spot_img

Resto Martabe Pencuri Hati di Tengah Sawah

TAPUT – Hi bro dan sista NINNA.ID. Kali ini kita akan mengunjungi salah satu usaha bertajuk pedesaan di Tapanuli Utara. Usaha ini merupakan hasil kreativitas masyarakat di tengah masa pendemi, Resto Martabe.

Tepatnya di Kecamatan Tarutung, ada satu desa bernama Saitnihuta. Salah seorang warganya mengembangkan usaha berupa resto di tengah pedesaan yang dikelilingi oleh hamparan sawah, kolam ikan dengan view pegunungan.

Resto Martabe
Wah makannya seru ya sista. Pasti ayam penyet paling top di Resto Martabe Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.(Foto:miranda(

Akses jalan bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi melalui dua rute. Rute pertama melalui Desa Hutagalung dan rute kedua melalui Desa Aek Siansimun. Untuk kondisi jalannya aman dan bagus, bro dan sista tidak perlu khawatir saat melewatinya.

Sesampainya di Bumdes Sumurung, bro dan sista akan langsung disuguhi pemandangan indah dari hamparan persawahan, kolam-kolam ikan dan pegunungan. Di sinilah Resto Martabe berada.

Pemilik Resto Martabe, yang biasa dipanggil Kak Nelly Tobing, menyediakan beragam menu nasional. Food, drinking hingga snack tersedia di sini. Walau resto ini baru saja buka sekitar empat bulan yang lalu, namun sudah mencuri perhatian dari berbagai kalangan, khususnya penduduk daerah Tarutung.

“Alasan kenapa dibuka di tengah pedesaan, karena memang ingin mengusung konsep desa ya. Ada pegunungan juga, sekaligus tempat healing bagi yang merasa lelah atau stress. Lokasinya cocok, jauh dari keramaian,” ujar Nelly Tobing.

Resto Martabe
Salah satu view yang dapat dijadikan background berfoto di Resto Martabe Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.(Foto:miranda)

Soal harga di Resto Martabe ini sangat terjangkau kok bro dan sista, tidak sampai menguras isi dompetmu.

“Pasarnya sih semua kalangan ya, anak-anak muda juga. Tapi, yang paling sering itu, keluarga bawa anak-anak gitu. Rapat kantoran juga sering kok di sini, plus  makan siangnya,” ujar Nelly Tobing.

TERKAIT  Gitar Sipoholon Sudah Dipetik di Mancanegara

Resto Martabe ini dibuka setiap Senin sampai Sabtu dan open start pukul 10.00 WIB – 22.00 WIB, dan khusus hari Minggu dibuka mulai pukul 12.00 WIB dan tutup seperti biasanya. Di masa pandemi ini, para karyawanya yang enam orang, selalu aktif mengingatkan untuk selalu menjalankan prokes. Jadi bro dan sista harus prokes juga ya.

“Makanan yang menurutku paling top di sini, nasi ayam penyet martabe dan kalau snacknya, nugget,”ujar Tari Tobing, seorang pengunjung yang ditemui NINNA. Bibirnya terlihat masih berminyak dan ada sedikit keringat di pelipis kirinya. Wih, seru banget makannya ya sis.

Teman Tari, Lita Tobing menimpali, Resto Martabe itu sangat strategis dan sangat cocok untuk tempat santai komplit satu keluarga, membawa anak-anak termasuk kakek neneknya. Pemandangan asri dan udara sejuk didukung tempatnya yang bersih juga nyaman. Siap bersantap, bro dan sista bisa berfoto ria untuk mengabadikan keindahan view dari tempat itu.

Untuk area parkir, bro dan sista bisa masuk ke areal Bumdes Sumurung, dan memarkir kendaraan di tempat yang disediakan, dan gratis.

Bagaimana bro dan sista, tertarik berkunjung ke sini sehabis pandemik? Gak bakalan bikin kecewa lho. Sampai bertemu di lokasi wisata, usaha kreatif dan budaya selanjutnya, dari bumi Tapanuli Utara. Horas

 

Penulis : Miranda Panggabean
Editor   : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU