Sudung Bancin, Kepala Desa yang Menginspirasi Petani

BERSPONSOR

PAKPAK BHARAT – Sudung Bancin, dikenal sebagai Kepala Desa Kuta Tinggi Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Sebagai sosok pamong di desanya, dia juga menjadi contoh bagi kebanyakan petani di sana.

Baru-baru ini dia membuktikan, dari satu hektar lahan jagung bisa menghasilkan panen sebanyak 12 ton. Panen yang luar biasa dibandingkan dengan panen petani yang sama di sektitarnya.

Ditemui NINNA.ID di Kantor Desa Kuta Tinggi terkait hasil jagungnya yang cukup bagus tersebut, dia mengatakan hasil panen jagung dari lahannya dengan luas 1 hektar itu cukup memuaskan.

Dikatakannya, di lahan seluas satu hektar tersebut, ditanami bibit Pioner P32 sebanyak 4 sak atau sekitar 20 kilogram.

BERSPONSOR

Selama ini, kata dia, dengan 1 sak bibit seberat 5 Kg hanya menghasilkan setu setengah sampai dua ton jagung saat panen.

“Biasanya di sini, kalau bibitnya 1 sak atau 5 kg yang ditanam, rata-rata yang didapat saat panen hanya sekitar 1,5 ton sampai 2 ton. Kalau saya bisa 3 ton,” katanya.

Ia juga menyampaikan, umur jagung yang paling bagus untuk dipanen, saat sudah umur 4 bulan 2 minggu. Jika jagung dipanen masih umur 3,5 bulan, risiko susut mencapai 30% saat dijemur.

“Kenapa disarankan umur 4 bulan 2 minggu, karena kalau dipanen saat umur tersebut, tidak perlu lagi proses menjemur. Biji jagung juga tidak terlalu susut. Rata-rata petani jagung di sini memanen jagungnya saat umur masih 3,5 bulan, jadi risikonya bisa susut sampai 30%,” kata Sudung.

BERSPONSOR
TERKAIT  Revitalisasi Pasar Balige Diduga Sarat Masalah

Sayangnya, saat panen besar kemarin, harga jagung di pasar mengalami sedikit penurunan dari harga biasanya Rp5.000 per kilogram. Dia hanya bisa melepas 12 ton jagungnya dengan harga Rp3.700 per kilogram.

Sudung menceritakan, untuk mendapatkan hasil jagung maksimal, lahan terlebih dahulu dibersihkan atau ditraktor serta disiram dengan dolomit.

“Untuk kebutuhan dolomit, kami menyediakan 2 ton dolomit untuk disiramkan,” kata Sudung.

Ia juga menyarankan, saat penanaman jagung, khususnya di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat jangan saat di musim penghujan.

- Advertisement -

“Kalau bisa pada saat menanam bibit jagung itu khusunya di daerah Pakpak Bharat ini, jangan saat musim penghujan. Curah hujan yang tinggi, membuat tanah lembab dan bisa merusak bibit, jadi busuk,” kata Sudung Bancin.

Setelah bibit jagung ditanam, permukaan tanahnya ditutup dengan kompos yang sudah dipermentasi. Mulai proses tanam hingga panen, tanaman harus sudah dipupuk menggunakan urea, phonska dan SP. Pemupukan cukup dilakukan sebanyak dua kali.

Sayangnya, petani di desanya sering mengeluhkan kelangkaan pupuk. Dia berharap, pemerintah melalui dinas terkait segera mengatasi kelangkaan pupuk itu.

Untuk menjaga pertumbuhan, perlu diantisipasi serangan hama. Jenis hama yang sering menyerang tanaman jagung di usia satu minggu, dikenal dengan nama hama pemotong. Jika sudah terserang, secepatnya disemprot dengan racun anti hama selama seminggu.

 

Penulis : Lastro Banurea
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU