautika), dan senja astronomis.

1. Senja Ugahari (Sipil)

Ugahari merupakan fenomena senja. Gambaran ugahari yang menjadi bagian dari senja adalah waktu di mana Matahari berada pada 6 derajat di bawah cakrawala ketika malam hari.

Pada waktu ini, objek-objek yang berada di cakrawala masih dapat dibedakan serta beberapa planet dan bintang terlihat dengan mata telanjang.

BERSPONSOR
TERKAIT  Nasdem Setia kepada Jokowi, Singgung Pengorbanan 2014

2. Senja Bahari (Nautika)

Bahari merupakan fenomena senja. Gambaran bahari yang menjadi bagian dari senja adalah waktu di mana Matahari setinggi 12 derajat di bawah cakrawala ketika malam hari. Pada waktu ini, benda tidak bisa lagi dibedakan dan cakrawala tak dapat dilihat dengan mata telanjang.

3. Senja Astronomis

Astronomis merupakan fenomena senja. Gambaran astronomis yang menjadi bagian dari senja adalah waktu di mana Matahari setinggi 18 derajat di bawah cakrawala ketika malam hari. Pada waktu ini, Matahari tak lagi menerangi langit dan dapat melakukan pengamatan astronomis.

- Advertisement -

Fenomena senja di masyarakat dianggap sebagai gambaran langit dengan matahari baru akan tenggelam dan saat warnanya jingga kemerah-merahan. Pemaknaan fenomena senja demikian tidak tepat.

Dalam keterangan tertulisnya, LAPAN menjelaskan senja adalah waktu terbenamnya matahari hingga benar-benar gelap. Lalu bagaimana dengan fenomena fajar yang juga menjadi bagian dari aram?

Pemaknaan fajar adalah ketika muncul cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur. Fenomena fajar adalah terjadi sampai langit sudah benar-benar terang dan matahari mulai terbit.

LAPAN memaparkan periode fajar terbagi menjadi tiga:

1. Fajar Astronomis

Fenomena saat Matahari berada 18 derajat di bawah cakrawala saat pagi.

2. Fajar Bahari

Fenomena nautika, ketika Matahari berada 12 derajat di bawah cakrawala saat pagi.

3. Fajar Ugahari

Fenomena sipil, terjadi saat Matahari berada pada 6 derajat di bawah cakrawala ketika pagi hari.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU