Proyek Senilai Rp9,6 Miliar di Samosir Terancam Tak Tuntas

BERSPONSOR

SAMOSIR – Proyek Pekerjaan Lanjutan Rekonstruksi Jalan Sihapilis – Tanjungan, senilai Rp9,6 miliar terancam tidak tuntas tahun ini. Padahal, kontrak proyek dengan pagu terbesar di Kabupaten Samosir ini, sudah diperpanjang 50 hari.

Proyek yang dikerjakan kontraktor asal Jakarta itu, sudah menjadi sorotan masyarakat Samosir sejak proses lelang.

“Mulai proses lelang, kita sudah ragu dengan keberadaan kontraktornya,” ujar pegiat anti korupsi, Dian Sinaga, kepada wartawan, Rabu (23/11/2022) di Pangururan.

Dia membeberkan, proyek dengan nomor kontrak: 670/01/KTR/PPK/DISPUTR/DAK/IV/2022, tanggal SPMK: 11April 2022, nilai Kontrak: Rp9.699.450.000, sumber dana APBD TA 2022, konsultan: CV JO-MAS KONSULTAN, penyedia jasa: PT Sangguna Garuda Persada, waktu pelaksanaan: 180 hari kalender itu, menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

BERSPONSOR

“Jika proyek ini tidak tuntas, tentu masyarakat Samosir yang dirugikan, maka pemangku kepentingan Pemkab Samosir harus segera mengambil tindakan tegas,” kata dia.

Sesuai hasil pantauan terbaru di lokasi proyek, kata Dian, pekerjaan itu sudah tidak mungkin selesai sesuai perpanjangan kontrak sampai 28 November 2022.

Menurut dia, fakta-fakta kejanggalan dugaan persekongkolan pihak terkait sudah tercium sejak awal.

TERKAIT  38 Atlet Pakpak Bharat Diberangkatkan ke Porprovsu

“Pada bulan September 2022, progres pekerjaan dimaksud masih berada di kisaran 30 persen. Patut diduga terjadi rekayasa (pemalsuan berkas) apabila termin progres pekerjaan dibayarkan melebihi 50 persen,” tegasnya.

BERSPONSOR

Dia menambahkan, kejanggalan paling mencolok sebagai fakta pendukung, pekerjaan itu tidak sesuai dengan Dokumen Pemilihan Nomor 027/PK.02.04/UKPBJ/II/2022 tanggal 24 Februari 2022 pada Bab IV Lembar Data Pemilihan (LDP) huruf (F) Persyaratan Teknis point (2) Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan.

“Yakni, Asphalt Mixing Plan (AMP) kapasitas 60Ton/jam dan stone crusher 60 ton/jam, tidak ada instalasi Asphalt Mixing Plan (AMP) dan Stone Crusher tidak kita temukan di lokasi proyek,” ungkap dia lagi.

Dian juga menerangkan, beberapa pengusaha penyedia material sudah menghentikan suplay material ke pihak kontraktor, akibat terkendala pembayaran.

“Ini informasi valid yang kita himpun dari beberapa pengusaha penyedia material,” imbuhnya.

- Advertisement -

Dian meminta Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom secepatnya mengambil tindakan. “Agar masyarakat Kabupaten Samosir tidak dirugikan, sebagai penerima manfaat pembangunan,” pungkasnya.

Penulis : Robin
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU