Tampil Seksi di Cover Majalah Playboy, Menteri Prancis Marlene Schiappa jadi Trending

BERSPONSOR

NINNA.ID – Nama Menteri Prancis Marlene Schiappa mendadak trending di jagat maya, menyusul kabar bahwa dirinya menjadi sampul majalah dewasa Playboy.

Melansir dari Wolipop, majalah Playboy belum merilis foto tersebut secara resmi. Hanya saja foto sampul yang bocor di internet memperlihatkan perempuan 40 tahun yang menjabat sebagai Menteri Sosial Ekonomi dan Asosiasi Prancis itu tampil dengan pose yang menggoda dalam balutan busana minim bernuansa putih.

Dalam unggahan yang bocor tersebut, tampak Schiappa berpose untuk majalah sensual dewasa yang akan keluar di edisi April, dengan mengenakan pakaian berwarna putih dan berpose dengan seksi.

“A liberated minister” atau ‘menteri yang bebas’, demikian tajuk Playboy seperti dikabarkan The Telegraph.

BERSPONSOR

Dari kabar yang beredar, Marlene Schiappa mau menerima tawaran dari Playboy karena topik yang dibahas seputar feminisme, kekerasan terhadap wanita, hak wanita, pemanasan global, dan literatur. Segala sesuatu yang menjadi minatnya selama ini.

Meski banyak tuai kritik negatif, tetapi Shciappa menanggapinya dengan balasa yang menohok, mengatakan bahwa itu adalah hak wanita untuk memiliki kendali atas tubuh mereka.

“Mempertahankan hak perempuan untuk mengontrol tubuh mereka, itu ada di mana saja dan kapan saja,” tulisnya.

“Di Prancis, wanita bebas. Dengan segala hormat kepada para pencela dan orang munafik,” lanjut Schiappa.

BERSPONSOR

Patut diketahui, Marlène Schiappa adalah politikus Prancis biasa. Ia lahir pada 18 November 1982 adalah seorang penulis dan politikus Prancis yang menjabat sebagai Menteri Delegasi yang bertanggung jawab atas Kewarganegaraan, melekat pada Menteri Dalam Negeri, di pemerintahan Perdana Menteri Jean Castex (2020–2022).

Sebelumnya ia sempat menjabat sebagai Sekretaris Negara untuk Kesetaraan Gender dalam pemerintahan Perdana Menteri Édouard Philippe (2017–2020).

Schiappa menuntut ilmu di Lycée Claude-Bernard di mana dia memperoleh gelar Baccalauréat ES.

Ia belajar Geografi di Sorbonne selama setahun. Dia juga mengambil kelas malam dalam komunikasi dan memperoleh gelar sarjana yang divalidasi oleh Universitas Grenoble.

- Advertisement -
TERKAIT  Ringkasan tentang Keamanan Pangan di Berbagai Belahan Bumi Berdasarkan Pengamatan Bank Dunia

Wawancaranya terangkum dalam 12 halaman. Terlepas dari niat baik tersebut, politikus yang mengawali kariernya sebagai aktivis dan blogger itu tak luput dari kritikan.

Anggota oposisi menilai penampilannya tak pantas, apalagi status Marlene Schiappa sebagai seorang menteri. Belum lagi kondisi politik dan ekonomi Prancis sedang tak stabil menyusul penolakan reformasi undang-undang pensiun.

Sebenarnya, bukan kali ini ia menjadi kontroversi lantaran terlalu vokal menyuarakan prinsipnya sebagai feminis saat memegang jabatan penting di pemerintahan.

Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2018, Marlene Schiappa ambil bagian dalam pertunjukan ‘Vagina Monologues’.

Aksinya di hadapan 800 penonton disertai ungkapan sarkas tentang pemerkosaan, kehamilan, kenikmatan seksual, yang dikemas dalam humor dan ironi.

Keberaniannya mendapat apresiasi dari mantan menteri kesehatan Prancis Roselyne Bachelot, yang juga tampil di pertunjukan tersebut.

Roselyne mengaku tidak memiliki nyali seperti Marlene bila tampil saat masih menjadi menteri.

“Aku mau tampil selama ada pesan politiknya. Pertunjukkan ini selaras dengan misiku, yakni memastikan isu kesetaraan gender masuk dalam perdebatan publik, bukan dalam lingkup yang itu-itu saja. Kesetaraan gender adalah sebuah perjuangan kultural,” tegas Marlene Schiappa dalam wawancaranya dengan Financial Times kala itu.

Sosoknya juga pernah dicibir lantaran mengaku sebagai sapiosexual, seorang yang punya ketertarikan seksual pada sosok yang cerdas.

Menyuarakan hak perempuan sudah menjadi perhatiannya sejak memulai sebuah blog tentang ibu berkarier, ‘Maman travaille’, pada 2008. Dari situ, ia mulai aktif menulis dan ikut dalam gerakan-gerakan feminisme.

Sejumlah buku sudah dihasilkannya, termasuk ‘Plafond de mère’ yang ia berikan saat pertama kali bertemu Emmanuel Macron pada 2015. Kala itu, ia masih menjabat sebagai menteri ekonomi yang sedang memulai pencalonan dirinya sebagai presiden di bawah naungan Partai En Marche!.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU