PIR Akan Bangun Kampung Halaman Raja Sitorus di Desa Parsaoran Sibisa Menjadi Wisata Terpadu

BERSPONSOR

Toba, NINNA.ID-Parsibona Indonesia Raya (PIR) akan bangun kampung halaman Raja Sitorus di Desa Parsaoran Sibisa menjadi wisata terpadu. Groundbreaking atau acara seremonial tanda dimulainya proyek konstruksi telah dimulai pada Jumat 15 Desember 2023.

Acara ini dihadiri oleh ratusan hadirin, khususnya masyarakat setempat, keturunan Sitorus dari berbagai tempat-dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

Acara ini juga menjadi sarana bagi PIR menggalang dana agar cita-cita wisata terpadu ini dapat terwujud.

Sebab, di areal wisata terpadu 6,37 hektar di Desa Parsaoran Sibisa ini akan dibangun Museum Raja Sitorus, café, pembibitan tanaman endemik Toba, dan beragam hal lainnya.

BERSPONSOR

Dr Sihar Sitorus Ketua Umum PIR, mengatakan pembangunan akan segera dimulai pada Februari 2024.

Pembangunan di lahan tersebut akan diawasi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Augus Sitorus dan keturunan Sitorus lainnya yang tinggal di Kabupaten Toba.

Groundbreaking Kampung Halaman Sitorus
Acara groundbreaking Kampung Halaman Raja Sitorus (foto: Damayanti)

Sihar menjelaskan areal 6,37 hektar ini juga akan menjadi milik bersama semua keturunan Sitorus, bukan milik pribadi dan juga tidak akan dikelola oleh keturunan Sitorus yang berada di Jakarta.

“Jadi, ini tempat kita semua. Jangan sampai ada yang mengira ini akan dikelola oleh Sitorus yang ada di Jakarta. Bukan! Bayangan saya adalah ini untuk generasi ke depan. Untuk 50 tahun ke depan,” jelasnya.

BERSPONSOR

Ia mengatakan untuk saat ini, lebih banyak keturunan Sitorus yang tinggal di luar kampung halaman.

Oleh karena itu, kemungkinan kampung halaman Sitorus tersebut akan tidak dihuni oleh keturunan Sitorus. Itu sebabnya, lokasi tersebut perlu dibangun bersama dan cerita-cerita tentang kisah Raja Sitorus perlu dilestarikan.

“Inilah kita buat (bangun) bersama-sama. Yang nanti akan terpanggil, melihat dan mempelajari. Melalui lokasi (wisata terpadu) ini kita akan bagikan cerita sejarah Raja Sitorus. Ini tentunya akan memberikan kebanggaan. Mereka bangga punya leluhurnya adalah orang-orang yang memikirkan generasi muda (mendatang). Bersatu dan tidak terpecah belah. Sesederhana itu yang kita lakukan ini,” ujar Sihar Sitorus.

TERKAIT  Kunjungan Wisatawan Mancanegara Februari 2023 Turun 4,62 persen Dibanding Januari 2023
Acara Ground Breaking
Acara groundbreaking Kampung Halaman Raja Sitorus dihadiri oleh ratusan hadirin. (foto: Damayanti)

Acara groundbreaking ini juga diramaikan oleh rombongan dari BPODT, perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Toba, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Dinas Pariwisata Toba dan instansi lainnya.

- Advertisement -

Wisata terpadu diharapkan akan semakin mengangkat Desa Sibisa menjadi Desa Wisata. Sebab, desa ini sangat dekat dengan The Kaldera Nomadic Escape yang dikelola oleh BPODT.

PIR
Ucapan selamat kepada PIR untuk acara groundbreaking (foto: Damayanti)

“Kita rencana mau buat processing kopi di Desa Parsaoran Sibisa sekaligus buat eduwisata kopi. Itulah salah satu gambaran apa yang akan kita buat di sini untuk pemberdayaan ekonomi di Sibisa,” jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PIR, Irian Sitorus.

Sejumlah Badan Pengurus Nasional (BPN) Parsibona Indonesia Raya (PIR) yang hadir dalam acara ini antara lain Dr. Sihar P.H. Sitorus, MBA sebagai Ketua Umum, ⁠Drs. Tamen Sitorus,M. Sc – Wakil Ketua Umum, ⁠Dr. Ir. Irian Sitorus, M.M,. MBA -Sekretaris Jenderal, ⁠Drs. Jansen Sitorus, M.M. – Kabid Humas & Publikasi.

Ada juga panitia acara groundbreaking yakni Drs. Berman Sitorus, M.M sebagai Ketua, Herbert Sitorus, S.H. sebagai Sekretaris, ⁠Hotland Sitorus, S.E sebagai Bendahara.

PIR dan Parsaoran Sibisa

PIR singkatan dari Parsibona Indonesia Raya yang adalah kumpulan keturunan Sitorus. Kumpulan ini didirikan pada 2019 silam di Desa Parsaoran Sibisa.

Desa Parsaoran Sibisa merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi beberapa marga Batak yakni: Sitorus, Sirait, Butarbutar, Manurung (marga-marga Nairasaon) karena tempat tersebut pertama sekali dibuka oleh nenek moyang mereka. Hal ini dibuktikan melalui makam-makan leluhur yang terdapat di tempat tersebut.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU