Samosir Bersiap Menyambut Dunia di Trail of The Kings 2026

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID-Beberapa hari sebelum ribuan pelari dari berbagai negara tiba di Pulau Samosir, aktivitas di sejumlah desa yang akan dilalui lintasan Trail of The Kings by UTMB 2026 mulai terasa berbeda.

Panitia datang ke rumah-rumah warga, menjelaskan rencana kegiatan, mengatur jalur, sekaligus memastikan masyarakat memahami apa yang akan terjadi saat lomba berlangsung.

Bagi warga, kehadiran event internasional ini bukan lagi sesuatu yang asing. Namun, antusiasme tetap terlihat ketika mereka mengetahui bahwa kampung mereka akan menjadi bagian dari rute yang dilalui pelari dari berbagai penjuru dunia.

Warga senang kita datang dan menginfokan bahwa kita akan berkegiatan. Kita tetap izin, bahwa bagian depan rumah mereka akan ditutup pagar besi. Tidak ada akses kendaraan, hanya bisa jalan kaki, dan mereka tetap bisa berjualan seperti biasa,” ujar Julina Martha Hutapea, salah seorang panitia Trail of The Kings belum lama ini kepada NINNA.ID.

BERSPONSOR
CAMAT PANGURURAN_TOTK
Panitia Trail of The Kings by UTMB 2026 melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa di wilayah yang akan dilalui lintasan lomba. Kunjungan ini dilakukan untuk membangun dukungan masyarakat sekaligus memastikan kelancaran penyelenggaraan event internasional di Kabupaten Samosir. (foto ©Panitia TOTK)

Pendekatan itu menjadi bagian penting dari persiapan. Sebab, Trail of The Kings bukan hanya perlombaan lari lintas alam, tetapi juga perhelatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Jalur lomba melewati perkampungan, kawasan pertanian, hingga lokasi-lokasi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Samosir.

Tahun ini, Trail of The Kings by UTMB mencatat peningkatan partisipasi. Sebanyak 1.015 pelari dari 34 negara akan ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti peserta dari 27 negara.

Kehadiran pelari internasional menjadi sinyal bahwa nama Samosir semakin dikenal dalam peta sport tourism dunia.

Persiapan pun dilakukan secara menyeluruh. Dalam rapat finalisasi yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama seluruh pemangku kepentingan, berbagai aspek mendapat perhatian, mulai dari transportasi, pengamanan, layanan kesehatan, hingga kebersihan kawasan wisata.

TERKAIT  Tilang Elektronik, Bagaimana Polisi Menangani Pengemudi dengan Plat Nomor Palsu?

Panitia menyiapkan pusat kegiatan di Waterfront City Pangururan yang menjadi lokasi start dan finis seluruh kategori lomba. Kawasan ini juga akan menjadi pusat aktivitas peserta, keluarga pelari, sponsor, serta pelaku usaha lokal selama tiga hari pelaksanaan event.

Di sepanjang lintasan, pos bantuan, layanan medis, dan sistem pendukung lomba telah dipersiapkan untuk menjamin keselamatan peserta.

- Advertisement -

Jalur yang melintasi kawasan ikonik Samosir seperti Pusuk Buhit, Sidihoni, Naisogop, hingga desa-desa tradisional telah dipetakan dan disiapkan untuk menyambut para pelari.

Bupati Vandiko Timotius Gultom menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung penuh penyelenggaraan event tersebut.

Kami siap sukseskan kegiatan ini. Akan banyak dampak ekonomi bagi masyarakat Samosir,” ujarnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Saat ribuan peserta dan pendamping datang ke Samosir, hotel, homestay, restoran, pelaku UMKM, penyedia transportasi hingga pedagang kecil akan ikut merasakan manfaatnya.

Di sisi lain, para pelari juga akan membawa pulang pengalaman tentang keindahan Danau Toba dan keramahan masyarakat Batak yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Trail of The Kings memang bukan sekadar perlombaan mengejar garis finis. Bagi Samosir, event ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan olahraga kelas dunia.

Bagi masyarakat, ini adalah momen untuk menyambut tamu dari berbagai negara dengan cara yang paling sederhana namun berkesan: keterbukaan, keramahan, dan semangat gotong royong.

Ketika peluit start berbunyi pada 12 Juni mendatang, yang berlari bukan hanya para peserta. Seluruh Samosir sesungguhnya ikut bergerak bersama, memperlihatkan kepada dunia bahwa sebuah pulau di tengah Danau Toba siap menjadi panggung sport tourism internasional.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU