spot_img

Sejarah Islam di Tanah Batak (I)

NINNA.ID – Mendengar kata “Batak“, maka banyak orang langsung menyimpulkannya dengan Kristen. Simpulan itu tidak benar meski tak sepenuhnya salah. Soalnya, kebanyakan orang Batak, apalagi Toba, adalah Kristen. Walau begitu, ada Batak Toba yang sudah beragama Islam, bahkan sejak lahir. Malah, sejak nenek moyangnya.

Di bulan Ramadhan ini, saya akan menghimpun sejarah singkat tentang masuknya Islam ke Tanah Batak. Yang pasti, meski belakangan ini Batak didekatkan artinya sebagai Kristen, agama pertama Batak bukan Kristen, melainkan Parmalim. Nah, bagaimana proses Islam masuk ke Tanah Batak?

Dalam literatur sejarah disebutkan Islam telah masuk ke Sumatera Utara melalui Barus, kota pelabuhan tua di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah satu bukti sejarah ini adalah makam Syekh Mahmud di Barus. Syekh Mahmud adalah salah seorang penyebar masuknya Islam ke Indonesia pada Abad ke enam.

Makamnya ditemukan pada abad ke-13. Selain makam Mahmud, ditemukan 43 batu nisan penyebar Islam lainnya di Barus. Semuanya bertuliskan aksara Arab dan Persia. Makam Syekh Mahmud berada di Papan Tinggi, di atas ketinggian 200 meter di atas permukaan laut.  Untuk mencapai ke makam, perlu menaiki 710 anak tangga.

Butuh waktu satu jam baru sampai ke makam. Ke sinilah kaum muslimin di Barus dan sekitarnya berziarah setiap tahun, terutama pada Ramadhan. Sebagai tanda bahwa Mahmud berkaitan dengan Islam adalah batu nisannya yang bertuliskan aksara Persia dan Arab.

Hingga kini, sebagaian aksara di nisannya belum bisa diterjemahkan. Diperkirakan bertuliskan dengan aksara Persia kuno yang bercampur dengan huruf Arab. Sebuah catatan menyebutkan Mahmud dari Hadramaut, Yaman. Seperti disebutkan di awal, Batak sejatinya bukan Kristen sejak awal. Mereka adalah penganut Parmalim.

Parmalim lumayan dekat dengan Islam secara pola makan. Kesamaan itu, misalnya, sama-sama tak memakan daging babi. Pada prosesnya kemudian, setelah menjadi Kristen, Batak menjadikan babi sebagai makanan adat alternatif dengan nama pinahan. Walau begitu, kerbau atau sigagat duhut lebih tinggi kastanya daripada pinahan (babi).

Artinya, dulunya Batak dan Islam itu cenderung dekat.

Kedekatan Islam dengan Sisingamangaraja XII pun bisa dilacak. Menurut Andil Siregar, yang kemudian terangkum dalam buku Hikayat Tabbok Asse di Hutapaung karangan saya dan diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Humbang Hasundutan, disebutkan, Tabbok Asse adalah bukti sejarah jika Sisingamangaraja XII peduli dan hormat pada umat muslim dari Aceh.

TERKAIT  Roh - Pancaran Jiwa Dalam Diri Orang Batak Toba (I)

Di tempat lain, di Samosir, konon Raja Sidabutar pun berhubungan dekat dengan seorang muslim, bahkan sangat kompak. Ini bisa kita lihat dari kompleks Pemakaman Raja Sidabutar di Samosir. Seorang muslim itu bernama Tengku Muhammad Said. Ia datang ke Samosir untuk berdakwah sekaligus belajar budaya dan kesaktian dari Raja Sidabutar II.

Tengku Muhammad Said tak berhasil berdakwah. Namun, ia menjadi salah satu panglima perang Raja Sidabutar. Malah, menurut cerita yang beredar di sana, dengan bantuan Muhammad Said, Raja Sidabutar berhasil memperluas kerajaannya.

Nah, gelombang pertama penyebaran Islam di Tanah Batak sebenarnya dimulai sekitar tahun 1816 Masehi atau Syawal 1233 Hijriyah. Penyebaran Islam di tanah Batak erat kaitannya dengan peristiwa Perang Paderi pada awal abad ke-19.

Para ahli sejarah juga menyebutkan Islam masuk ke Tanah Batak pertama kali dibawa oleh pedagang Minangkabau (Sumatera Barat) yang banyak menikah dengan perempuan di wilayah Tapanuli bagian Selatan. Seiring waktu pemeluk Islam pun kian bertambah di tengah-tengah masyarakat Batak.

Kemudian pada masa Perang Paderi, pasukan Minangkabau melakukan invasi ke tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran di Mandailing dan Angkola. Kerajaan Aceh juga berperan menyebarkan Islam di Tanah Karo dan Pakpak. Sementara Simalungun dipengaruh Islam dari warga Melayu di pesisir Sumatera Timur.

 

Penulis   : Riduan Pebriadi Situmorang
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU