Pria Menyiksa Bayi di Kota Makassar

BERSPONSOR

SULSEL – Aksi seorang pria menyiksa bayi di Kota Makassar viral baru-baru ini di jagad media sosial. Pelaku tega menyekap anak yang diperkirakan berusia empat bulan itu menggunakan tangan.

Dari video yang beredar di media sosial, bayi tersebut sedang menangis keras. Tak diketahui pasti apa penyebabnya.

Pria itu lalu menyekap wajah bayi tersebut menggunakan tangannya. Cara itu dilakukan berulang kali hingga membuat bayi terlihat sesak napas.

Parahnya, tindakan keji yang dilakukan pelaku seperti disengaja. Sebab ia sambil merekam aksinya sendiri.

BERSPONSOR

Dari identitas yang didapat, terduga pelaku bernama Andry Victorianda. Ia merupakan warga BTN Pepabri Blok C, Sudiang, Kota Makassar.

Kapolsek Biringkanaya Kompol Alimuddin mengaku sudah mendapat informasi soal video tersebut.

Pihaknya juga langsung mengecek alamat pelaku seperti yang ada dalam identitasnya.

Kata Alimuddin, awalnya pelaku memang sempat tinggal di alamat tersebut. Namun, setelah ditelusuri, pelaku diduga sudah pindah ke Maluku.

BERSPONSOR
TERKAIT  Survei Penjualan Eceran Maret 2023: Penjualan Eceran Meningkat

“Iya, setelah dicek dia pernah ngontrak sementara di Pepabri. Waktu pindah mungkin tidak melapor. Makanya KTP-nya masih Sudiang. Dari cetakan SIM, dia sudah berada di Maluku, bukan Sulawesi Selatan lagi,” ungkap Alimuddin saat dikonfirmasi, Senin, 10 Oktober 2022.

Peristiwa pria menyiksa bayi, inisial GY, juga pernah dilaporkan dari Makasar, awal tahun 2021 lalu. Diduga, pelakunya seorang pria teman dekat ibu bayi malang tersebut.

Pelakunya diduga dilakukan oleh pria bernama Muh. Raikhan Parandi yang tidak lain adalah kekasih ibunya ST (18 tahun).

Wajah GY kini dipenuhi luka lebam. Usai menjadi korban penganiayaan di salah satu rumah kos, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukkang, Makassar.

- Advertisement -

Kepala Seksi Humas Polsek Panakukkang Brigadir Polisi Ahmad Halim mengatakan untuk dugaan sementara, pelaku diduga tega menganiaya bayi lantaran kesal mendengar suara tangisan korban.(suara)

 

Editor : Mahadi Sitanggang

 

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU