Sukses Usai Merger dari 3 Bank BUMN, Ini Profil Bank Syariah Indonesia (BSI)

BERSPONSOR

NINNA.ID – Indonesia kini memiliki perbankan syariah yang merupakan gabungan beberapa bank BUMN. Meski baru berdiri sejak 2021 lalu, BSI bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membuka rekening, mari baca profil nya berikut ini.

Bank Syariah Indonesia atau BSI merupakan hasil merger dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Mengutip situs resminya di bankbsi.co.id, Senin (6/3/2023), awal mula berdirinya Bank Syariah Indonesia ini dilatarbelakangi karena Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Oleh karena itu, BSI dinilai memiliki potensi untuk eksis dalam industri keuangan khususnya perbankan syariah.

BERSPONSOR

Kemudian ketiga bank syariah yang telah berdiri sebelumnya yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah menggabungkan diri menjadi satu entitas yang akhirnya terbentuk Bank Syariah Indonesia atau BSI ini, terhitung tepat pada 1 Februari 2021.

Namun sebelumnya, BSI telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Mei 2018 dengan nama PT Bank BRISyariah Tbk.

Menurut sejarahnya, penggabungan tersebut secara tidak langsung mampu menyatukan kelebihan dari ketiga perusahaan bank syariah. Alhasil layanan yang tersedia pun menjadi lebih lengkap dan memiliki kapasitas permodalan yang baik.

Sementara itu, BSI ini ternyata memiliki beragam jenis tabungan yang bisa dimanfaatkan para nasabah. Setidaknya ada 18 jenis tabungan BSI yang bisa dipilih masyarakat untuk membuka rekening dengan prinsip atau fungsi yang berbeda-beda.

BERSPONSOR

Bank Syariah Indonesia atau BSI diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2021. Mereka adalah penggabungan dari 3 bank BUMN, yaitu Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah.

Diketahui oleh OJK, mergernya tiga bank BUMN ini bertujuan untuk menggabungkan masing-masing kelebihan bank ini agar bisa memberikan jangkaua yang lebih luas pada masyarakat.

TERKAIT  Jadwal TV Hari Ini Sabtu 28 Januari 2023: MNCTV, NET TV, RCTI, Trans TV, ANTV

Dalam situs resminya, Bank Syariah Indonesia menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam keuangan berbasis Islami ini karena memiliki penduduk muslim terbesar ketiga di dunia.

Mereka menyebut Bank Syariah memiliki peranan penting sebagai fasilitator dalam seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.

- Advertisement -

Penggabungan tiga bank syariah ini diharapkan menjadi energi baru dalam pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Profil Bank Syariah Indonesia

Merangkum berbagai sumber pemegang saham terbesar BSI adaah Bank Mandiri yang mencapai 50,83 persen kemudian disusul oleh bank BNI dengan saham mencapai 24,85 persen.

Bank BRI memegang saham BSI sebesar 17,25 persen dengan sisa saham dipegang masing-masing dengan nilai di bawah 5 persen.

Sementara itu, visi BSI sudah jelas yaitu menjadi salah satu top 10 global Islamic Bank sehingga bisa jadi mencerminkan wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern.

Belum lama ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk naik satu peringkat dan duduk di posisi enam sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia. Menjadi bank terbesar ke-6 di Indonesia BSI berhasil menyalip CIMB Niaga.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan pada kuartal IV 2022, total aset BSI tumbuh 15 persen jadi Rp 306 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) naik 12persen (yoy) jadi Rp 261,49 triliun.

Pembiayaan BSI juga tumbuh 21 persen (yoy) jadi Rp 208 triliun dan di sisi kualitas aset, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing/NPF Gross menurun dari 2,93 persen menjadi 2,42 persen pada Desember 2022. Demikian profil Bank Syariah Indonesia.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU