spot_img

Sepanjang Jalan Sejuta Pesona

TOBA Danau Toba berjuta pesona. Kalimat itu sering kita baca di berbagai artikel maupun brosur dari biro-biro perjalanan menuju Danau Toba. Tag Line itu tidaklah berlebihan, karena sepanjang  jalan menuju dan dari danau itu sudah mengasyikkan.

Cobalah melalui jalan lingkar luar Danau Toba,  yang dahulu merupakan jalur aternatif dari Kota Parapat menuju Kabanjahe, sekarang ruas jalan ini semakin ramai. Mulai dari sepeda motor hingga bus besar, ramai melintasinya. Bukan tidak punya alasan, kenapa jalur yang dahulu sepi kini terlihat ramai.

Dengan memilih jalur ini dari atau menuju Danau Toba, ada poin baik yang kita dapatkan. Pertama, menghindari jalur macet Medan-Pematangsiantar, belum lagi hawa yang panas. Kedua, dengan memilih rute Parapat – Tiga Runggu – Seribudolok – Kabanjahe – Berastagi – Medan, kita akan dimanjakan dengan panorama atau landscape Danau Toba hingga pulau Samosir.

Selain dapat menikmati keindahan alam, udara yang cukup sejuk di sepanjang rute ini membuat kita begitu nyaman dalam perjalanan.

Sepanjang jalan
Replika ikan mas raksasa, salah satu ikon pariwisata di Samalungun.(Foto:asmon)

Tidak  berapa lama beranjak dari Kota Parapat, tepatnya di daerah Sipolha, terdapat bangunan berupa  replika ikan mas raksasa. Replika ini diplot menjadi tempat istirahat yang tentunya dengan latar belakang Danau Toba.

Jalan dengan tikungan yang cukup banyak di sepanjang rute ini, bukan masalah. Ruas jalan yang masih terjaga dengan baik, menjadikan  kelok demi kelok terasa asyik dilahap. Tapi tetap waspada, jangan sampai panorma indah sepanjang jalan melupakan kehati-hatian dalam berakselerai.

Puas menikmati alam sekitar replika ikan mas, tempat terkdekat yang menanti adalah Batu Lihi.

Di tempat ini tersedia beberapa kedai yang sudah ditata apik, agar pengunjung dapat menikmati  view Tanjug Unta beserta Danau Toba dengan jelas.

Dari Batu Lihi, sampailah ke simpang empat Dolok Pardamean. Tak perlu tersesat di persimpangan ini, karena dari sini merupakan tempat untuk memastikan tujuan berikut.

Ke arah kiri ada pelabuhan Tigaras. Di sana sudah menanti KMP Sumut I dan II atau kapal pariwisata tradisional menuju Pulau Samosir. Kalau ke kanan, arah jalan menuju Pematangsiantar.

TERKAIT  Mata Air Raja Sijambang, Bisa Tak Terlihat Walau Suaranya Terdengar

Untuk menikmati sensasi jalan meliuk di antara bukit yang teduh oleh pohon pinus, abaikan persimpangan itu. Lurus ke depan,  perjalanan menanjak menuju puncak Simarjarunjung.

simarjarunjung garuda
Ukiran Burung Garuda ini menandakan sudah tiba di kawasan Bukit Indah Simarjarunjung, Simalungun.(Foto;asmon)

Walau terlihat lurus dari simpang empat tadi, tapi ruas jalan ini selalu memaksa kita untuk berhenti. Ada banyak spot-spot foto indah di lokasi ini. Di tepi jalan saja ada rumah pohon serta aneka spot poto unik yang patut untuk dicoba.

Dari kawasan di atas 1000 mdpl atau dikenal sebagai Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) ini, berbagai sisi Pulau Samosir di tengah Danau Toba terbentang. Bahkan pulau-pulau  kecil di Simanindo terlihat cukup jelas dari sini.

Sampai di puncak Simarjarunjung, kita kembali diingatkan, ada tower ikonik di sini, sebagai tower transmisi televisi milik pemerintah. Sekarang, tower itu sudah ditemani tower base tranmision system dari beberap provider seluler. Dari puncak ini, melintasi ruas jalan menurun, membawa kita ke daerah yang cukup datar hingga sampai ke Berastagi, Karo.

Memasuki tanah yang subur ini, lokasi pertanian warga setempat menjadi suguhan berbeda, tapi tetap indah.

Sepanjang lintasan, kebun Jeruk dan tanaman plawija yang berjajar rapi begitu teduh menenteramkan jiwa. Udara sejuk khas pegunungan serta keindahan alamnya, menjadi faktor yang sayang sekali diabaikan sebagai rute terbaik dari Toba menuju Medan. Sebelum sampai ke Medan pun, rute ini sudah direkam untuk kembali dilalui saat nanti kembali ke Toba.

Bagi bro dan sista yang hendak bepergian dari kawasan Tapanuli menjuju Medan atau sebaliknya, tidak perlu ragu untuk memilih rute ini. Jalanan sepanjang rute ini cukup lebar dan mulus dengan status jalan sebagai jalan nasional. Sungguh, sepanjang rute ini memiliki sejuta pesona.

 

Penulis    : Asmon Pardede
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU