spot_img

RUHUT

Ritual Manguras Hoda (I)

NINNA.ID – Setelah dilakukan Ritual Mandudu, ada satu lagi ritual yang harus dilakukan yakni Manguras Hoda (menyematkan kuda) hingga Mangallang Hoda (mengurbankan kuda). Inilah ritual Batak paling tinggi di Sianjurmulamula.

Di masanya, ritual budaya Mangallang Hoda sering dilakukan di Sianjurmulamula. Ritual ini dipercaya sangat dekat dengan eksistensi Mulajadi Nabolon. Segala permintaan dan harapan kepada Mulajadi Nabolon disampaikan melalui rapalan doa atau tonggo-tonggo. Dipercaya menjadi ritual sakral yang erat kaitan dengan Mulajadi Nabolon, menjadikan ritual ini bermakna sangat tinggi.

Ritual ini didasari oleh petunjuk Datu (orang pintar) melalui berkat dan hakekat Mulajadi Nabolon (garis keilahian). Dalam pelaksanaannya, ritual ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sebab resikonya tinggi bagi si pembuat acara.

Untuk menentukan hari pelaksanaannya saja, harus menyatukan beberapa kajian-kajian pendapat Datu.

Contoh dasar pelaksanaan Manguras Hoda kali ini, bergerak dari petunjuk Datu. Alkisah, ada satu keluarga yang mengalami nasib yang kurang setara dengan yang lain. Semisal dari keluarga tersebut sudah punya jabatan yang lumayan. Namun tidak diketahui sebabnya, tidak ada angin tidak ada hujan, sepasang suami istri ini meninggal dunia, padahal umurnya masih sangat muda.

TERKAIT  Ritual Gondang Uras-Uras

Ada juga kisah, satu keluarga hidup berkecukupan tapi ada anaknya yang idiot dan ada yang cacat fisik. Saking menderitanya, keluarga tersebut pergi ke Datu, untuk mendapatkan jawaban atas nasib yang sedang menimpanya.

Lewat pegetahuan spiritualnya, Datu tersebut mengungkapkan, dahulu ada neneknya berselisih paham hingga terjadi Marhata Sinange  (sumpah pocong). Sumpah ini ternyata berdampak terhadap kedua belah pihak yang berselisih paham tadi.

Untuk menormalisasi segala kemungkinan dari hal-hal yang buruk, maka Datu mengatakan harus mengadakan Ritual Manguras Hoda (meyematkan kuda). Arti sederhana dari Manguras Hoda ini, agar kuda tersebut kelak melahirkan anak kuda yang memiliki tanda-tanda sesuai hakekat Mulajadi Nabolon.

 

Penulis    : Aliman tua Limbong
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU