spot_img

Sagasaga dan Talatoit Alat Musik Tradisional Bernada Asmara

NINNA.ID – Bangso Batak Toba sangat kaya akan alat musik tradisional. Selain Gondang Sabangunan dan Husapi masih ada alat musik yang belum kita ketahui. Penasaran dengan alat musik itu? Alat musik itu disebut Sagasaga dan Talatoit. Begini ceritanya.

Alat musik Sagasaga terbuat dari sisik pelepah Borta (nira) atau pohon enau. Alat ini berbentuk persegi panjang dan pada sisinya terpasang seutas tali benang. Untuk memainkan Sagasaga ini, tali benang ditarik-tarik dan didekatkan pada mulut si pemakainya. Untuk mengatur nada-nya, tergantung pada bukaan mulut sipemakai.

Pada zamannya, Sagasaga dipergunakan sebagai alat komunikasi oleh kaum remaja untuk mengungkapkan isi hatinya dalam bentuk alunan musik.

Sebab pada zaman itu orang tidak bisa langsung berbicara kepada wanita idaman hatinya. Lebih sering harus melalui perantara benda-benda yang dimainkan.

Untuk melakukan pendekatan, dua insan berlainan jenis itu memainkan Sagasaga-nya bersahut-sahutan. Semisal untuk menyatakan kata setuju atau tidak, ada sebuah kode dari suara Sagasaga yang sudah dikenal para pemuda saat itu.

Selain Sagasaga masih ada lagi alat musik tradisional Batak Toba yang dinamai dengan Talatoit (Salohot).Beda halnya dengan Sagasaga, Talatoit ini terbuat dari bambu kecil. Panjangnya kurang lebih satu jengkal atau 5 sampai 6 centimeter.

Awal ditemukannya pun hampir sama dengan Husapi (kecapi). dimana seorang Pamuro membuat dan menancapkan sebuah kayu pada ujung bambu yang berukuran kecil, maka ketika angin datang, dari lobang bambu tersebut akan keluar nada sehingga akan mengejutkan burung yang hinggap di tanaman padi itu.

TERKAIT  Doli Doli Sampe Bunga Dalam Budaya Batak

Dari peristiwa ini, jenis alat musik yang dikenal dengan Talatoit dikembangkan oleh para Pamuro, dengan membuat beberapa lobang pada bambu tersebut. Dari pangkal hingga ujung bambu tersebut lobangnya dibuat plong. Pada sisi pangkal dan ujung bambu dibuat lobang. Untuk meniup Talatoit ini, dibuat lagi satu lobang di tengah badan bambu.

Sebelum ajaran Kristiani masuk ke Tanah Batak, alunan suara Talatoit diyakini memiliki mistis untuk mendapatkan perempuan, yang kita kenal sekarang dengan istilah imu pelet.

Dikisahkan, seorang pria hanya butuh mendapatkan rambut si gadis idaman hatinya, lalu melengketkan rambut tersebut ke Talatoit saat ditiup. Percaya atau tidak, dengan sendirinya perempuan pemilik rambut tadi akan langsung datang ke rumah si pria.

Sesungguhnya suku Batak sangat kaya akan tradisi dan budaya serta alat-alat musik yang suku lain belum tentu memilikinya. Perlu upaya untuk menggali dan melestarikan warisan nenek moyang Batak ini agar tetap lestari dan dikenal generasi saat ini.

 

Penulis     : Aliman Tua Limbong
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU