spot_img

Pohon Aren Tanaman yang Multi Fungsi

PARAPAT – Pohon Aren (Enau) atau bahasa Batak disebut dengan Bagot, adalah pohon jenis palma yang merupakan tanaman hutan serba guna dan multi fungsi di kalangan masyarakat.

Pribahasa “Tak kenal maka tak sayang”, sangat tepat dihubungkan antara manusia dengan tumbuhan liar di hutan ini. Kurangnya pemahaman terhadap manfaat pohon ini, membuat banyak masyarakat bahkan pemerintah dan pelaku agroindustri sawit, kurang tertarik membudidayakannya.

Hampir seluruh bagian pohon ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomis tinggi. Mulai dari akar, batang, pelepah, buah, daun, dan juga bunganya hingga diolah menjadi produk turunan dari pohon aren.

Tidak hanya itu, peran dan fungsinya terhadap lingkungan, sangat mendukung kelestarian sumber daya alam. Pohon ini sangat efektif dalam menanggulangi degradasi lahan dan penghijauan atau reforestasi alam.

Melihat pohon yang multifungsi ini, Pangdam I BB Majyen TNI Hasanuddin, Minggu kemarin menyerahkan bibit aren kepada petani di kawasan Danau Toba, di  Girsang Sipanganbolon.

“Selain meningkatkan penghasilan masyarakat, pohon aren juga berguna untuk reforestasi alam dan menjaga kelembaban dan kekuatan tanah karena akarnya yang kuat menyimpan air,” Tutur Mayjen Hasanuddin.

Pohon Aren 2
Pangdam I BB Majyen TNI Hasanuddin, menyerahkan bibit aren kepada petani di kawasan Danau Toba di Girsang Sipanganbolon.(Foto:ferindra)

Kontribusi pohon yang satu ini terhadap kelestarian lingkungan sudah tidak diragukan lagi, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman dalam upaya melestarikan tanah, air dan lingkungan.

Pohon aren dapat tumbuh dengan baik di berbagai ekosistem, beradaptasi terhadap tanaman dan pohon di sekitarnya, memiliki akar yang rapat, tidak memerlukan perawatan yang intensif, sehingga cocok ditanam di berbagai lahan.

Pohon aren untuk reforestasi alam
Berdasarkan sistem dan cara tumbuhnya, maka pohon aren dapat dimanfaatkan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sebagai tanaman konservasi.

Pohon aren memiliki akar yang dalam dan melebar ke segala arah, membuatnya sangat berguna mencegah terjadinya erosi tanah dan longsor serta menjaga kelembaban tanah.

Daunnya yang cukup lebat dengan batang yang ditumbuhi lapisan ijuk, sangat efektif menahan dampak air hujan langsung ke permukaan tanah.

Pohon aren untuk produksi
Selain reforestasi, pohon aren juga berfungsi sebagai tanaman produksi yang menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomis. Produksi turunan pohon aren dapat diperoleh dari akar hingga ke ujung daun.

1. Akar
Akar pohon aren dapat diolah menghasilkan manfaat untuk obat. Kandungan zat akar pelepah aren dapat memperlancar buang air kecil.

2. Batang
Batang pohon aren yang tua agak berserat halus di bagian dalam, dapat digunakan sebagai bahan membuat tongkat, gagang cangkul dan parang.

Selain itu bisa digunakan sebagai bahan pembuatan peralatan rumah tangga dan bahan bangunan, seperti papan ataupun broti.

TERKAIT  Bahan Pewarna Alami Ulos dari Kawasan Danau Toba

Batang bagian dalam yang muda dapat menghasilkan sagu sebagai sumber karbohidrat yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan campuran roti, sohun, mie dan pembuatan lem. Sedangkan ujung batang muda (umbi) yang rasanya manis bisa dijadikan sayur.

3. Daun
Daun pohon aren juga biasa digunakan sebagai bahan atap rumah penduduk, dan masih banyak dijumpai di desa desa yang sangat kental dengan konsep alam, adat dan budaya dengan menjaga kelestarian sumber daya alam secara alami, serta menjaga kearifan lokal.

Pucuk daun (janur) juga dimanfaatkan sebagai daun untuk rokok, atau sebagai kemasan barang dagangan, seperti gula aren. Tulang daun sering difungsikan sebagai sapu lidi.

4. Bunga
Tangkai bunga, biasa diiris atau dideres dan menghasilkan cairan berupa nira yang mengandung gula dan dapat diolah menjadi gula aren atau minuman tuak.

Tuak bisa saja memabukkan tapi bisa juga membuat kesehatan yang bermanfaat bagi tubuh saat mengkonsumsinya, seperti mengobati sariawan dan melancarkan ASI bagi ibu yang baru melahirkan.

Beberapa daerah juga menyertakan tuak sebagai pelengkap dalam tatanan adat, dan minuman pencair diskusi. Selain itu, nira juga bisa digunakan sebagai ragi pengembang pada adonan roti dan kue basah.

5. Buah
Buah pohon aren yang dihasilkan dari bunga betina, dikenal dengan nama kolang-kaling. Meski getahnya sangat gatal, kolang kaling ini sering diolah untuk berbagai makanan, bisa sebagai campuran es, bisa dibuat manisan kolang kaling atau bisa juga campuran kolak.

6. Kulit Buah
Kulit buah yang telah dibuang isinya (kolang-kaling), dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kulit buah ini sangat cepat terurai dengan bantuan bakteri pengurai, sehingga dalam waktu dua minggu berfungsi sebagai pupuk organik yang bisa dikembalikan ke alam untuk menambah nutrisi tanaman.

7. Tangkai dan pelepah
Tangkai kering yang sudah diambil buahnya dan pelepah kering bisa digunakan sebagai pengganti kayu bakar. Dari pelepah dan tangkai daun, setelah diolah, dihasilkan serat yang kuat dan tahan lama untuk digunakan sebagai benang, senar pancing, dan senar gitar.

8. Ijuk
Serabut di pelepahnya, ijuk, juga bisa anyam menjadi tali dan atap, karena tahan lama dan tahan digunakan di air. Ijuk sebagai atap rumah masih banyak dijumpai di desa-desa tradisional. Selain itu, ijuk dapat digunakan sebagai bullu-bulu kuas dan sapu serta sering dijadikan alat penyaring air.

Melihat banyaknya manfaat pohonnya yang multifungsi ini, ada baiknya petani mulai membudidayakan pohon aren mulai sekarang, demi menjaga kelangsungan dan keseimbangan hidup manusia dan alam.

 

Penulis    : Ferindra
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU