SAMOSIR – Proyek miliaran bersumber DAK Tahun Anggaran 2022 dengan nilai pagu paling besar di Kabupaten Samosir, yakni paket proyek Sihapilis dan Huta Ginjang semakin ramai disorot masyarakat.
Selain pagunya tergolong paling besar di Samosir, kontraktor yang memenangkan tender proyek itu, ramai dibicarakan masyarakat “bawaan” dari Ober Gultom. Dugaan adanya keterlibatan orang tua Bupati ini, semakin membuat masyarakat Samosir getol menyoroti proyek itu.
Terkait beredarnya informasi keterlibatannya membawa kontraktor asal Jakarta, sebagai penyedia jasa pada proyek Sihapilis dan Huta Ginjang itu, ditampik oleh Ober Gultom.

Melalui pesan WhatsApp-nya, Ober Gultom kepada wartawan menyampaikan, informasi beredar luas itu merupakan tuduhan tak ada bukti.
“Tuduhan tak ada bukti permulaan, masa dibahas. Ya hoax fitnah. Kan bisa dianalisa sendiri,” sebutnya. Dia lalu berupaya menghindari perbincangan soal proyek itu.
“Urusan yang berdasar aja kita bicarakan lae,” imbuhnya. Ayah Vandiko itu mengajak agar sabar menunggu hasil proyek.
“Kita ini taat azas. Selagi di pihak kedua, tidak bisa kita awam menyalahkan keterlambatan dan ada ketentuannya,” kata Ober.
Ayah kandung Vandiko Gultom itu juga terkesan getol menjawab masyarakat yang kritis tentang keberadaan dua proyek yang terancam tidak tuntas tahun 2022 ini.
Kemudian dia membandingkan soal keterlambatan pekerjaan itu dengan pekerjaan yang sedang berlangsung di Samosir.
“Contohnya Tanah Ponggol sampai hari inipun belum tembus. Nah itu belum bisa kita ributkan,” sebutnya memberikan perbandingan.
Dalam Peraturan Menkeu, kata Ober, bisa saja diperpanjang 50 hari melewati tahun anggaran berjalan dan diperpanjang lagi 90 hari.
Menanggapi penjelasan Ober Gultom ini, seorang pegiat antikorupsi di Samosir Dian Sinaga kepada wartawan, Minggu (27/11/2022) mengatakan, adanya penjelasan dari Ober itu merupakan bukti keterlibatannya.
“Sikap Ober Gultom ini, semakin mendekati fakta. Apa peranannya memberikan penjelasan terhadap proyek Sihapilis dan Huta Ginjang?” kata Dian.
Menurut Dian, keberaniannya menyampaikan fakta keterlibatan Ober Gultom pada dua proyek itu, awalnya berdasarkan perbincangan masyarakat Samosir secara luas.
“Dengan langsung pasang badan serta memberi penjelasan kepada wartawan, tentu keterlibatan Ober Gultom semakin menjadi sorotan,” ujar Dian.
Dominasi dan campur tangan ayah Vandiko Timotius Gultom itu, beber dia, sudah terlihat sejak awal masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Samosir, Vandiko dan Martua.
Dia meminta, agar masyarakat Samosir berani dan bersatu menyuarakan fakta dan kebenaran.
“Dulu Plt Kadis PUTR, Hartono, merupakan pejabat yang dibawa Ober Gultom, tapi tiba-tiba menghilang tak tahu rimbanya,” tuturnya.
Untuk mengembalikan marwah daerah ini, ungkap Dian, semua stakeholder harus berani secara terbuka menyuarakan sikap dan prilaku Ober Gultom yang semakin sewenang wenang.
Penulis : Robin
Editor  : Mahadi Sitanggang



