spot_img

Ruang Terbuka Publik Merubah Wajah Kota Parapat

SIMALUNGUN – Dua lokasi ruang terbuka publik (RTP) yang sering dikunjungi wisatawan di Parapat, saat ini sedang tahap finishing rebranding. Dua RTP ini ada di pantai bebas Parapat dan depan Hotel Atsari.

Kedua RTP ini memiliki fasilitas yang beda tiap lokasi. RTP pantai bebas yang terletak di Jalan Sisingamangaraja sebelum pintu gerbang Parapat, menghadirkan wahana bermain dan sport seperti skateboard, joging area, spot selfie dengan paduan hamparan semenanjung pantai Parapat.

Di salah satu sudut berdiri megah patung adat Simalungun sebagai icon budaya setempat. Tak kalah pentingnya, beberapa stand kios dibangun berjajar sebagai fasilitas informasi dan sarana bagi UMKM setempat, menjajakan hasil karyanya.

Beberapa sudut di desain unik sebagai spot selfie berpaduan panorama alam Danau Toba dengan deretan hotel megah di bibir pantai.

Sedangkan RTP di pantai depan Atsari Hotel di Jalan Kol TPR Sinaga, hanya berjarak sekitar 200 meter dari RTP sebelumnya. Di RTP ini ada bangunan megah bergaya klasik dengan ukiran dan desain bangunan rumah adat Simalungun.

Terdapat juga beberapa sudut spot selfie yang menawan, bangunan tempat informasi pelayanan jasa wisata seperti kapal dan UMKM pariwisata tersedia juga  di sini.

TERKAIT  Setengah Lingkaran Pulau Samosir, Hasilnya Tetap Wah

Sebelumnya, kedua lokasi ini merupakan tempat pelabuhan untuk melayani antar jemput wisatawan yang ingin menyeberang Danau Toba.

Setelah diresmikan nanti, kedua RTP yang berada di pinggiran Danau Toba Parapat ini, tidak memberlakukan pengutipan retribusi atau karcis masuk. Informasi ini didapat dari Wakil Bupati Simalungun Zony Waldy, saat meninjau RTP itu baru-baru ini.

Peresmian tempat itu dijadwalkan pada bulan Desember oleh pemerintah pusat, lalu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Berlibur dan bermalam di Kota Parpat, akan semakin mengasyikkan, dengan suguhan alam yang eksotis dipadu dengan fasilitas yang modern.

Wisatawan yang berniat menikmati RTP ini tak perlu bingung mencari hotel atau homestay. Rerata kedua RTP ini diapit oleh akomodasi yang bisa disesuaikan dengan isi dompet masing-masing.

Penasaran dengan wajah Kota Parapat setelah sentuhan rebranding ini? Saatnya bro dan sista ninnA membuat rencana datang kembali ke Parapat. Ingat, bulan Desember tidak lama lagi untuk menyambut libur akhir tahun “para raja  dan ratu” di Parapat Danau Toba.

 

Penulis    : Feriandra
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU