spot_img

HODA SOMBA

Ritual Manguras Hoda (IV)

NINNA.ID – Menjelang hari yang ditentukan Hasuhuton (si pembuat acara) mengajak sanak saudaranya agar mengadakan pertemuan, untuk menyatukan persepsi serta rancangan tentang tata cara pelaksanaan persembahan kuda sesuai garis yang telah dianugerahkan Mulajadi Nabolon.

Sesuai dengan petunjuk Datu (ahli perbintangan) harus dimulai dari penebangan pohon untuk dijadikan kayu bakar selama prosesi  Pasahat Hoda Somba (kuda persembahan).

Setelah dilakukan acara penebangan pohon, dilanjutkan dengan Marlaning laning sesama sesepuh untuk membahas apa-apa saja yang harus dipersiapkan dalam acara penyampaian Hoda Somba.

Pada kesempatan itu ditetapkan pelaku-pelaku yang terkait dengan acara pasahat Hoda Somba, yang betul-betul memahani makna dan tujuan Hoda Somba. Sebab menurut kepercayaan Batak Toba, acara Pasahat Hoda Somba adalah ritual yang paling bermakna.

Ritual ini menentukan garis setiap keturunan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam Batak Toba dikenal dengan Bangko (sifat).

Setelah Sungkun Saripe dilakukan, dilanjutkan dengan Mergalang Raja. Margalang Raja maksudnya mengudang Raja Bius setempat. Sebab pada masa itu Raja Bius diyakini sebagai penyampai Tonggo tonggo (doa) kepada Mulajadi Nabolon.

TERKAIT  Perempuan Sebagai “Boru Ni Raja” dalam Budaya Batak Toba

Merekalah yang mengerti makna dan arti Hadebataon (keilahian) kala itu. Kumpulan Raja bius disebut Raja Parbaringin. Raja Parbaringin maksudnya suatu tugas yang berkaitan kangsung kepada Allah. Namun setelah ajaran Kristiani masuk ke tanah Batak, istilah Parbaringin hilang seiring berjalannya waktu.

 

Penulis   : Aliman Tua Limbong
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU