spot_img

Sanggar Seni Tonggi, Pencetak Penari Tortor Kreasi Batak

HUMBAHAS – “Mimpi terbesar Tonggi adalah melahirkan dan membentuk penari-penari dengan tubuh yang piawai menari dan memiliki dasar-dasar yang kuat dalam menari,” terang Golda kepada NINNA.ID, belum lama ini.

Sejak berdiri tahun 2015 bersama rekan-rekan yang seirama dalam seni musik, seni  rupa dan seni tari, beberapa orang penggawa awal Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan bersepakat untuk mendirikan sanggar ini.

Pengambilan nama Tonggi (Bahasa Batak) bagi mereka bukan hanya sekedar terjemahan “manis”, akan tetapi keindahan, kenyamanan dan dirindukan, agar menjadi semangat mereka untuk terus berkarya.

Tak terasa sudah enam tahun berdiri, karya seni tari lebih mendominasi  dari sanggar ini. Pengasuh seni tarinya adalah Golda S Simarmata SPd, yang juga kesehariannya guru Seni Budaya di SMP Negeri 2 Doloksanggul, Humbang Hasundutan.

Dalam  mewujudkan impian tadi,  saat ini telah lahir dari Sanggar Seni Tonggi, calon-calon sarjana Seni Tari dan Seni Pertunjukan konsentrasi tari yang melanjutkan studinya di Universitas Negeri Medan sebanyak empat orang.

“Sangat sedikit memang, akan tetapi ini adalah langkah awal menapaki mimpi-mimpi besar Tonggi,” jelas Golda.

Konsep tari kreasi yang berbasis dari Tortor Batak Toba merupakan pengkaryaan intens yang dihasilkan Tonggi dalam seni tari. Namun sebagai dasarnya, semua anak-anak Tonggi selalu dibekali dengan Tortor Tradisional Batak hingga mampu menarikannya dengan baik.

Tortor Kreasi Dalihan Natolu, sebuah karya yang diikutsertakan di Festival Gondang Naposo Kabupaten Samosir  tahun 2019 berhasil mendapat apresiasi terbaik untuk kategori kreasi pada saat itu.

TERKAIT  Tiga Menit Menyeberangi Danau Toba Hanya Ada di Sini
Sanggar Tonggi
Apresiasi yang diterima Sanggar Seni Tonggi pada Festival Gondang Naposo Samosir 2019.(Foto:febe)

Beberapa karya lain dalam bentuk tari kreasi Batak Toba disebutkan: Tortor Kreasi Haminjon, Tortor Kreasi Ulos dan Tandok, Tortor Kreasi Si Boru Nauli Si Doli Najogi, Tortor Kreasi Batik Humbang Sibori, Tortor Kreasi Horas Bangso Batak.

Terbaru, Tortor Kreasi Marsirimpa, yang dibawakan 30 orang anak-anak dalam kegiatan atraksi Komunitas DSP Danau Toba secara taping pada akhir Agustus 2021 yang lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BPNB Aceh Sumatera Utara dengan pelaksana Rumah Karya Indonesia. Banyak karya-karya kreasi lainnya yang telah dilahirkan melalui Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan.

Sebelum pandemi, Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan sering mengisi setiap momen indah pernikahan-pernikahan dalam tradisi Batak Toba. Tidak hanya di seputaran Humbang Hasundutan, tapi sanggar ini acap kali menari di acara pernikahan di kabupaten lain.

Selain itu, untuk konten-konten promosi wisata Danau Toba, sering sekali sanggar ini dilibatkan dalam pengambilan video sebagai model dan penarinya.

Sanggar Tonggi
Sanggar Seni Tonggi dalam pembuatan video promosi wisata bersama dengan Kameraman Jhonny Siahaan.(Foto:febe)

“Kami akan menghiasi momen indah pasangan-pasangan yang akan mengukir sejarah baru dalam rumah tangga. Percayakan senyuman Tonggi menjadi bagian dari sejarah itu,” senyum Golda mengakhiri obrolan bersama NINNA.ID. Sapa Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan.

 

Penulis   : Febe
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU