Potensi Alam Sumut Berupa Tanaman Pangan, Palawija, Perkebunan

NINNA.ID-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi alam berupa tanaman pangan, palawija, perkebunan, dan lainnya, ungkap Publikasi Indikator Ketahanan Sosial Provinsi Sumatera Utara 2021 yang dirilis 26 Desember 2022.

Sumut merupakan daerah agraris yang menjadi pusat pengembangan perkebunan dan hortikultura di satu sisi, sekaligus merupakan salah satu pusat perkembangan industri di Indonesia di sisi lain.

Ini terjadi karena potensi sumber daya alam dan karakteristik ekosistem yang memang sangat kondusif bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Tanaman Pangan

Pada 2021, produksi padi naik sebesar 34.355,72 ton menjadi 2.074.855,91 ton dari 2.040.500,19 ton pada 2020.

Demikian juga untuk produktivitas padi mengalami kenaikan tipis dari 52,51 kuintal per hektar pada 2020 menjadi 52,64 kuintal per hektar pada tahun 2021 hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan luas panen pada tahun 2021 dimana pada 2020 luas panen padi di provinsi Sumatera Utara sebesar 388.591,22 hektar dan pada tahun 2021 menjadi 394.184,11 hektar.

Tanaman palawija juga cukup potensial di Sumatera Utara. Hasil tanaman ini menjadi salah satu andalan ekspor Sumatera Utara terutama ke Negara Singapura dan Malaysia.

Produksi jagung Sumatera Utara tahun 2021 sebesar 1.724.398 ton, turun sebesar 241.046,2 ton atau 12,26 persen dibandingkan produksi jagung tahun 2020 yakni sebesar 1.965.444,2 ton.

BERSPONSOR

Peningkatan produktivitas tanaman jagung terjadi pada tahun 2021 dimana naik 1,81 kw/ha menjadi 63 kw/ha.

Berdasarkan wilayah administrasi, hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara menjadi produsen jagung, kecuali Kota Sibolga dan Kabupaten Nias Barat.

Pada tahun 2021, Kabupaten/kota yang menjadi andalan produsen jagung di Sumatera Utara adalah Kabupaten Karo dengan nilai produksi sebesar 757.927 ton, Kabupaten Dairi dengan nilai produksi sebesar 268.866 ton, dan Kabupaten Simalungun dengan nilai produksi sebesar 175.419 ton.

TERKAIT  MenKopUKM Bahas Penghapusan Kredit Macet UMKM

Perkebunan

- Advertisement -

Sumatera Utara juga merupakan salah satu pusat perkebunan di Indonesia. Perkebunan di Sumatera Utara telah dibuka sejak zaman penjajahan Belanda.

Komoditi hasil perkebunan yang paling penting dari Sumatera Utara saat ini antara lain kelapa sawit, karet, kopi, coklat dan tembakau.

Bahkan di Kota Bremen, Jerman, tembakau Deli sangat terkenal. Luas tanaman karet rakyat di Sumatera Utara selama periode 2018-2020 mengalami kenaikan.

Pada tahun 2018 luas tanaman karet rakyat adalah sebesar 361.784 ha, menjadi 369.392 ha pada 2020.

Kopi Arabika
Proses Pengeringan Kopi Arabika secara Wine

Kabupaten Mandailing Natal, Langkat, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Tengah merupakan pusat perkebunan karet rakyat di Sumatera Utara.

Sedangkan luas tanaman kebun kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara pada 2020 sebesar 441.399,52 ha dengan produksi 7.199.750,00 ton tandan buah segar (TBS).

Kabupaten Asahan merupakan pusat perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara.

Di daerah ini terdapat sebesar 77.243,00 ha kebun sawit rakyat atau 17,50 persen dari luas seluruh perkebunan kelapa sawit rakyat Sumatera Utara.

Selain kelapa sawit, produksi perkebunan lainnya yang menjadi andalan di Sumatera Utara adalah kopi.

Produksi kopi (Robusta dan Arabika) Sumatera Utara tahun 2020 adalah sebesar 76.597 ton dengan luas lahan 95.477 ha.

Kabupaten Dairi, Tapanuli Utara, dan Simalungun merupakan penghasil kopi dari Sumatera Utara. Bahkan kopi Sidikalang sudah dikenal di Pulau Jawa dan Eropa.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU