spot_img

Rumah Kapal, Restoran Bernuansa Sejarah Bagi Empat Marga Besar di Tarutung

TAPUT- Rumah kapal. Demikian wasyarakat Tarutung menyebut restoran yang sebenarnya berada Siatas Barita. Tempat ini sangat indah untuk ukuran restoran. Disebut rumah kapal karena tempat itu bentuknya memang seperti kapal.

Selain bentuknya, keistimewaan lain dari rumah kapal ini, kita bisa memandang seutuhnya Rura Silindung dan Kota Tarutung. Letaknya berada di pertengahan jalan menuju Salib Kasih Siatas Barita.

Selain sebagai restoran, Rumah Kapal juga sebagai tempat pengunjung untuk berenang. Di sana ada satu kolam, walau tak luas, tetapi berenang di sana sangat spesial karena airnya masih segar alami, bersumber dari gunung.

Selain adanya fasilitas kolam di sana, ada juga dibangun patung yang dikenal sebagai patung Yesus, yang sering dijadikan latar belakang atau teman berfoto.

Disamping tempat makan, ada kolam ikan yang bisa dibilang luas,jadi pengunjung bisa menikmati makanan dengan melihat ikan di kolam itu.

Sajian makanan yang ada di restoran ini merupakan makan khas Tapanuli,seperti ikan mas atau ikan mujahir bakar. Ikan di tempat itu, ditangkap dari kolam ikan yang juga terbilang luas di sana. Banyak pengunjung menikmati santapannya, sambil melihat-lihat ikan hilir mudik berenang dalam kolam itu.

TERKAIT  Tongging Gerbang Besar Menuju Danau Toba
rumah kapal 2
Di sekitar Rumah Kapal ada kuburan Guru Mangaloksa.(Foto:ist)

Jika secara umum, rumah kapal hanya dianggap sebagai restoran berbentuk kapal dengan beberapa kelebihannya, tidak dengan marga Hutabarat, Panggabean, Hutagalung dan Lumbatobing. Bagi keempat marga ini, rumah makan itu mengandung makna sejarah nenek moyang mereka. Di belakang restoran itu, ada tambak atau kuburan Guru Mangaloksa Hasibuan. Sosok ini merupakan orang tua dari keempat marga tadi.

Biasanya, pada musim liburan Bulan Juli dan Desember, berbondong-bondong pengunjung dari dari luar kota menjadikan lokasi ini sebagai tempat mereka bersantai. Di sana, mereka bersantai sebelum atau sesudah sampai ke Salib Kasih. Selain tempat usaha, tempat ini juga sangat sering sekali dijadikan tempat pertemuan-pertemuan, diskusi, atau rapat.

Rumah kapal ini buka pada pukul 10.00 WIB dan tutup pada pukul18.00 WIB . Jarak dari Kota Tarutung kurang lebih tiga kilometer. Jika bro dan sista sudah sampai ke Tarutung, sayang sekali melewatkan destinasi lokal yang satu ini.

 

Penulis   : Eka Hutabarat
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU