spot_img

Senam Pagi dari Sipinsur, Asyik Juga

HUMBAHAS – Pagi, 20 Mei 2022, di Sipinsur, ada dua ratusan peserta senam. Hadir juga Pantur Banjarnahor, anggota DPRD Sumatera Utara dari PDI Perjuangan. Saya sendiri membawa serta anak dari Sanggar Maduma. Dalam amatan ninnA, peserta terlihat sangat antusias. Kali ini, peserta sangat beragam usia. Ada paruh baya, usia muda, bahkan lansia. Kesemuanya terlihat sangat antusias mengikuti. Semua ceria. Semua tertawa. Tak ada kesedihan.

“Ini untuk memecahkan Rekor MURI,” kata Pantur pada ninnA. Jadi, menurut Pantur Banjarnahor, saat ini, di seluruh Indonesia, sedang ada senam massal. “Mungkin pesertanya sejutaan lebih,” sambungnya. Senam ini dinamai “Senam Sicita Marpadot”. ” Sicita” singkatan dari Senam Cinta Tanah Air. “Marpadot” sendiri artinya rajin, ulet, dan tekun.

“Marpadot” menjadi kata populer saat ini di Humbang Hasundutan. Sebab, kata ini menjadi bagian dari tujuan dan edukasi masyarakat Humbang. Dengan “marpadot”, diharapkan warga menghabiskan waktu untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Dan, memang, di Humbang saat ini, tanah sangat subur. Semua bisa tumbuh. Humbang menjadi kolam susu yang baru.

Saya ingin bercerita sedikit. Saya warga Humbang Hasundutan. Dari kecil, saya pontang-panting bekerja. Sepulang sekolah, saya tak asing dengan tulisan dari agong (bara api yang sudah dingin). Isi tulisan itu adalah tentang pesan dari orang tua agar kami langsung bekerja. Begitulah, waktu kami dihabiskan untuk bekerja. Hampir tidak ada waktu untuk belajar malam.

Kini, kehidupan di Humbang semakin maju. Sudah banyak sumber penghasilan, terutama dari pertanian. Peralatan pertanian pun makin modern dan difasilitasi oleh pemerintah.Tak dimungkiri lagi, Humbang sudah semakin diperhitungkan. Pak Jokowi pun sudah beberapa kali ke Humbang, di masa pemerintahan Dosmar Banjarnahor. Maksudnya, dengan marpadot, warga sangat bisa survive.

“Jolma napadot mangula, ido nadapotan ngolu,” begitu Jakkon Halomoan Marbun selaku Kadispora berkata. Senam Sicita Marpadot semakin meriah saja. Sipinsur pun makin indah, apalagi di pagi hari. Matahari terbit terlihat menawan. Lapisan awan tepat momennya. Semua peserta tak lupa untuk mengabadikan momen tersebut. Mereka serasa rugi jika melewatkan momen indah tersebut.

Senam di pagi hari di Sipinsur memang menjadi keasyikan tersendiri. Sehabis lelah berolahraga, kita bisa menikmati keteduhan Danau Toba. Kita menikmati alunan lembut angin danau.

Tak pelak lagi, Sipinsur menjadi salah satu ikon Danau Toba di Humbang Hasundutan. Sipinsur menjadi salah satu daerah dengan dataran tinggi paling populer di Indonesia yang sangat sayang jika ditinggalkan.

TERKAIT  "Marmahan Horbo" Itu Seru

“Kali ini, senam Sicita Marpadot ini masih sebatas perayaan. Artinya, belum semua bisa mengikuti,” kata Pantur. Namun, karena animo masyarakat tinggi, Pantur merencanakan akan membuat festival atau perlombaan untuk Humbang Hasundutan. Dalam pandangan saya, ide festival atau perlombaan ini termasuk menarik. Ide ini bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan wisata di Humbang.

Apalagi jika konsep lombanya dimatangkan. Maksudnya, lomba dibuat perkategori. Semakin menarik jika lokasi pengambilan gambar dibuat di sekitar Danau Toba. Namun, satu ide yang menarik untuk bisnis wisata adalah kuliner yang steril, sehat, bersih, dan aman. Karena itu, perlu kiranya dibuat gerakan sertifikasi untuk setiap jenis produk UKM bersifat kuliner.

Ini agar masyarakat percaya bahwa kuliner yang mereka santap menyehatkan. Sudah barang tentu, pariwisata di Kawasan Danau Toba akan makin menggeliat. Perlu terobosan agar masyarakat setempat bisa menjadi tuan di tanahnya. Warga asli di kawasan Danau Toba harus merasakan dampak yang maksimal dari pembangunan wisata Danau Toba.

Siang makin tinggi. Senam sudah selesai. Meski sudah berkali-kali ke sini, mereka terlihat tetap tak mau kehilangan momen. Mereka masih berselfie ria. Segar di tubuh ternyata menjadi kekuatan tersendiri untuk menikmati alam. Karena itu, jika ada kegiatan untuk mengadakan senam atau olahraga, ayo, Sipinsur menjadi lokasi terrekomendasikan. Senam sambil dapat kesegaran dan keindahan.

 

Penulis   : Riduan Pebriadi Situmorang
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU