spot_img

Sanggar Seni Dolok Sipiak Pelestari Seni di Danau Toba

NINNA.ID – PARAPAT | Kehadiran sanggar seni Dolok Sipiak, kini menjadi wadah kaum muda dalam mengekspresikan jiwa seninya. Sanggar seni ini ikut menghias eksotisme Danau Toba hingga menimbulkan gairah berkunjung, khususnya ke Parapat – Ajibata.

Sanggar seni ini memiliki peran dan tanggungjawab dalam melestarikan kesenian tradisional demi menumbuhkan daya tarik wisata ke Danau Toba – Corry Panjaitan, pembina Rumah Sanggar Seni Dolok Sipiak (RSDS).

Menurut Corry, sanggar seni ini dilahirkan sebagai wadah, tempat bernaung dan belajar sejumlah kaum muda yang berjiwa seni. Termasuk media edukasi, baik pendidikan maupun latihan mengkolaborasi seputar seni dan budaya melalui pertunjukan yang ditekuni, dan juga sebagai media hiburan bagi masyarakat sekitar dan peminat seni. Sanggar ini juga sekaligus tempat bersilaturahmi para insan muda berjiwa seni se-Parapat dan Danau Toba.

Sejarah Berdirinya Rumah Seni Dolok Sipiak

Banyak tantangan dihadapi RSDS sejak berdiri. Dimulai dari titik nol hingga menjadi salah satu komunitas yang menampung, menggali hingga menampilkan kreatifitas pelaku seni di Parapat – Ajibata saat ini.

Tari Cawan dari Rumah Sanggar Seni Dolok Sipiak.(Foto/Ferindra)

Di awal tahun 2003, pembina RSDS Corry mulai berpetualang menjelajahi kawasan Danau Toba. Akhirnya tahun 2009 membentuk komunitas seniman anak muda, SENAPAS Community, terdiri dari seniman-seniman Parapat – Ajibata.

Komunitas Seni Naposo Parapat Ajibata Sekitarnya (SENAPAS) ini terdiri dari kumpulan anak-anak muda (naposo) yang memiliki kesamaan bakat dan talenta dalam bidang seni modern maupun tradisional (Toba, Simalungun, Karo, Nias, Dairi, Pakpak, Mandailing) yang berdomisili di Parapat – Ajibata sekitarnya.

TERKAIT  Babi Ambat, Ritual Menangkal Covid-19

SENAPAS Community merupakan suatu wadah untuk mengexplore, serta menyalurkan talenta  dan skill anak-anak muda dalam berkarya di bidang seni sebagai upaya pembinaan generasi muda di Parapat dan Ajibata kala itu.

Tahun 2009 SENAPAS mulai berkreasi di lahan kosong milik Pemkab Simalungun di atas bukit Sipiak Mess Kantor Camat Girsang Sipanganbolon untuk kegiatan seni dan latihan. Untuk berteduh dari pana dah hujan, mereka membangun sendiri pondoknya.

Dari nama bukit atau Dolok Sipiak itu akhirnya Senapas Community bertransformasi menjadi Rumah Seni Dolok Sipiak, dan diresmikan pada tanggal 7 Des 2014.

Sanggar Dolok Sipiak bergerak di berbagai bidang seni dan kegiatan yang dilakukan anak sekolah. Menurut Corry, ini menjadi kebanggaan tersendiri baginya yang menyukai dunia anak. Di sana dia selalu dipanggil ibu.

Sebelum RSDS diresmikan, Corry sudah fokus dengan pengembangan wisata di Parapat – Ajibata pada Tahun 2011 dan mendapat tanggung jawab sebagai salah satu manager di Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT) hingga saat ini.

Tanggungjawabnya sebagai manager di BPGKT,  akhirnya dia sinkronkan dengan kegiatan sanggar Seni Dolok Sipiak.

“Saya tetap menjalankan tugas mengedukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat, dalam kawasan geosite menjadi geosite mandiri dan bisa mensejahterakan masyarakat sekitar. Menyentuh dan memasuki desa-desa dengan harapan bisa dijadikan desa wisata.” Imbuhnya.

Penulis : Ferindra

Editor   : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU