Pinjaman KUR BRI Memungkinkan Petani ini Kembangkan Usaha dan Bangun Rumah

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID-Kerja keras, ketekunan serta kejujuran modal utama untuk meraih cita-cita. Adanya modal memungkinkan usaha bisa terus berlanjut. Itulah yang selama ini diupayakan Arsin Simbolon, wanita paruh baya yang sudah menjanda sejak 2022.

Dukungan pinjaman KUR BRI memungkinkan petani di Desa Sigaol Simbolon ini mengembangkan dan melanjutkan usaha anak perempuannya dan membangun rumah.

Wanita yang akrab dipanggil Mama Reni ini bercerita di awal dia ingin sekali menambah modal untuk mengembangkan usaha jahit anak perempuannya.

Keinginan tersebut ia sampaikan kepada kerabatnya. Belakangan salah seorang kerabatnya bernama Alpen yang tinggal tidak jauh dari rumahnya menyarankan agar ia mengajukan pinjaman KUR BRI.

BERSPONSOR

Keterangan pun ia kumpulkan terkait prosedur pinjaman KUR tersebut. Sebelumnya, ia juga telah memiliki rekening tabungan di BRI 3juta.

Lalu, dengan yakin ia pun menghadapi pegawai BRI untuk mengajukan KUR. Pihak BRI pun meninjau ke rumahnya untuk melihat usaha jahit anak perempuannya.

Belakangan BRI memberikan pinjaman senilai 10juta. Uang tersebut pun dipakai untuk mengembangkan usaha.

Beberapa bulan kemudian, anak perempuannya bernama Reni mengirimkan duit agar rumahnya direnovasi, dibangun lebih besar.

Uang yang dikirim oleh Reni dan dana KUR BRI yang belum terpakai dipergunakan untuk membangun rumah.

Terwujudlah cita-cita Arsin Simbolon untuk memiliki rumah yang lebih bagus.

Setahun cicilan KUR BRI rampung, ia pun mengajukan pinjaman periode kedua senilai 10juta untuk tambahan modal mengembangkan usaha Helty Situmorang anaknya kedua.

TERKAIT  “Nostalgia For The Present 2024” Potret Industri Fotografi Indonesia

“Tahun 2022 kami ambil KUR. Sudah 2 tahun (periode). Pertama 10juta sudah lunas. Lalu periode kedua 10juta. Kami pakai untuk modal usaha dan tambahan renovasi rumah,” terang Arsin Simbolon kepada Ninna pada Minggu 7 April 2024.

- Advertisement -

Usaha Jahit

Usaha jahit Helty Sewing Mode merupakan alasan utama memicu Arsin mengajukan KUR BRI.

Sejak ia menjanda, Helty memilih untuk menemaninya tinggal di Desa Sigaol Simbolon, Samosir, sedangkan dua anaknya yang lain merantau ke Jakarta.

Pekerjaan di Desa Sigaol Simbolon sangat langka. Untuk itu, Helty Boru Situmorang memutuskan untuk membuka usaha jahit.

ROMPI ULOS8
Rompi Ulos salah satu produk yang dihasilkan Helty Sewing Mode atau Rumah Jahit Helty (foto: istimewa)

Sudah tiga tahun terakhir Helty menerima tempahan berbagai bentuk busana. Kebaya, gaun, rompi hingga permak baju biasa atau baju hari-hari.

Sejumlah pegawai negeri juga sering menempah jahitan ke Helty. Ia pun berupaya untuk mengerjakan pesanan sebaik mungkin.

ROMPI ULOS1
Rompi Ulos salah satu produk yang dihasilkan Helty Sewing Mode atau Rumah Jahit Helty (foto: istimewa)

Usaha jahit dan rumah ini bisa ada berkat dukungan KUR BRI.

Keluarga ini sangat terbantu adanya KUR BRI memungkinkan mereka untuk meraih cita-cita.

Mereka berharap program KUR BRI bisa terus berlanjut dan jika mereka butuh modal untuk mengembangkan usaha, mereka masih bisa mengajukan program KUR BRI untuk periode ketiga.

“Kalau sudah selesai, mau ajukan KUR BRI lagi untuk nambah modal usaha,” kata Helty.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU