SBF dan Ellison Pernah Bekerja di Perusahaan ini Sebelum Pimpin Alameda, FTX

BERSPONSOR

NINNA.ID– Jauh sebelum Sam Bankman-Fried dan Caroline Ellison memimpin perusahaan yang telah runtuh, Alameda Research dan FTX, keduanya pernah mengenyam ilmu di Jane Street Capital. Berikut sepintas profil firma tersebut.

Jane Street Capital, biasanya disebut sebagai Jane Street, adalah perusahaan trading dengan lebih dari 1.700 karyawan.

Perusahaan ini adalah salah satu dengan pasar terbesar di dunia, yang memperdagangkan sekuritas senilai lebih dari US$17 triliun pada tahun 2020.

Perusahaan Jane Street didirikan oleh Tim Reynolds, Rob Granieri, Marc Gerstein, dan Michael Jenkins.

BERSPONSOR

Dalam laman resminya, dicantumkan bahwa perusahaan ini didirikan pada tahun 2000. Namun, Reynolds melaporkan telah didirikan pada tahun 1999, meskipun tanggal bervariasi antara sumber.

Menurut catatan negara bagian New York, Jane Street Group, LLC terdaftar di Division of Corporations pada Mei 2005 sebagai perusahaan asing dengan tanggal pembentukan asing 31 Agustus 1999.

Pada Juli 2020, S&P Global Ratings mengafirmasi Jane Street tentang pertumbuhan modal. Lembaga pemeringkat mencatat bahwa Jane Street adalah “bisnis perdagangan yang sangat menguntungkan”.

Sam Bankman-Fried dan Caroline Ellison bekerja dan mulai menjalin relasi di firma Jane Street. Keduanya diduga terikat pada minat mereka pada altruisme yang efektif.

BERSPONSOR

Pada Maret 2018, Ellison terlibat perbincangan serius dengan SBF sambil minum kopi di California. Sam Bankman-Fried, seorang pengusaha crypto yang saat itu masih jomblo, menyarankannya untuk bergabung dengan Alameda Research.

TERKAIT  Tanggapi Absennya Elkan, Pelatih Timnas: Tak Ada Pemain Tambahan

SBF hendak menggandeng Ellison di Alameda yang baru dia kerjakan, untuk mengeksploitasi perbedaan harga Bitcoin di berbagai negara.

“Ini adalah arbitrase yang sempurna. Di mana pertukaran tersebut akan membantu mencapai miliaran untuk amal,” kata SBF.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, likuidator FTX, John J Ray III mendapati borok penyebab runtuhnya bursa kripto yang pernah jadi terbesar di dunia itu. Dalam temuannya, laporan keuangan yang ngawur termasuk penyebab FTX pantas bangkrut.

- Advertisement -

Ray juga mengklaim SBF dan petinggi FTX lainnya mengambil miliaran pinjaman dari perusahaan. Di mana, pinjaman ini bernilai lebih dari US$7 miliar.

Ray menyatakan, grup FTX tidak mempertahankan kendali terpusat atas kas perusahaan. Kegagalan prosedur pengelolaan kas antara lain tidak adanya daftar rekening bank dan penandatangan rekening yang akurat.

FTX, yang berbasis di penthouse mewah Bahama, mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS minggu lalu. FTX diduga menyelewengkan dana pengguna FTX.

Sumber Bloomberg menyebutkan, para petinggi Alameda mengetahui bahwa dana kiriman dari FTX merupakan dana milik pengguna crypto exchange itu. Padahal Sam Bankman-Fried pada tahun lalu menyatakan, pengelolaan dana antara kedua perusahaan itu terpisah.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU