Susul Rusia dan China, ASEAN Ikut Tinggalkan Dolar AS

BERSPONSOR

NINNA.ID – Setelah Rusia dan China, asosiasi negara Asia Tenggara ASEAN ikut menyusul untuk tinggalkan Dolar AS. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Melansir Liputan6, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa ASEAN ingin memperkuat upaya memakai mata uang sendiri di kawasan. Hal ini turut dibahas di ASEAN 2023 untuk memperkuat stabilitas keuangan.

Menlu Retno berkata, pemakaian mata uang ASEAN dapat digunakan untuk “transaksi perdagangan dan konektivitas mekanisme pembayaran di kawasan ASEAN.”

“Dalam pertemuan Menkeu dan Bank Sentral ASEAN, disepakati komitmen negara ASEAN untuk menggunakan mata uang lokal dan perluasan konektivitas mekanisme pembayaran (regional payment connectivity) guna memperkuat stabilitas keuangan di kawasan,” ujar Menlu RI Retno Marsudi, perihal ASEAN tinggalkan Dolar AS.

BERSPONSOR

Meski demikian, pihak Kemlu RI tidak menggunakan istilah dedolarisasi.

Isu seputar pemakaian mata uang regional di ASEAN (Local Currency Settlement/LCS) sebetulnya bukan hal baru.

Pada 2021, ekonom menyebut LCS bisa membuat rupiah lebih stabil dan mengurangi ketergantungan ke dolar AS.

Bank Indonesia juga telah menjelaskan bahwa kebijakan ini bisa mengurangi porsi demand terhadap dolar AS. Pada pertemuan bank sentral negara-negara ASEAN di Bali, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap keingingan membentuk task force untuk isu ini.

“Kami bertujuan untuk membentuk gugus tugas transaksi mata uang lokal ASEAN untuk memiliki diskusi yang kuat dan terfokus pada mata uang lokal,” ungkapnya pada akhir Maret kemarin.

TERKAIT  Perwira Tinggi Militer AS: Misi Suriah Memerangi ISIS Sepadan dengan Risikonya

Namun, ada beberapa negara yang mulai mencoba untuk menggunakan mata uang lain dalam perdagangan mereka, seperti yuan China dan euro Eropa. Selain itu, semakin banyak negara kini sedang mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar.

Seperti diketahui, sejak berakhirnya Perang Dunia II, dolar AS telah menjadi mata uang global yang dominan.

Hal ini terjadi sebagian besar karena kesepakatan Bretton Woods yang disepakati pada tahun 1944 oleh negara-negara Sekutu.

- Advertisement -

Kesepakatan ini menetapkan bahwa dolar AS akan dijadikan mata uang cadangan dunia dan setiap negara dapat mengkonversi mata uangnya ke dolar AS dengan kurs tetap.

Wacana meninggalkan mata uang dolar untuk transaksi internasional sedang menjadi sorotan di luar negeri.

Belakangan China selalu mempromosikan transaksi internasional dengan yuan, Rusia pun fokus memakai ruble untuk menghindari sanksi.

Tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengklaim negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, South Africa) ingin mengembangkan mata uang baru.

Penggunaan mata uang tersebut dinilai bisa mengurangi ketergantungan negara terhadap dolar AS yang umum dipakai dalam transaksi internasional.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU