spot_img

Replika Pagoda Shwedagon Tertinggi di Indonesia

KARO – Taman Alam Lumbini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Karo, tepatnya di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat. Di taman ini ada replika Pagoda Shwedagon, tujuan utama traveler.

Untuk mencapai Taman Alam Lumbini, bro dan sista membutuhkan waktu 2-3 jam dari Medan menuju Berastagi. Kemudian, dilanjut dengan angkutan umum menuju Tugu Buah Jeruk yang berada di simpang Dolat Rakyat. Dari simpang ini akan menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit untuk tiba di Taman Alam Lumbini.

Pagoda ini difungsikan sebagai tempat beribadah umat Buddha sekaligus tempat wisata bagi masyarakat umum. Pagoda Taman Alam Lumbini merupakan replika dari Shwedagon yang ada di Kota Burma, Myanmar.

Taman Alam Lumbini juga menjadi Pagoda tertinggi di Indonesia dan tertinggi kedua di Asia Tenggara. Luas dari Pagoda ini diperkirakan sekitar 3 hektar. Tinggi bangunan pagoda yang ada di Taman Lumbini ini adalah 46.8 meter dengan panjang mencapai 58 meter.

Ikon utama dari Taman Alam Lumbini ini adalah stupa berwarna emas serta relief patung yang ada di tembok sekeliling taman ini. Terdapat 108 relic suci, 2.598 rupang Buddha, 30 rupang Arhat.

Menurut kepercayaan agama Buddha, nama Lumbini adalah nama tempat Siddharta Gautama dilahirkan tepatnya di Nepal.

Replika Pagoda Shwedagon 2
Replika Pagoda Shwedagon tampak depan.(foto:ist)

Saat bro dan sista memasuki area Taman Alam Lumbini, bro dan sista tidak akan dipungut biaya retribusi masuk, cukup siapkan dana sukarela. Jika ingin berkunjung ke tempat ini, datang kapan saja karena Kuil Buddha ini buka mulai pagi pukul 09.00 WIB hingga sore pukul 17.00 WIB setiap harinya.

Terdapat beberapa aktivitas yang bisa dilakukan selama berada di Taman Alam Lumbini ini, mulai dari melihat keindahan replika Pagoda Shwedagon Myanmar ditemani dengan hembusan angin sejuk karena sekeliling Taman ini didukung oleh taman-taman yang asri.

TERKAIT  Pasar Tomok, Lokasi Berburu Souvenir di Samosir

Fakta menariknya lainnya adalah, semua wisatawan dengan latar belakang agama apapun dibebaskan untuk masuk ke dalam kuil ini, karena tidak ada larangan memasuki area yang religius ini. Namun bro dan sista perlu ketahui, sebelum masuk ke dalam, harus melepaskan alas kaki sebagai bentuk penghormatan di tempat suci ini.

Saat memasuki bangunan ini, bro dan sista akan disambut oleh patung-patung gajah yang terbuat dari marmer. Di dalamnya juga terdapat pagoda kecil dan pilar Ashoka yang berukuran 19 meter. Perlu juga diketahui, selama berada di dalam bangunan kuil ini, wisatawan dilarang untuk mengambil gambar/mengabadikan momen.

Keluar dari bangunan Pagoda, terdapat aktivitas lainnya boleh lakukan, yaitu melewati jembatan gantung yang disebut sebagai Titi Lumbini. Panjang dari jembatan ini sekitar 20 meter.

Saat melewati jembatan ini, bro dan sista akan dimanjakan oleh keindahan landskap alam yang ditumbuhi oleh pepohonan, sayur mayur dan buah-buahan di sekelilingnya. Oleh sebab itu, tidak salah tempat ini dijuluki sebagai Taman Alam Lumbini.

Replika Pagoda Shwedagon 3
Pakaiana adat Myanmar dapat disewa di sekitar Reprika Pagoa,(foto:ist)

Selain itu bro dan sista boleh mengabadikan momen dengan menyewa berbagai kostum-kostum unik dan menarik. Seperti pakaian tradisional China, Jepang, Indonesia dan banyak lagi ada di Taman Alam Lumbini. Harganya juga cukup terjangkau. Mulai dari Rp20 ribuan, sudah dapat menyewa pakaian-pakaian tersebut untuk seharian.

Jadi jika bro dan sista ingin melihat Pagoda terbesar di Myanmar tapi terkendala waktu dan budget, tidak perlu khawatir karena Indonesia juga punya replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Asia Tenggara, yang berlokasi di Karo, Sumatera Utara. Jangan lewatkan tempat yang menyajikan banyak cerita ini.

 

Penulis   : Josua Siburian
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU