spot_img

Susu Tarutung Minuman Anak SMP, Naik Kelas ke Level Provinsi

TAPANULI UTARA – Susu sapi olahan ini cukup dikenal di Tarutung. Namanya pun Sutar (Susu Tarutung). Awalnya diperuntukkan khusus bagi pelajar SMP Negeri 3 Muara di Desa Lobuhole, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara. Namun seiring berjalan waktu, masyarakat mulai ikut menikmati Sutar.

Dulu saat namanya masih susu Muara, susu ini diproduksi salah satu usaha kreatif industri kecil rumahan. Produk hasil olahan susu sapi ini awalnya hanya untuk konsumsi pelajar, namun susu ini mulai diminati warga. Pasarnya mulai terbuka dan namanya berganti menjadi Sutar.

Tepatnya tahun 2020, setelah pergantian nama dari Susu Muara menjadi Susu Tarutung (Sutar), susu ini diproduksi oleh PT Cifa Indonesia Tapanuli Utara, beralamat di Dusun Hutanamora Desa Lobuhole, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.

Tumbuhnya permintaan Sutar ini, mendorong  PT Cifa Indonesia Tapanuli menjajal pasar dalam binis susu olahan dalam kemasan. Saat ini PT Cifa Indonesia  mampu memproduksi sekitar 170 liter atau 170 kemasan susu yang siap edar per hari, yang bersumber dari 40 ekor ternak sapi.

Susu Tarutung
Proses pemerahan susu sapi tidak lagi manual demi menjaga kebersihan.(Foto:istimewa)

Branch Manajer PT Cifa Indonesia Riga Hutabarat didampingi supervisor untuk kesehatan hewan dan kualiti kontrol, Johannes Sianturi mengatakan, pengolahan Sutar saat ini sudah mengikuti standar kesehatan sesuai dengan aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dia mengatakan Sutar yang diproduksi PT Cifa Indonesia ini merupakan minuman higenis yang sudah bisa langsung diminum.

“Pengolahan Sutar sudah mengikuti standar kesehatan sesuai dengan aturan BPOM, higenis dan sudah bisa langsung diminum. Awalnya susu ini diproduksi usaha kecil rumahan, namun sekarang sudah berganti nama menjadi Sutar dan izinya dipegang PT Cifa Indonesia,” ujarnya saat ditemua NINNA.ID di lokasi pengolahan dan peternakan sapi, kemarin.

TERKAIT  Bandrek Merah dari Salaon Dolok, Rempah Warisan Gunung Toba
susu tarutung
Proses pengemasan Sutar dilakukan sesuai dengan standar BPOM.(Foto:istimewa)

Menurut Riga Hutabarat, Sutar yang diproduksi oleh PT.Cifa Indonesia kini memiliki tiga rasa. Pertama rasa original (asli 100 persen susu tanpa ada tambahan). Kedua rasa coklat, dan ketiga ada rasa kemudian rasa strawberry.

Sutar ini dikemas dalam plastik ukuran 1 liter dengan harga Rp 17 ribu per kemasan. Dalam satu kemasan itu diperkirakan berisi empat gelas standar.

Dijelaskannya, produk Sutar ini baik dikonsumsi masyarakat dengan ketentuan di atas satu tahun. Susu ini dapat diminum pagi, siang atau malam hari.

Supervisor untuk kesehatan hewan dan kualiti kontrol PT Cifa Indonesia, Johannes Sianturi mengatakan, proses pengolahan Sutar ini dimulai dari pemerasan susu sapi dari kandang peternakan yang juga berada di lokasi.

“Susu awalnya dimasak (dipasteurisasi), kemudian susu diolah dengan tambahan rasa, sehingga menjadi 3 rasa,”ucapnya.

Sejak dibuka tahun 2012 lalu hingga saat ini, kata Riga, Sutar semakin diminati oleh masyarakat dan telah merambah dan menjelajah pasar ke berbagai daerah yang ada di Sumut, seperti Medan, Kisaran, Balige dan Doloksanggul.  Soal harga Sutar, kata dia, sangat bersahabat kepada konsumen.

“Harga satu per kemasan 1 liter Rp 17 ribu untuk wilayah Tarutung. Namun kalau ke luar daerah tergantung, seperti ke Balige Rp 20 ribu per satu kemasan,” katanya.

 

Penulis : Billy S
Editor   : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU