Puluhan Tahun Mati, Ikan Mas di Danau Toba Kini Hidup Kembali

BERSPONSOR

Simalungun, NINNA.ID– Setelah lebih dari dua puluh tahun terlantar, bangunan Replika Ikan Mas di Desa Sipolha Simalungun di Danau Toba kini direnovasi.

Penampilannya menjadi lebih menarik. Area sekitar bangunan juga berlantaikan paving block.

Tidak hanya bangunan yang menarik untuk dipandang. Suasana hutan, pemandangan Danau Toba yang begitu dekat membuat objek wisata ini menarik untuk dikunjungi.

Bangunan ini juga cocok menjadi destinasi eduwisata karena Ikan Mas merupakan merupakan ikan asli dari Danau Toba.

Ada banyak cerita yang bisa dibagikan tentang Ikan Mas. Cerita legenda atau dongeng asal mula Danau Toba dari seekor Ikan Mas.

Atau keberadaan Ikan Mas di Danau Toba yang perlahan-lahan menyusut akibat beragam faktor.

Replika Ikan Mas
Replika Ikan Mas di Sipolha Simalungun (foto: Damayanti)

Penampilan Ikan Mas

Penampilan gedung Ikan Mas ini cukup mencolok dan menyita perhatian pengguna jalan. Panjang bangunan sekitar 20 meter dan tinggi 10 meter. Bagian ekornya saja mencapai 8 meter.

Pintu masuknya berbentuk mulut ikan yang menganga. Di dalam ada 2 bagian, atas dan bawah. Di dalam terdapat 24 jendela.

Keunikan bangunan ini sampai menarik perhatian seorang sutradara film dokumenter asal Amerika dalam filmnya ‘The Act of Killing”. Sang sutradara menjadikan bangunan Ikan Mas ini sebagai lokasi syuting dan sampul film.

Film “The Act of Killing” karya Joshua Oppenheimer itu pertama kali diputar di Toronto International Film Festival pada September 2014 dan berhasil membuahkan penghargaan.

Sekalipun sempat tersohor berkat pengaruh film tersebut, bangunan ini malah sempat kehilangan daya tariknya.

- Advertisement -

Selama lebih dari dua puluh tahun bangunan ini diabaikan, terlantar dan sama sekali tidak pernah diusahakan.

TERKAIT  Kampung Ulos Hutaraja, World Heritage Site You Must Visit While Travelling in Samosir Island
Ikan Mas Sipolha
Replika Ikan Mas di Sipolha Simalungun (foto: Damayanti)

Beberapa sumber mengatakan replika ikan mas ini dibangun oleh Djabanten Damanik semasa dia menjabat sebagai Bupati Simalungun.

Di awal rencananya dijadikan sebagai restoran dan penginapan di sekitar. Akan tetapi, rencana hanya sekadar wacana.

Sejak dibangun sekitar tahun 1997 hingga tahun 2020, bangunan ini belum pernah difungsikan sama sekali. Lebih dari 20 tahun bangunan ini terlantar.

Kini, setelah direnovasi dan menjadi lebih menarik, apakah Ikan Mas ini akan benar-benar hidup? Sobat Ninna punya kontribusi untuk menghidupkannya kembali!

Ikan Mas Sipolha
Suasana di sekitar bangunan replika Ikan Mas di Desa Sipolha, Simalungun (foto: Damayanti)

Lokasi Ikan Mas

Ikan Mas ini dekat dengan Penatapan Parapat. Jika kamu dari arah Siantar sebelum terlihat Danau Toba, perhatikan posisi sebelah kanan sampai kamu melihat simpang tiga, ada papan arah penunjuk jalan menuju Desa Sipolha, Tiga Ras atau Simarjarunjung, ikuti ruas jalan itu.

Sebaliknya, dari arah Parapat melewati Sibaganding, kamu akan melewati simpang tiga. Ke kiri menuju Desa Sipolha, ke kanan atau lurus menuju Siantar.

Jika kamu kesini, kamu hanya akan melihat bangunan ini kosong. Tapi setidaknya kamu bisa berfoto di dalam maupun di luar bangunan. Pemandangan di sekitar juga bagus.

Bila kamu berniat menuju Bukit Sipolha, kamu bisa singgah kemari sekadar untuk istirahat sebentar dan berfoto. Belum ada kutipan untuk masuk ke sini.

Biasanya, ada para petani setempat yang mengerjakan lahan sekitar seperti kopi, mangga, dan tanaman keras lainnya.

Penulis: Damayanti Sinaga
Penulis juga aktif sebagai pemandu wisata

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU