Potensi Air Terjun Simartubi di Dairi

BERSPONSOR

DAIRI – Air Terjun Simartubi yang indah ini berada di Desa Silalahi II, tepatnya di Desa Sitio-tio Kabupaten Dairi. Lokasinya berjarak sekitar 5 kilometer dari PLTA Renun.

Sumber air terjun ini lebih banyak dipengarui hujan. Ketika musim kemarau, debit air terjun ini terlihat sedikit, namun ketika musim hujan debit airnya akan melimpah.

Berada di lokasi air terjun ini, bro dan sista juga disuguhkan panorama indah Danau Toba dan Desa Binangara di Kabupaten Samosir yang tak kalah indah.

Dairi Simartubi
Panorama Danau Toba terlihat dari lokasi Air Terjun Simartubi.(foto:abiden)

Menuju air terjun ini akan melewati satu tempat keramat yang dikenal warga lokal dengan Parompungan. Warga lokal mensakralkan tempat itu, sehingga ada larangan tak boleh sembarang bicara jika melintasinya.

BERSPONSOR

Namun sayang, potensi Air Terjun Simartubi ini belum dimanfaatkan pemerintah desa atau warga lokal. Belum ada sentuhan menuju destinasi wisata di sekitarnya. Akses jalan, areal parkir kendaraan, apalagi usaha jasa kuliner belum ada ditemukan di sekitar air terjun.

TERKAIT  Toba Fantasi Labersa yang Baru dan Seru di Danau Toba

Seorang pemilik perladangan dekat dengan air terjun, R Simbolon, yang ditemui ninnA mengatakan pernah ada Tim Geopark di bulan April datang ke tempat itu melihat kondisi air terjun dan melakukan observasi bagaimana keindahan dari Air Terjun Simartubi. Selanjutnya, tidak ada lagi tim atau pihak pemerintah yang pernah terlihat berkunjung ke sana.

Lokasi air terjun itu sebenarnya tidak begitu sulit dijangkau karena di sekelilingnya merupakan lahan pertanian masyarakat dari Desa Sitio-tio.

Jarak tempuh untuk sampai ke Air Terjun Simartubi kurang lebih 15-20 menit dari Desa Silalahi Dairi. Selama di perjalanan akan dimanjakan dengan indahnya Danau Toba, sawah dan perladangan yang ada di sekeliling dari air terjun. Untuk masuk ke lokasi air terjun belum dikenakan kutipan apapun, namun harus tetap berhati-hati ya.

BERSPONSOR

 

Penulis    : Abiden Simamora
Editor       : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU