DAIRI – Sebagai salah satu daerah yang masuk kedalam Kawasan Wisata Danau Toba, Kabupaten Dairi selalu masuk ke dalam calendar of even Kemenparekraf setiap tahunnya. Salah satu event di Dairi yang masuk ke dalam calendar of even Kemenparekraf adalah Pesta Budaya Njuah-njuah yang diselenggarakan di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang pada tanggal 13-14 Oktober 2022.
Pesta Budaya Njuah-njuah ini sudah menjadi agenda tahunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dalam acara pembukaan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno melalui jaringan virtual, menyampaikan kata sambutan yang spesifik.
“Saya Sandiaga Salahuddin Uno atau yang biasa dikenal di Dairi Sandiaga Salahuddin Uno Kudadiri, mengucapkan selamat sukses atas terselenggaranya pesta budaya Njuah-juah Kabupaten Dairi 2022″.
“Ini merupakan bagian dari event unggulan dalam calender event Danau Toba 2022. Pesta Budaya Njuah-juah merupakan salah satu kegiatan dan aktualisasi budaya daerah dalam rangka mengembangkan nilai-nilai budaya yang diselenggarakan dalam mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan YME, sekaligus menggali dan mengembangkan potensi daerah yang ada di Kabupaten Dairi”.
“Semoga pesta budaya Njuah-juah Kabupaten Dairi 2022 ini dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi momentum pendorong pembangunan Parekraf Kabupaten Dairi dan membangkitkan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Danau Toba,” ujar Sandiaga.

Terdapat banyak agenda acara yang dilaksanakan dalam memeriahkan pesta budaya ini. Di antaranya: kirab budaya Pak-pak, festival fashion carnaval, pagelaran budaya, lomba parsinabul dan lomba permainan tradisional.
Semua acara yang diselenggarakan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, komunitas, lintas etnis dan masyarakat Kabupaten Dairi.
Salah satu acara yang dinanti-nanti adalah Sendratari Sitagandera yang menceritakan tentang seekor kera yang jatuh cinta dengan putri raja. Sendratari ini merupakan binaan dari Disparbudpar Kabupaten Dairi yang melibatkan anak-anak sekolah yang tersebar di Kabupaten Dairi.

Masyarakat Dairi patut bangga karena pesta Njuah-njuah tahun ini sudah dinyatakan sebagai even nasional dan masuk dalam calendar of event Kemenparekraf RI setelah melewati kurasi dari tim Kemenparekraf.
Kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang promosi pariwisata berbasis budaya dengan sajian unsur budaya Pakpak dan juga sajian lokal yang dijajakan.
Tidak hanya masyarakat Dairi saja yang meramaikan acara ini, namun banyak juga dari luar Dairi.
“Saya melihat Pesta Budaya Njuah-njuah ini sangat luar biasa. Dibungkus dengan menarik dan tidak meninggalkan unsur sakralnya. Saya lebih tertarik dengan kirab budayanya. Anak-anak yang menggunakan busana daerah dan juga mobil hias yang sangat kreatif. Saya rasa, kalau wisatawan mancanegara datang ke tempat ini dan melihat acara ini akan sangat terkagum-kagum,” Ujar Desima Perangin-angin pengunjung dari Berastagi, Karo.

Namun dikarenakan acara ini, beberapa ruas jalan di Sidikalang tertutup dan dialihkan ke beberapa titik seperti ke Jalan Gereja, Jalan Pasar Lama dan Jalan Trikora. Namun meskipun demikian, seluruh masyarakat tetao merasa antusias dalam perhelatan besar ini. Hal ini dibuktikan terjadinya kepadaatan lalu lintas sepanjang jalan dari Simpang Salak sampai ke Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang.
Kini kearifan lokal harus digalakkan karena sudah menjadi identitas sejak dulu kala. Tumpak Simerpara Ruah-ruah mo dahan perira, menumpak mo Tuhan Debata, Njuah-njuah mo kita Karina. Njuah-njuah.
Penulis : Josua Siburian
Editor : Mahadi Sitanggang



